Anda tentunya pernah diundang orang makan direstoran
Chinese dan biasanya kalau undangan resmi makan dimeja, selalu disediakan
mangkok, piring dan sumpit. Biasanya ada diantara kita yang sudah lama di
Indonesia selalu makan dengan sendok garpu. Tetapi kalau yang undang makan
itu pakai sumpit untuk makan, biasanya kita akan berusaha untuk mengikuti
tata cara ala Chinese yaitu dengan mangkok dan sumpit.
Dibawah ini saya ingin memberikan beberapa peraturan
dasar (tip) untuk makan didalam masyarakat (lingkungan) Chinese.
1. Janganlah anda menunjuk sesuatu dengan sumpit. Itu
sangat tidak sopan dan penghinaan bagi tuan rumah atau orang-orang yang
makan dimeja itu.
2. Jangan menaruh sumpit secara didirikan diatas
mangkok nasi, kelihatannya seperti "hio’’, yang ditaruh untuk
sembahyang arwah.
3. Jangan memakai sumpit anda untuk mengaduk-aduk
sayur yang ada dipiring sayur, misalnya anda ingin mencari-cari daging/
sayur tertentu dipiring tersebut dengan mengaduk-aduk atau
meminggir-mingirkan makanan yang lain, sehingga anda dapat mengambil
daging/ sayur bagian tertentu yang anda sukai. Seharusnya, yang baik dan
sopan adalah langsung melihat sayur/ daging yang ada dibagian atas dalam
piring itu dan langsung diambil dengan sumpit tanpa menyentuh isi dalam
piring ( sayuran/ daging ) yang lain. Sikap "wait and see’’,
lebih disarankan kalau anda ingin mengambil, misalkan daging dada atau
sayap ayam, tunggu dagingnya sudah kelihatan baru diambil.
4. Tuan rumah (host) yang baik adalah mereka yang
selalu mengisi/ memenuhi mangkok/ piring dari tamu-tamunya dengan
makanan-makanan. Karena itu umumnya mereka akan memesan makanan secara
berlebihan, karena prinsip mereka adalah lebih baik makanan tersisa
banyak daripada kehabisan/ kekurangan makanan waktu menjamu tamu.
5. Tuan rumah biasanya menghormati tamu kehormatannya
dengan bagian makanan yang terbaik dari makanan-makanan yang tersedia.
Dia akan mengambil makanan tersebut dengan sumpit umum. (bukan sumpit
pribadi dari tuan rumah) atau kalau tidak ada sumpit umum, dengan bagian
atas dari sumpit pribadi tuan rumah, yang tidak menyentuh mulut tuan
rumah Makanan-makanan yang spesial itu misalnya tiram (haisom), sarang
burung, pipi ikan, abalone (paohi)
6. Kalau anda sudah kenyang dan tuan rumah masih saja
memberi makanan kepiring kita atau ada makanan yang anda kurang suka
(misalkan lidah-bebek, perut ikan), kita harus menerimanya dalam piring
dengan sopan dan senang hati. Kalau nantinya makanan yang diterima itu
tidak termakan sama sekali, itu akan menunjukan bahwa anda tidak perduli
dengan makanan tersebut. Sebaiknya cicipi sedikit.
7. Makan meja (Chinese Banquets) biasanya
terdiri dari 10 sampai 20 macam makanan yang disajikan berturut-turut (
tidak sekaligus dikeluarkan semua), satu persatu disajikan. Karena itu
umumnya pesta makan meja ini bisa berlangsung lama, kira-kira 2 jam
keatas.
Acara dianggap selesai ketika tuan rumah sudah berdiri
dan mengajukan "toast’’ terakhir. Langsung saja tamu-tamu
boleh mulai meninggalkan ruangan.
Bagi pemula yang ingin belajar menggunakan sumpit,
ikutilah beberapa petunjuk dibawah ini;
1. Peganglah sepertiga dari bagian sumpit yang akan
kita gunakan.
2. Letakan diantara ibu jari dan jari kelingking.
3. Ibu jari menekan bagian sumpit, agar pegangan kita
pada sumpit menjadi stabil.
4. Kemudian ambil sumpit yang satunya lagi atau yang
kedua
5. Letakan antara ibu jari dengan telunjuk.
6. Jari tengah memegang peranan untuk menggerakan
sumpit hingga bisa bergerak lincah, ingat kedua sumpit dipegang dalam
satu tangan.
7. Berlatihan menyumpit dengan mengambil kacang.
(Indonesia Media)