NextCard Visa



CDnow


 

Peringatan Untuk Operasi Mata:

Sebagian Orang Tidak Cocok Menjalani LASIK

Pertimbangkanlah sebuah peringatan baru mengenai operasi mata dengan laser sebelum anda menyingkirkan kacamata anda dan menjalani operasi mata.

Di antara metode-metode paling terkemuka dalam memperbaiki miopia, atau rabun jauh, adalah operasi LASIK. LASIK merupakan singkatan dari Laser-Assisted in Situ Keratomileusis,” sebuah prosedur pembias laser excimer yang didahului oleh photorefractive keratectomy, atau PRK, yang saat ini masih populer. Perawatan non-laser lainnya yang sebanding adalah astigmatic keratotomy (AK) dan radial keratotomy (RK).

Seorang ahli bedah mata yang terkenal di dunia mengatakan bahwa LASIK khususnya dapat menyebabkan pembengkakan kornea bagi sebagian pasien, yang dapat membuat sang pasien mengalami daya penglihatan lebih buruk dibandingkan dengan sebelum operasi.

Dr. David Schanzlin, dari Shiley Eye Center di University of California, San Diego, merupakan seorang inovator dan pemimpin terkenal di dunia internasional dalam bidang operasi pembiasan. Ia telah melacak efektivitas operasi LASIK sejak pengenalan prosedur ini ke pasar Amerika Utara hampir satu dekade yang lalu.

Meskipun Schanzlin bersyukur karena LASIK telah membantu jutaan orang, ia terperangah oleh cara pemasaran satu ukuran untuk semua orang “buang kacamata anda”, yang telah memberikan kontribusi bagi popularitas LASIK meskipun mengakibatkan kesesatan.

Sebenarnya, prosedur ini tidak cocok bagi pasien-pasien tertentu, ujar Schanzlin, dan ribuan orang berisiko mendapatkan suatu masalah serius – pembengkakan pada kornea mata. Bagi para pasien yang berisiko tersebut, ujarnya, operasi seperti LASIK dapat menyebabkan “para pasien melihat sangat kabur. Mereka mengalami peningkatan rabun jauh dan mereka mungkin mengalami peningkatan astigmatisme.”

Masalah-masalah mungkin muncul 6 bulan hingga satu atau bahkan dua tahun setelah operasi dilaksanakan. “Mereka tidak senang karena telah menjalani operasi dan pandangan mereka pada awalnya baik dan kini tiba-tiba memburuk,” ujar sang dokter.

Kenali ahli bedah anda

Normalnya, komplikasi semacam itu merupakan hal yang sangat jarang, ujar sang dokter, hanya menyerang sekitar 1 dari 10.000 pasien. Masalah tersebut muncul akibat sebagian dokter gagal melakukan pengujian mata secara tepat atau secara menyeluruh sebelum operasi.

Jika seorang pasien menderita suatu masalah kornea yang tidak terdeteksi, risiko bagi komplikasi akibat operasi LASIK meningkat menjadi 1 dalam 1.000. “Kapan saja kita mengeluarkan terlalu banyak jaringan dari kornea, secara struktural kita melemahkan kornea, dan kornea tersebut dapat membengkak seiring dengan berjalannya waktu,” ujar Schanzlin, yang merupakan presiden International Society for Refractive Surgery.

Ahli bedah Shiley Eye Center ini menyarankan para pasien agar meminta apa yang disebut sebuah tes topografi untuk memastikan bahwa korneanya tidak terlalu tipis bagi prosedur ini. Schazlin berpendapat bahwa pengujian tersebut seharusnya standar. Pengujian-pengujian lain yang direkomendasikan antara lain pembesaran bola mata untuk memeriksa bagian belakang mata dan pengukuran mata serta ketebalan kornea. Untuk pengujian terakhir, sang dokter seharusnya memberikan waktu cukup lama bagi mata untuk beradaptasi tanpa memakai lensa kontak bagi suatu pengukuran yang akurat.

Orang-orang yang menderita masalah daya lihat berat tidak dapat diobati secara efektif dengan operasi LASIK. “Ada batasan mengenai sejauh mana kita dapat melakukan perbaikan dengan prosedur LASIK,” ujar Schazlin. “Ada kemungkinan bagi kemunculan masalah pembengkakan kornea,” ucapnya, jika terlalu banyak jaringan yang diangkat dalam usaha untuk membetulkan rabun jauh yang berat.

Pengukuran bola mata juga disarankan. LASIK pada pupil mata yang besar dapat membuat sang pasien melihat cahaya menyilaukan dan lingkaran cahaya, terutama pada malam hari. “Para pasien yang mengalami masalah berlarut-larut biasanya memiliki pupil mata yang sangat besar.”

Banyak pasien yang mengalami suatu tingkat dari efek lingkaran cahaya dan pembiasan dalam cahaya malam hari untuk sesaat – biasanya selama 6 hingga 8 minggu. Namun kondisi tersebut memudar dan akhirnya menghilang. Tingkat komplikasi operasi LASIK mencapai sekitar 5 persen dari pasien yang mengalami masalah,” ujar sang dokter.

“Masalah yang muncul biasanya dikarenakan pemilihan pasien yang buruk. Di tangan seorang ahli bedah berpengalaman, tingkat komplikasi dalam prosedur ini sekitar 0,6 persen.”

Pertimbangkan latar belakang

Dokter Schazlin mengatakan bahwa operasi LASIK menghabiskan biaya sekitar $1.500 per mata, dan sebaiknya anda bersikap curiga pada angka tawaran di bawah itu. “Saya akan waspada terhadap suatu situasi di mana sang dokter begitu berminat untuk menjalankan prosedur ini dan menjadwalkan operasi,” ujar Schazlin.

Reputasi dan surat kepercayaan dari seorang ahli bedah – bukannya harga termurah yang ditawarkan – merupakan hal penting untuk mengurangi risiko. “Menemukan seorang dokter selalu merupakan hal yang sulit,” ujarnya dengan menyarankan bahwa dokter pribadi merupakan tempat awal yang bagus untuk meminta rujukan-rujukan.

Schanzlin menyarankan agar pasien menanyakan pada dokter bersangkutan dalam suatu wawancara pendahuluan siapa yang akan melaksanakan pengujian pra-operasi, apakah pisau yang sama akan digunakan untuk kedua mata, apakah sang dokter akan mengenakan sarung tangan steril, dan persiapan sterilisasi lain apa yang akan dilakukan untuk meminimalisir infeksi.

Indonesia Media

 
         
       
FastCounter by bCentral