|
|
|
|
||||
|
|
|
|
||||
|
BERITA TANAH AIR |
ICANet vs Redaksi Kompas Kepada
Redaksi Kompas: Atas
artikel berjudul "LSM LSM AS Desak Indonesia Bubarkan Kopassus dan
BAIS" yang diberitakan pada tanggal 14 Maret, 2000, Kami, ICANet
Komiti dengan ini memprotes pemakaian istilah
"CINA" pada terjemahan nama organisasi kami ICANet. Nama
organisasi kami adalah singkatan dari Indonesian, Chinese, American
Network atau dalam terjemahan ke Indonesia yang tepat adalah Jaringan
Kerja Indonesia, Tionghoa, Amerika. Dalam
artikel ini yang sangat kami sesali adalah pencetakan istilah yang
berkonotasi menghina suatu golongan , ini sangat sensitif sekali karena
bermuatan nuansa SARA nya sangat tinggi. Istilah itu adalah
"CINA". Anda (redaksi) pasti sudah maklum bahwa "Cina"
digunakan untuk mendiskreditkan orang Tionghoa (Chinese).
Adapun
yang kami yakini bahwa istilah ini sengaja diciptakan oleh regim
pemerintah Suharto, malah dengan suatu ketetapan pemerintah
(Se-06/Pres/Kab/6/1967). Ini semacam diskriminasi terpimpin yang dilakukan
oleh pemerintah Suharto . Jadi konflik disini berasal dari konflik
vertikal , ini bahaya , karena konflik vertikal akan mengarah pada system
pemerintah yang "Rasis" , analoginya seperti pemerintahan NAZI
dulu yang dipimpin oleh Adolf Hitler. Tidak ada negara Rasis yang bisa
tahan lama . Sebagai tolok ukur, Amerika menjadi negara yang paling maju
saat ini dikarenakan pemerintahnya berusaha menekan Diskriminasi dengan
menciptakan undang undang anti Diskriminasi, dan mensosialisasikannya
kepada masyarakat , dan langkah langkah US selalu berhati hati dalam kata
katanya. Apakah anda pernah lihat teks "Nigger" pada publikasi
resmi US setelah tahun 1960 ?. Padahal istilah Nigger terbentuk bukan atas
esthablishment dari pemerintah
US (bukan karena konflik vertikal). Indonesia sekarang dalam keadaan
sekarat, Indonesia memerlukan suatu atmosfir yang kondusif , kondisi ini
harus diciptakan oleh seluruh pihak di Indonesia. Kami
mengharapkan respon segera dari Redaksi Kompas dalam hal ini. Terima
kasih, |
Baca Juga Artikel: Human Right International Berkunjung ke Washington DC Indonesian Cultural Troupe to USA 2000 LA County Sheriff 2nd Annual Asian Meeting 2 Orang Indo jadi tersangka kasus pornografi internet Kerjasama Fuller dengan Konsorsium Indonesia Petisi RI Pada IMF & Bank Dunia Resolution In Memory of Ethnic & Religious Persecution in Indonesia
|
||||
|
FastCounter by bCentral |
||||||