|
||
|
GUS DUR BAKAL MELIHAT LAGI |
|
|
BERITA TANAH AIR LOCAL NEWS MANCA NEGARA POLITIK OPINI BUDAYA & TRADISI IMMIGRASI LEGENDA ENGLISH AMRIK HEMAT & NIKMAT JENAK JENAKA
|
New York , Indonesia Media. Gus Dur bakal mampu
melihat lagi dengan bantuan alat canggih yang baru baru ini di rekayasa para ahli di
Dobelle Institute New York. Mereka telah menemukan cara merelay informasi dari sebuah
camera yang dipasang di kacamata ke electroda yang ditanam kebagian otak yang menerima
stimulasi penglihatan. Metoda ini bisa digunakan pada hampir semua orang yang buta tapi
masih bisa mengindera kilatan sinar putih. Kilatan ini dinamakan "Phospenes"
yang kira kira sama dengan orang biasa melihat kilatan bintang sewaktu kepalanya terbentur
benda keras, atau pada contoh lain pada orang yang merasa sakit matanya melihat terangnya
lampu sorot di stadion. Para peneliti telah mencobanya pada orang yang sudah buta selama
26 tahun, dan sekarang implant electroda itu sudah bekerja selama lebih dari 20 tahun pada
orang percobaan tersebut dan membantunya bernavigasi di ruangan. Rangsangan yang
diberumpan kelectroda itu bukan saja terbatas dari kamera, namun bisa juga dari televisi
atau dari komputer. Dengan alat ini orang buta dapat membaca huruf sebesar 2 inches dari jarak 5 kaki. Bayangan direlay ke komputer yang kecil dan di proses menjadi impuls yang di salurkan electroda ke cortex penglihatan di otak. Alat ini juga digabung dengan sensor sonar jarak jauh yang ditempatkan pada sisi kacamata sebelahnya, dan berhasil membuat si pemakai mengenali ruang disekitarnya. Percobaan telah dilakukan pada tempat keramaian seperti di New York Subway tanpa masalah. Jumlah electroda digunakan sekarang hanya 68 buah, dan sekarang sedang dirancang dengan 256 electroda yang ditempatkan dikedua belahan otak untuk menambah presisi yang lebih tajam gambarnya. Alat ini cukup praktis untuk dipasang pada orang buta, bahkan dapat di lakukan tanpa rawat nginap di rumah sakit. Harganya berkisar antara $35,000-$50,000. banyak cara untuk membuat orang buta bisa melihat lagi diantaranya dengan menggunakan microchip yang ditaruh di retina, namun William Dobelle, kepala dari New York Institute mengatakan tidak banyak orang buta yang masih memiliki retina. Mr Dobelle mulai meneliti dan mengembangkan alat penglihatan ini sejak 1968, hanya akhir-akhir ini perkembangan dunia komputer telah memungkinkan untuk alat ini praktis digunakan. Dobelle mengatakan 95 % dari orang buta dapat ditolong dengan alat ini, hanya sebagian kecil saja dari orang buta yang tak dapat ditolong dengan alat ini karena ketidak mampuan mengindera phospene termasuk yang buta sejak lahir dan angka ini diperkirakan hanya 1% saja. Insya Allah Gus Dur bakal melihat lagi segera. |
|
|
Kembali ke halaman depan Kembali ke halaman terbitan lalu |
|