|
||
|
Dialog Interaktif NIA & |
|
FREE WALLPAPER!! BERITA TANAH AIR LOCAL NEWS MANCA NEGARA POLITIK OPINI BUDAYA & TRADISI IMMIGRASI ENGLISH JENAK JENAKA |
Sabtu 18 Desember , bertempat di Travis
Auditorium , Fuller Seminary , Pasadena. Berama Moderator Bpk. Virgo Handojo , serta
pendamping Ahli, Psycolog , Irene Tjakrawinata dari Los Angeles County School Distric.![]() Acara
ini di sponsori oleh CHI (Committee for Human Rights in Indonesia) dan Indonesia Media
serta co sponsor dari JKIA Sierra Madre pimpinan Bpk Virgo Handojo. Sebagaimana biasanya
pengurus CHI yang kali ini diwakili oleh Bpk. Willy Tjen membuka acara ini. Dalam
sambutannya Bapak Willy Tjen memperkenalkan Nia dan keluarganya kepada para peserta dan
undangan yang terdiri dari komunitas Indonesia dan warga lokal (kulit putih) . Oleh karena
itulah maka dialog pada umumnya di gunakan bahasa Inggeris sebagai bahasa pengantarnya.
Pak Willy dalam kesempatan ini juga menyatakan keprihatinannya atas kondisi ditanah air
yang tak kunjung Lagi, Duta Remaja lainnya Dalam kesempatan yang terpisah ditambahkan pula bahwa kami akan
mendapatkan kesempatan emas, dengan rencana kunjungan Sarwono (kakak dari Nia) kepada
Presiden Bill Clinton Indonesia , dan bahkan Sarwono (16) akan mendapatkan kesempatan
selama seminggu Nia, menyatakan bahwa pedulinya terhadap Indonesia tidak hanya sampai disini, namun dia
berjanji akan meneruskan perjuangan ini untuk masyarakat Indonesia. Disisi yang lain dia
juga mengakui sebagai anak remaja yang sekolah di AS tentunya dia ada keterbatasan dalam
pengtahuannya terhadap kondisi terkini di Indonesia, maka dia harap masyarakat dapat
memakluminya sekiranya ada komentar dan pertanyaan yang diluar dari kemampuannya untuk
dijawab. Irene Tjakrawinata MS, mengomentari atas kejadian yang telah dialami Nia merupakan
keinginan yang kuat sekali dari pribadi Nia. Juga dihimbau kepada para orang tua yang
mempunyai anak yang mengalami kejadian seperti Nia agar merespon dengan baik dan
menerimanya dengan segala keterbukaan. Peran serta orang tua dalam perkembangan kejiwaan
anak adalah sangat penting, janganlah meng-under estimate kekuatan anak . Berusahalah
mengerti keinginan anak, jika dinilai perlu, orang tua harus Sambutan dari Dr. Irawan atas Nia adalah sangat positif, beliau sangat kagum atas apa
yang telah dilakukan oleh Nia , bahkan pula kakak Nia, Sarwono yang siap menjadi Duta
berikutnya. Beliau juga mengutip ucapan dari Presiden Gerald Ford mantan presiden AS yang
sudah berusia 86 tahun itu. Bahwa perlunya anak anak muda untuk terjun kedalam dunia
politik untuk membela kepentingan kepentingan masyarkat . Juga diingatkan bahwa pekerjaan
sebagai politikus adalah suatu profesi yang terhormat dan mulia. Sedangkan lembaga swadaya
masyarakat (NGO) adalah sangat penting dalam menyuarakan kepentingan kita sebagai
masyarakat. Kita sendiri yang harus memperjuangkan kepentingan Dialog interaktif Jonas Souisa
Jonas Souisa (48) seorang pendeta gereja Bethel dan mantan penyanyi Trio Agape dengan
Ade Manuhutu dan Melky Goeslow. Pak Jonas bersama isterinya Maria telah terpanggil untuk
aktif dalam menggalang bantuan untuk Ambon atas musibah yang terjadi di Indonesia Timur ,
bahkan musibah itu masih berlangsung sampai detik ini. Kalau pemerintah Indonesia sendiri sudah mengatakan : "Urusan Ambon harus diselesaikan oleh masyarakat Ambon sendiri", kemana lagi kami harus bertumpu, demikian keluh pak Jonas. Pengertian Pelagandong yang sering didengung-dengungkan oleh orang orang diluar Ambon yang tidak mengerti apa sesungguhnya Pelagandong itu, dijadikan alasan bahwa Ambon mempunyai kemampuan sendiri untuk membereskan masalahnya. Padahal Pelagandong adalah panutan Tribal yang sudah lama tidak ada lagi, apalagi penyebab pembunuhan dan pengrusakan di Ambon bukan dari Ambon sendiri tapi orang orang itu didatangkan dari luar dan dipersenjatai, bahkan milisi milisi itu mempunyai senjata dan logistik lebih lengkap dari tentara. Anehnya militer melindungi dan berpihak pada provokator-provokator itu ujarnya. Kemana lagi kami harus minta bantuan dan perlindungan . Orang-orang Pemerintah Indonesia selalu menolak campur tangan asing dengan retorika melecehkan kedaulatan Republik Indonesia, namun kami bertanya : "apakah kedaulatan itu masih ada?" , "bagaimana kalau seandainya anaknya sendiri (pejabat pemerintah) di cungkil matanya dan dibunuh?"
Rosemarry seorang caucasian yang pernah berdomisili di Ambon , bahkan mempunyai rumah di Ambon juga memberikan kesaksian atas kekejaman, pembakaran, dan pembumihangusan di Ambon. Beliau tidak tahu apakah rumahnya masih ada atau sudah rata dengan tanah, tapi yang pasti disebelah rumah tetangganya sudah rata dengan tanah. Beliau sangat sedih menyaksikan toko serba ada dimana beliau sering berbelanja sedang dibakar, dan aparat tidak dapat /mau berbuat apa-apa, dalam salah satu adegan video yang ditahyangkan sore itu. Acara ditutup dengan diskusi bersama dengan para peserta dan undangan . Indonesia Media |
|
|
Kembali ke halaman depan Kembali ke halaman terbitan lalu |
|