BERITA TANAH AIR
 LOCAL NEWS
 MANCA NEGARA
 OPINI
 BUDAYA&TRADISI
 IMMIGRATION
 TOKOH
 ENGLISH
 KOMIK
 AMRIK
 HEMAT & NIKMAT
 JENAK JENAKA
 PENGALAMAN
 FAMILI & PARENTING

Kunjungan Tim Peluang Pemasaran Tenaga Kerja Indonesia ke Los Angeles

Dalam rangkaian kunjungannya ke beberapa negara di kawasan Eropa dan Amerika, Tim Penjajagan Peluang Pemasaran Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri telah mengadakan kunjungan kerja ke Los Angeles. Tim  Depnaker ini dipimpin oleh Direktur Jenderal Binapenta, Dr. M.Sirajudin Syamsuddin, yang didampingi oleh beberapa pejabat bidang terkait di Depnaker dan Deplu. Pertemuan telah diadakan di Wisma Indonesia, antara Tim dengan para pengusaha melalui acara diskusi tanya jawab, dapat dikatakan sangat produktif.

Kunjungan kerja tersebut dimaksudkan untuk menjajagi kemungkinan mencari peluang yang tersedia bagi pemasaran tenaga kerja sektor formal Indonesia ke luar negeri. Beberapa jenis  bidang  pekerjaan  sektor  formal  yang  akan  perlu  untuk dipasarkan dikembangkan dan disalurkan antara lain: jasa kesehatan (nurse, perawat panti jompo); ABK; mekanik, operator mesin, programmer komputer, dan sektor lain yang memungkinkan.

Selama kunjungan di Los Angeles, Tim dan Depnaker telah mengadakan pertemuan dengan beberapa pengusaha Indonesia yang ada di Los Angeles dan juga melakukan kunjungan ke RS Arrowhead Regional Medical Center di Colton, dan pusat rehabilitasi Casa Colina Center di Pomona. Beberapa pengusaha Indonesia yang hadir dalam pertemuan dengan Tim Depnaker tersebut antara lain dan Indonesian Business Society (lBS), LAJA (Los Angeles-Jakarta Sister City Cooperation), International Company, Investment Banker, Arrowhead Regional Medical Center, Health Center dan Vice President of Asian Business Society.

Pertemuan dengan pengusaha Indonesia

Dihadapan para pengusaha yang hadir dalam pertemuan tersebut, Dirjen Binapenta, Dr. Syamsuddin, mengemukakan bahwa maksud kunjungan tim Depnaker mi, adalah mencari masukan-masukan dan pengusaha setempat mengenai kemungkinan adanya peluang untuk menyalurkan tenaga kerja terampil Indonesia di Amerika Serikat. Jenis pekerjaan ketrampilan yang ingin ditawarkan untuk dapat disalurkan di Amerika Serikat khususnya Los Angeles, adalah di sektor jasa kesehatan seperti perawat rumah sakit dan perawat panti jompo. Namun sektor formal keterampilan lainnya juga sangat diharapkan untuk kiranya dapat disalurkan baik melalui agen ataupun pengusaha Indonesia sendiri.

Dikatakan bahwa kebijakan untuk memasarkan menyalurkan tenaga kerja terampil mi adalah untuk membantu mengurangi pengangguran di Indonesia yang semakin meningkat sejak terjadinya krisis di Indonesia. Semenjak krisis ekonomi yang menghantam Indonesia dalam dua tahun terakhir mi jumlah pengangguran di Indonesia membengkak sampai 36 juta tenaga kerja. Apabila masalah tingginya pengangguran mi tidak segera ditanggulangi, maka akan berdampak besar dan luas bagi negara Indonesia. Krisis ekonomi yang terjadi menyebabkan tidak adanya peluang kesempatan kerja, bahkan menambah jumlah pengangguran, karena banyaknya perusahaan yang bangkrut.

Dikatakan oleh Dirjen Binapenta bahwa jumlah devisa yang masuk dan sektor tenaga kerja mi sangat besar yaitu sekitar Rp. 37 trilyun atau sekitar US$ 5 milyar. Ditambahkan bahwa selama ini, rasio jumlah devisa yang keluar untuk tenaga kerja asing di Indonesia, dan jumlah devisa yang dihasilkan oleh tenaga kerja Indonesia di luar negeri sangat tidak seimbang. Untuk itu diharapkan nantinya dengan banyaknya tenaga kerja Indonesia di luar negeri, akan dapat membantu pemasukan devisa negara, yang pada gilirannya dapat mendorong pemulihan ekonomi Indonesia dan penurunan jumlah pengangguran di dalam negeri.

Dalam acara diskusi tanya jawab, dikemukakan oleh salah seorang pengusaha Indonesia bahwa rencana pengiriman/penyaluran tenaga kerja terampil Indonesia ke luar negeri, adalah suatu dilemma bagi Indonesia sendiri. Disatu sisi, apabila hal tersebut berhasil, dapat mengurangi jumlah pengangguran dan menambah devisa bagi negara. Namun disisi Iainnya, pada suatu saat nanti dimana pasar tenaga kerja dunia sudah global dan semakin kompetitif, Indonesia akan kekurangan tenaga kerja terampil. Akibatnya, tenaga kerja terampil asing yang masuk ke Indonesia akan lebih banyak, sehingga pada gilirannya arus devisa negara yang keluar akan semakin meningkat. Diingatkan bahwa hal seperti mi perlu diwaspadai sehingga Indonesia tidak akan hancur untuk kedua kalinya.

Dirjen Binapenta dapat mengerti kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam penyaluran tenaga kerja terampil mi, dimana yang menjadi kendala utama adalah penguasaan bahasa Inggris. Sedangkan dan segi keterampilan, Dirjen Binapenta mengatakan bahwa tenaga kerja Indonesia tidak kalah terampil dengan tenaga kerja dan negara lain seperti Phillipina, Thailand, India, dan Malaysia.

Sementara itu kesulitan lain seperti persyaratan untuk memiliki License (sertifikat yang diakui) dan ijin kerja dan negara setempat juga merupakan kendala utama bagi tenaga kerja Indonesia. Dikemukakan pula bahwa salah satu syarat bagi seorang nurse perawat harus lulus TOEFL dengan nilai 540. Guna menindak lanjuti persyaratan

Ini perlu dijalin adanya kerjasama yang terpadu antara Depnaker, Dep. Pendidikan dan College serta Pusat-Pusat Pendidikan dan Pelatihan di California. Namun kiranya, kesulitan mi perlu dan dapat dijembatani melalui program-program magang (apprenticeship) ataupun Job Training di beberapa rumah sakit dan perusahaan institusi yang memerlukan tenaga kerja.

Sedangkan untuk masalah status (jenis visa dan ijin kerja) yang juga merupakan kendala utama yang sangat sensitif, disarankan agar diupayakan membuat perjanjian kerjasama G to G antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah State of California maupun di tingkat Federal.

Kunjungan kerja ke Rumah Sakit dan Pusat Rehabilitasi di San Bernardino County

Tim Depnaker bersama Staf KJRI Los Angeles, Houston dan Chicago telah melakukan kunjungan kerja ke RS Arrowhead Regional Medical Center dan Pusat Rehabilitasi Casa Colina. Selain melakukan peninjauan, juga telah diadakan pertemuan/diskusi dengan para wakil dan rumah sakit dan pusat rehabilitasi tersebut.

Dalam pertemuan di Arrowhead Regional Medical Center di Colton antara lain dibicarakan hal hal sebagai berikut:

1. Pihak Depnaker menjelaskan secara singkat mengenai maksud dan tujuan kunjungan tersebut, yang dikaitkan dengan terjadinya pengangguran sebaga akibat dan adanya krisis ekonomi di Indonesia. Dikemukakan bahwa salah satu usaha untuk mengatasi tingginya tingkat pengangguran tersebut, Pemerintah khususnya Depnaker perlu melakukan penjajagan mengenai peluang pemasaran tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Guna merealisasikan program kebijakan mi, Depnaker telah melakukan kunjungan ke berbaga negara termasuk ke beberapa kota di AS termasuk Los Angeles untuk melihat kemungkinan peluang pengiriman tenaga kerja terampil Indonesia ke AS, khususnya ke California.

2. Dalam  menanggapi  penjelasan  tersebut,  Assistant  Director  of  Nursing mengemukakan bahwa pihak rumah sakit Arrowhead Regional Medical Center memang masih memerlukan sekitar 50 tenaga perawat terutama di bidang "critical care nurses".  Pihak RS telah menjelaskan mengenai jenis pekerjaan dan kwalifikasi yang diperlukan bagi para perawat yang bekerja rumah sakit tersebut.

3.Pada prinsipnya peluang untuk memakai tenaga kerja terampil jasa kesehatan dari Indonesia masih terbuka, dengan ketentuan bahwa perawat/suster tersebut memiliki ijazah perawat (nurse license) yang diakui oleh negara bagian setempat. License tersebut dapat diperoleh melalui lembaga pendidikan perawat, College maupun universitas di seluruh AS. Dalam kaitan dengan hal tersebut, disarankan agar pihak Depnaker melalui KJRI Los Angeles dapat menghubungi College dan Universitas tersebut.

4. Kemungkinan untuk memanfaatkan peluang kesempatan kerja yang ada di California khususnya dengan beberapa RS di wilayah San Bernardino kiranya dapat diupayakan  suatu  perjanjian  kerjasama  dalam  bentuk  Memorandum  of Understanding (MOU) antara Pemerintah Indonesia c.q. Pemda-Pemda yang ada dengan Pemerintah County San Bernardino yang membawahi RS tersebut.

Dalam kunjungan ke Pusat  Rehabilitasi Casa Colina di Pomona, rombongan disambut oleh Mr. Andrei Soran, PT, MSM,OCS, Chief Operating Officer dan Pusat Rehabilitasi Casa Colina di Pomona. Dalam pertemuan antara lain dibahas masalah-masalah sebagai berikut:

1. Tim Depnaker menjelaskan kembali bahwa maksud kunjungan ke Pusat Rehabilitasi mi adalah mencari kemungkinan peluang untuk menyalurkanlmemakai tenaga kerja terampil dan Indonesia, yang saat mi sedang terjadi “over labor production” di Indonesia sebagai akibat dan krisis ekonomi dua tahun terakhir. 

2. Pada umumnya penjelasan yang diberikan oleh pihak Pusat Rehabilitasi mi khususnya mengena peluang yang ada, serupa dengan yang telah dijelaskan di Rumah Sakit Arrowhead, termasuk yang menyangkut masalah ijazah (licence) dan izin kerja.  

3. Satu hal yang positip dalam pembicaraan mi adalah adanya kesediaan dan pihak rumah sakit pusat rehabilitasi untuk membantu mempekerjakan tenaga kerja terampil dan Indonesia, termasuk kemungkinan untuk mensponsori visa bagi para perawat Indonesia atas prinsip dasar yang menguntungkan bagi kedua belah pihak (win-win solution). Secara prinsip pihak Pusat Rehalibitasi mi dapat menerima perawat jasa  kesehatan  dan  Indonesia  melalui  program  pemagangan (apprenticeship), dengan masa kontrak kerja yang ditentukan bersama.

4. Disarankan agar KJRI Los Angeles  berusaha untuk membantu menyelesaikan aspek hukumnya, sehingga para perawat yang dipekerjakan di California dan AS pada umumnya dapat bekerja secara legal.

Ariono Suriawinata/Indonesia Media

 


Indonesian Version

Baca Juga Artikel:

Peringatan May Riot'98 di L.A.

Chinese Indonesian Adakan Candlelight Vigil

PETISI Comittee for Human Right in Indonesia

Daftar Pendukung Petisi

Suara Hati Nurani Ibu Amie Rivera

Dubes RI: Jangan Cepat Tersinggung dengan Kritik A.S.

Bertemu mantan pangkostrad, pangkowilhan dan dubes di Long Beach

Menilai Sadam Hussein

Albright: Hukum Kekerasan Tim-Tim

Altlanta Indonesian Spring Festival 2000

San Francisco nikmati "Joy Sailing"

Jewel of the World:
A Night in Bali

Asean Breakfast Seminar di KJRI L.A.

Cherry Blossom Festival Washington DC

Laporan Paskah bersama GPI

Peresmian Gedung Baru ICC Toronto


FastCounter by bCentral