locallogo.jpg (5185 bytes)

Sejenak Bersama Pdt. Eka Darmaputera Ph.D.


Klik gambar untuk melihat versi besar.

FREE WALLPAPER!!
Click the resolution you need:
640x480
800x600
1024x768
(Note: To set as a wallpaper just right click the enlarged image then select set wallpaper.
If you want to save the wallpaper select save picture as after the right click)

BERITA TANAH AIR
- Para Jenderal akan dipanggil paksa
- Komisi PBB Temukan
Bukti Keterlibatan TNI

-Kopassus Mengkoordinir Milisi
- Bukan Hulubalang Rezim
- Muhammadiyah Desak Pemerintah Akui Konghucuisme
- PBNU Sesalkan Penyerbuan Wisma Doulos
- Jenderal Wiranto Bakal Segera Pensiun?

LOCAL NEWS
- Dialog Interaktif NIA & Kesaksian Jonas Souisa
- Tatap Muka Dengan Christianto Wibisono
- Malam Natal Masyarakat Indonesia L.A. '99
- Peranan Tionghoa Dalam Penghentian Pembantaian di Makasar
- Sejenak Bersama Pdt. Eka Darmaputera Ph.D.
- 80-20
- Himbauan Kepada Indonesian Community

MANCA NEGARA
- Anak Gus Dur Belajar Bahasa Mandarin
- Tiongkok Sepenuhnya Dukung Keutuhan Wilayah RI
- RI Terima Budaya Tiongkok
- Gus Dur Turunan Tionghoa?

POLITIK
-
Habibie Gagal, Daerah- daerah tuntut merdeka (Bag.2)

OPINI
- Membangun Politik Luar Negeri Yang Bebas dan Mandiri

BUDAYA & TRADISI
- Perahu Pinisi (Bag.2)

IMMIGRASI
- Keterangan Mengenai Visa NonImigran

ENGLISH
- Tragedy Befalls Ternate, Indonesia

JENAK JENAKA
- Bukan Basa Basi +  Jambret

Oleh: Utomo Lukman

Bertempat di Indonesian Prisbyterian Church, Fullerton telah diadakan Ceramah oleh Pak Eka dengan tema "Peranan Umat Kristiani di Tengah Bangsa & Dunia" pada hari Sabtu, tanggal 10 Desember 1999 jam 7 malam. Acara ini yang diselenggarakan bersama oleh Gereja Prisbiterian Indonesia Fullerton dan GKI Redlands, diawali dengan doa dan beberapa pujian.

Latar Belakang
Pak Eka datang ke Amerika Serikat dalam rangka penganugerahan "Award for Excellence in Reformed Theology and Public Policy" dari Princeton Theological Seminary. Pak Eka dikenal sebagai salah satu tokoh gereja di Indonesia yang melayani di GKI Bekasi Timur. Beliau juga menjadi pengajar di Sekolah Tinggi Teologia Jakarta dan dosen terbang di berbagai sekolah teologia lainnya. Beliau menyelesaikan Ph,D. dalam bidang teologia di Princeton. Beliau juga dianggap tokoh kristen yang sering diundang untuk berdiskusi dengan golongan lainnya.

Peran Kekristenan Dalam Penganiayaan
Pak Eka mengawali ceramahnya dengan mengatakan bahwa dunia boleh saja mencoba untuk membasmi kekristenan dan ini sudah terbukti sepanjang sejarah peradaban manusia. Tetapi dunia tidak dapat menyangkal kalau kekristenan mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam membangun dan membentuk peradaban dunia. Ini sudah terbukti sepanjang sejarah dunia. Max Weber, sosiolog terkenal pernah menanyakan di dalam salah satu bukunya, kalau ilmu aljabar ditemukan oleh bangsa Arab, ilmu cetak mencetak ditemukan oleh bangsa Tionghoa, tetapi kenapa peradaban dunia ini tidak dibentuk oleh mereka melainkan modernisasi dunia barat. Padahal awalnya bangsa Mesir, Tionghoa, Arab, India sudah mempunyai peradaban yang tinggi sedangkan dunia barat belum ada apa-apanya. Salah satu faktor yang menentukan adalah karena kekristenan. Pertama-tama adalah karena etos kerja krsitiani yang dilontarkan oleh tokoh reformasi Calvin yang mengajarkan bagaimana menghargai waktu, materi dan kerja. Jendral Simatupang, tokoh gereja pernah mengatakan ketika Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, Patimura mencoba melawan Belanda dengan cara-cara tradisionil, mereka gagal. Dikemudian hari baru berhasil ketika memakai cara perang modern. Jadi pengaruh modernisasi sangat menentukan sekali.

Garam & Terang Sebagai Wujud Pengabdian Orang Kristen

Memang benar kalau demokrasi itu dimulai dari Yunani kuno tetapi demokrasi modern dibentuk oleh peradaban barat terutama oleh pengaruh kekrsitenan. Modernisasi ini memakai contoh-contoh gereja kongregasional. Terang kristen adalah telah terbukti dan tidak terbantahkan dalam membentuk dunia modern ini. Jadi kalau orang kristen ada di dunia ini adalah untuk menjalankan misi kekristenan bagi dunia ini dalam peran sebagai garam & terang dunia. Jadi salahlah kalau orang kristen berpikiran untuk tidak berperan dalam dunia ini. Memang dunia ini bukanlah tujuan akhir hidup orang kristen tapi bukan berarti orang kristen tidak perduli dengan apa yang terjadi di dunia ini. Waktu Tuhan Yesus hadir di dunia ini, Ia mengatakan bahwa Dia memang bukan dari dunia ini tapi Dia datang untuk dunia ini. Mengingat kisah Alkitab dan sejarah dunia ini, makalah hendaklah orang kristen menyatakan perannya di dunia ini, karena peran kekristenan adalah sangat menentukan. Jendral Simatupang pernah berdebat dengan Mohammad Natsir (bekas PM Indonesia dulu), dimana dikatakan bahwa orang Kristen tidak berperan dalam pembentukan negara Indonesia tetapi hanya umat Islam saja. Pak Sim mengatakan bahwa umat Kristen Indonesia bukanlah penumpang apalagi penumpang gelap, melainkan umat Kristen terlibat aktif dalam sejarah pembentukan negara Indonesia. Umat Kristen di Indonesia tidaklah ingin dijadikan anak emas tapi juga tidak mau menjadi anak tiri.

Sikap Gereja Terhadap Pemerintahan Baru Indonesia
Dengan adanya pemerintahan baru, apakah umat Kristen akan mengalami masa sukar atau mudah? Banyak optimisme, dengan terpilihnya Gus Dur & Megawati akan membawa situasi yang lebih mudah buat umat Kristen. Tetapi pak Eka mengatakan belumlah pasti umat Kristen akan mengalami masa yang enak tetapi bukan juga akan mengalami masa yang tidak enak lagi. Yang paling menentukan adalah hal-hal yang ada di dalam bukan yang di luar. Yang di dalam lebih menentukan. Jadi perlunya umat Kristen menjadi kuat dahulu dengan pandangan kristianinya dan keimanannya. Buktinya setelah Gus Dur, gereja di Depok tetap dibakar. Tapi satu hal yang tak dapat dipungkiri bahwa sekarang ada kebebasan bersuara di Indonesia. Jadi umat Kristen perlu memanfaatkan peluang ini dalam pembentukan reformasi Indonesia. Adam Malik pernah mengatakan bahwa umat Kristenlah satu-satunya yang tidak pernah menghianati Pancasila. Dalam berjuang untuk negara yang adil dan makmur, umat Kristen hendaklah tidak minta pamrih atau upah untuk dapat posisi tertentu.

Tantangan Keberhasilan Pemerintahan Baru
Tidaklah diragukan kalau Gus Dur dan Megawati punya komitmen yang besar untuk demokrasi, kemajemukan Indonesia dan hak asasi manusia. Memang Gus Dur dan Megawati yang menjadi orang nomor satu dan dua di Indonesia tapi yang menang adalah Amien Rais. Bagaimana partai yang hanya mendapat 7% suara pemilu bisa menjadi ketua MPR? Dalam pemilihan presiden lalu, betapa besar pengaruh Amien Rais. MPR sekarang akan meminta pertanggung jawaban presiden setiap tahun. Lalu dalam pembetukan kabinet pelangi, berapa banyak orangnya Amien Rais. Jadi ironis sekali kelihatannya kekuasaan eksekutif kalah dengan kekuasaan legislatif, yang mestinya sejajar.

Yang menentukan keberhasilan pemeritahan baru sekarang adalah faktor pendukung Gus Dur & Megawati. Apakah mereka bisa sejalan dengan Gus Dur? Mengingat terlalu banyaknya perbedaan, maka agak tipis harapan keberhasilan tersebut. Lalu tergantung juga dengan lawan politik Gus Dur. Banyak tokoh Islam juga yang anti Gus Dur & Megawati. Kalau mereka bisa mengorganisir kekuatan, maka Gus Dur akan mengalami tantangan yang besar. Yang paling penting adalah faktor sampai sejauh mana Gus Dur dan Megawati bisa mengatasi kemelut kompleks yang terjadi di Indonesia, kalau ibarat orang sakit maka itu dari ubun-ubun sampai telapak kaki. Masalah ekonomi ada 3 hal yang perlu diperhatikan merebut kepercayaan luar negeri, kepercayaan dalam negeri dan bergairahnya sektor riil. Masalah politik yang harus diperhatikan adalah mengupayakan desentralisasi tanpa disintegrasi. Bidang sosial yang harus diperhatikan adalah bentrokan antar ras, agaman, etnis, sekolah. Masih banyak hal lain yang perlu diperhatikan.

Kesan Akhir
Dalam pesan penutupnya, pak Eka mengatakan bahwa suksesnya Gus Dur adalah menentukan sekali sehingga umat Kristen harus berperan secara aktif apakah lewat doa atau dalam cara turun tangan langsung. Kalau gagal maka kemungkinan Indonesia akan dikuasai militer.

Menarik sekali mendengar ceramah pak Eka yang dikenal sebagai nara sumber yang produktif. Beliau sudah cukup banyak menulis buku yang berkaitan dengan negara. Setelah terjadi kerusuhan Mei 98, beliau sangat laris dalam menyampaikan ceramah di gereja-gereja dalam hal peran umat Kristen dalam bangsa dan negara. (UL/IM)

Kembali ke halaman depan
Kembali ke halaman terbitan lalu