NextCard Visa
Join All Advantage Now!



CDnow


 

Kunjungan ke IFGF Claremont

Claremont , 17 Agustus 2000

Sore itu Indonesia Media mengadakan kunjungan mendadak ke kompleks IFGF International/Indonesian Fully Gospel Fellowship  di Claremont. Kesibukan di pelataran parkir sempat memukau kami saat itu. Sebuah trailer dengan extended cargo compartment sedang dibongkar muat oleh  anggota IFGF yang volunteer pada sore hari itu. Barang barang tersebut terdiri dari macam macam jenis keperluan hidup seperti; makanan ,minuman , pakaian, sepatu , mesin untuk industri perumahan, obat-obatan dan lainnya. Barang barang ini didapat dari donatur di AS untuk disumbangkan ke Indonesia bagi orang orang yang benar benar memerlukan disana.

Kebetulan Pastor Himawan Djuhana juga ikut sibuk membongkar muatan tersebut. Dalam keadaan keringat bercucuran beliau menyayangkan ada sejumlah muatan yang jatuh dan pecah dari trailer karena bobotnya diluar daya angkut manusia. “sayang kita tidak punya fork lift” ujarnya. 

Barang barang donasi ini adalah hasil karya dari masyarakat IFGF, dibawah bendera IRF (Indonesian Relief Fund), Yang di ketuai oleh Rev. Paul Tan dan wakilnya Rev. Himawan D, meloby perusahaan Amerika Serikat. Mereka telah berhasil membangkitkan rasa simpati orang Amerika terhadap penderitaan dari masyarakat miskin Indonesia yang saat ini masih ditimpa krisis ekonomi yang tak kunjung selesai. Dalam penyalurannya langsung ke rakyat yang membutuhkan, IRF mendapat dana untuk ongkos kirim ke Indonesia dari hasil bazaar IFGF. Bukan dana yang sedikit yang dibutuhkan untuk misi ini. Berpuluh kontainer telah dikirim secara berkala. Dengan bekerja sama dengan Yayasan Pondok Kasih di Indonesia yang di ketuai oleh Ibu Hana Ananda dan suami, serta didukung oleh beberapa pengusaha lokal, barang sumbangan ini dibagikan kepada rakyat Indonesia yang memerlukan, tanpa memandang Suku dan Agama.

Bantuan yang telah masuk ke Indonesia dan didistribusikan langsung dibawah pengawasan team auditor dari AS terdiri dari makanan, obat-obatan ,pakaian, sepatu , bibit tanaman untuk konsumsi makanan, traktor , bahan bangunan, alat alat kedokteran, sampai kemesin jahit.

Pekerjaan yang mulia ini sungguh sangat sulit dipercaya, telah digalang oleh komunitas Indonesia di Amerika dan masyarakat Amerika sendiri. Dengan sendirinya stigma tentang ketidak acuhan orang Amerika (negara kapitalis) terhadap situasi Indonesia selama ini tidak selalu benar. 

Program ini dimulai dari sebuah group dari businessmen dengan anjuran Pastor Paul Tan dengan mengumpulkan uang $80.000 dari gereja IFGF yang ada di seluruh Amerika dan Canada. Uang dikirim ke Indonesia diberikan kepada “Yayasan Peduli Indonesia” yang dulu dikenal sebagai “ Gerakan Peduli Terang bagi Bangsa”. 1500 LSM bekerja sama dalam program ini . Sedangkan dari California dibentuk IRF (Indonesian Relief Fund) sebuah Non Profit Organization, yang didirikan pada September 1998, yang dirintis oleh Pendeta Paul Tan, bersama dengan Pendeta Himawan D, dan 6 businessmen di California antara lain; John Hadi dalam information Technologi , Nelson Tedja , Jefrey Tedja , Roy Sugiarto , Rudy Kamadinata, Herman Ong. Mereka adalah pengusaha Tionghoa asal Indonesia, sedangkan  Board member, Dave Phillips orang caucasian. Disamping itu masih banyak Gereja dari Indonesia maupun Amerika yang ikut berpartisipasi dalam program ini.

Terus terang kami dari Indonesia Media merasa terpana menyaksikan kegiatan ini. Ternyata bantuan kemanusiaan sudah lebih dari 80 containers telah dikirim ke Indonesia sampai Agustus 2000. Kunjungan mendadak kami ke IFGF sebenarnya tidak direncanakan, hanya kebetulan saat itu ingin menghabiskan waktu sambil menunggu acara dinner bersama Congressman Gary Miller di Pomona yang bersebelahan dengan Claremont. Jadi kegiatan mereka benar benar terpantau secara “Caught in Action”.

Setelah kami tanyakan kepada Pastor Himawan, “apa sebabnya kegiatannya ini kurang di publisir di media masa ? “ Jawabnya hanya sederhana: “Kami tidak mau high profile, karena pelayanan kami diperuntukan bagi kemanusiaan, yang tidak membedakan suku, serta agama, kami tidak mau kegiatan ini terhenti, hanya karena kecurigaan bahwa kami tengah melakukan Kristenisasi”.

Dr.Irawan/Ir.Pius Chan/Indonesia Media

 

Other stories:

California Republican Party passed resolution unanimously

Malam Gembira

LA Sheriff: Asian Task Force Press Meeting

Indonesia sebaiknya kembali ke sistem pemerintahan parlementer

Gus Dur Setuju Dwikewarga-
negaraan


Peranan Tionghoa dalam perkembangan kebudayaan Indonesia

KH Abdurrahman Wahid Library di New York

Akan dibuka sekolah Kungfu

Statemen by Xanana & Ramos-Horta

         
       
FastCounter by bCentral