bertalogo.jpg (6695 bytes)

KJRI-LA Tatap Muka dan Buka Layanan Paspor "Cepat Ditempat" untuk masyarakat Inland Empire


Klik gambar untuk melihat versi besar.

BERITA TANAH AIR
- Selamat Datang "Provokator"?
- Tiga Provokator Jakarta
- Tindak Lanjut Temuan TGPF Mei 98
- Mengelola Pluralitas

LOCAL NEWS
- Drs. L.T. Susanto Anggota DPR/MPR-RI berkunjung ke L.A.
- KJRI-LA Tatap Muka dan buka layanan paspor
- Pesan Duta Besar RI untuk Permias
- Tatap Muka dengan Amien Rais di L.A.
- Pernyataan Majelis Pekerja Harian PGI
- Gus Dur Bakal Melihat

MANCA NEGARA
- 700 TKI Bermasalah Terkatung-katung

POLITIK
- Habibie Gagal, Daerah-daerah Tuntut Merdeka (bagian 3)

OPINI
- Jebakan Kemelut Sam Kok

BUDAYA & TRADISI
- Peranakan Tionghoa Makasar

IMMIGRASI
- If You Are Unable to Immigrate to the US, Canada is Your Alternative

LEGENDA
- Yesus Dilahirkan Di Irian

ENGLISH
- Taboos and Superstitions of Chinese New Year
- A Letter to Mary Robinson
- Rainbow

AMRIK
- Program Beasiswa Fulbright 2001/2

HEMAT & NIKMAT
- Bagaimana Cara Mendapatkan Asuransi Mobil Yang Murah?

JENAK JENAKA
- Persalinan

Staff Konsulat dengan moderator Pak Sianipar
Redland , January 15 2000 - Bertempat di GKI Redland, Staff Konsulate Jenderal RI-Los Angeles, mengadakan tatap muka bersama mayarakat Indonesia Inland Empire

Pak Aang Yamani selaku Kon Jen RI di Los Angeles , mencoba memberikan gambaran struktur keorganisasian KBRI dan KJRI , disamping itu Pak Aang menyuluhkan kepada masyarakat Indonesia di AS untuk menyadari betapa pentingnya bahasa dan budaya ibu negeri Indonesia agar di teruskan kepada keturunan kita di AS , walaupun kami sudah tinggal di Luar negeri , disamping kami kuasai bahasa Inggeris atau bahasa lainnya , tapi bahasa Indonesia jangan dilupakan ujarnya.

Masalah macam macam status kewarganegaran masih merupakanAntrian Layanan Paspor masalah utama di sekeliling masyarakat asal Indonesia di AS ini. Konsulat RI dalam hal ini juga menyadari bahwa ada warga yang statusnya terkatung katung, memang diakui pada hal hal tertentu KJRI tidak dapat membantu, seperti contohnya pengurusan permanent residence. Khusus untuk kasus kasus seperti ini Pak Konjen menyarankan untuk mengusahakan sendiri , seperti mencari sponsor bagi mereka yang menginginkan status permanent residence di AS. Namun Pak Konjen menegaskan kembali bahwa beliau akan mencoba sekeras mungkin untuk memberi bantuan ke masyarakatnya sebisanya, seperti beberapa contoh kasus kasus yang pernah beliau kerjakan untuk membantu beberapa mahasiswa sewaktu beliau bertugas di negara-negara lainnya sebelum bertugas di Los Angeles ini.

Suasana AudiensiHerman Hemmie dari San Bernardino sempat memberi masukan juga bahwa sangat diperlukan komunikasi yang lebih erat lagi. Hal ini ditanggapi dengan sangat positif oleh KonJen Aang, dan beliau mengatakan bahwa kedatangannya bertatap muka dengan masyarakat San Bernardino dan Redland ini justru untuk membina komunikasi dengan masyarakat Indonesia lebih baik lagi. Dikesempatan ini juga beliau mencoba menjelaskan atau lebih tepatnya mengklarifikasikan insiden yang terjadi diluar kontrolnya atas perubahan jadwal temu muka dengan ketua MPR Amien Rais.di KJRI Los Angeles pada beberapa waktu yang lalu.Dadang Syarief dan Djauhari A. Salam Bagian Paspor KJRI-LA

Acara diteruskan dengan penyuluhan kesehatan oleh PERMIAS LA yang diberikan oleh Dr. Murni Lubis, lulusan Fakultas kedokterang UI dan Spesialis kebidanan FKUI. Dr. Murni berbicara mengenai sistem reproduksi manusia. Kemudian sedianya dilanjutkan oleh Drg. Cortino Sukotjo, lulusan FKG UNPAD, Bandung dan saat ini sedang mendalami program Doktor dibidang Oral Biologi UCLA. Drg. Cortino membawakan ceramah kesehatan bertema Kesehatan gigi dan Mulut. Acara ini dilaksanakan sesuai dengan motto Permias LA yaitu "to learn and to serve". Namun sesi ini terpaksa di jadwal ulang Dr. Murni Lubisberhubung keterbatasan waktu.

Acara ini juga berjalan simultan dengan layanan perpanjangan passport dan pelaporan diri yang diselenggarakan oleh staff Imigrasi KJRI-Los Angeles dibawah koordinasi dari Konsul kepala bidang Imigrasi Bapak Guntoro. Perlu diketahui bahwa layanan passport "cepat-ditempat" ini bukan merupakan kali pertamanya, melainkan telah dilakukan beberapa kali dalam era koordinasi pak Guntoro dan staffnya ini.

Indonesia Media

Kembali ke halaman depan
Kembali ke halaman terbitan lalu