|

BERITA TANAH AIR
-Kronologis Krisis Indonesia
-Prasangka Rasial
-Sweeping terhadap Militer
-Beri Jalan Orang Tionghoa
LOCAL NEWS
-M. Pakpahan di Loma Linda
-TNI berbadan tanpa jiwa
-Sejenak bersama Virgo H.
-Kunjungan dekan FKG Trisakti di L.A.
-Pengungsi Menjadi Gubenur Jendral
-Malam Sukuran CHI
MANCA NEGARA
-Sejarah keturunan Tionghoa yang terlupakan
OPINI
-Kenapa Tionghoa Indonesia jadi kambing hitam
-Demokrasi dan keberanian moral
BUDAYA & TRADISI
-Tip Gunakan Sumpit
IMMIGRASI
-Kelanjutan Status Asylum
ENGLISH
-Wen Ho Lee's Daughter Speaks Out
AMRIK
-Thanksgiving
JENAK JENAKA
-Jakarta Orde Baru
-Rencana Penyerbuan
|
|
October
20, 1999
Berikut
ini adalah kronologis dari sosial dan Finansial yang telah terjadi di
Indonesia.
1997
Juli: Krisis ekonomi
di Asia turut menghantam Indonesia yang pada waktu sebelumnya dollar AS
baru sekitar Rp.2400.
Oktober 31: IMF
mengumumkan bantuan $40 milyar untuk perbaikan ekonomi Indonesia, yang
selanjutnya ditambah menjadi $45 milyar.
1998
22
Januari:
Rupiah tembus 17.000,- per dollar AS, IMF tidak menunjukan rencana
bantuannya setelah mempelajari tanda tanda Presiden Soeharto akan menunjuk
Men Ristek Habibie sebagai Cawapres untuk mendampinginya.
12 Februari:
Suharto menunjuk Wiranto, Jenderalnya yang dianggap setia menjadi Pangap.
10 Maret:
Suharto terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun yang ketujuh kali
dengan menggandeng Habibie sebagai Wapres.
4 Mei: Harga BBM
meroket 71% disusul 3 hari huruhara di Medan dengan korban sedikitnya 6
meninggal.
9 Mei: Suharto
berangkat seminggu ke Mesir.
12 Mei: Tentara
menembak mati 4 mahasiswa Trisakti saat protes.
13-14 Mei: Huruhara
total di Jakarta yang diduga keras direkayasa , menyebabkan kematian tidak
kurang dari 1200 jiwa , dan pembakaran, penjarahan , serta perkosaan
wanita keturunan Tionghoa sebanyak tidak kurang dari 167 orang. Ketika
Suharto pulang dari Mesir , dia disuruh turun oleh mahasiswa.
21 Mei : Suharto
lengser dan melemparkan kekuasaannya kepada Habibie.
22 Mei: Habibie
mengangkat kabinetnya termasuk menteri menteri bekas kabinet Suharto,
hanya tidak menyertakan Tutut dan sanak keluarganya Suharto.
1 Juni: Habibie
bersabda akan mengusut kasus korupsi selama pemerintahan Suharto,
sedangkan banyak demo menuntut agar Suharto segera diadili .
17 Juni: Rupiah
kembali tembus Rp17.000/ dollar AS.
21 September : Suharto
ditanyai tentang kekayaannya , dan setelah itu masih diminta keterangannya
beberapa kali di kediamannya.
24 September : Paris
Club menjadwal ulang hutang Indonesia $4,2 milyar , laju inflasi Indonesia
mencapai 82.4% per tahun pada bulan September.
29 September : Jakarta
mennyiasati rekapitalisasi bank.
9 November :ABRI
menyatakan akan berangsur kembali ke barak, sesuai dengan keinginan
mahasiswa untuk menghapuskan Dwifungsi ABRI.
10 November: Sidang
khusus MPR mulai membahas pemilu dan reformasi politik.
12-13 November : Kasus
Semangi, Mahasiswa bentrok dengan polisi/tentara dekat gedung MPR ,
sedikitnya 11 mati akibat kekerasan ini.
22 November: Lagi
diduga keras rekayasa, kasus Ketapang di Jakarta , bentrokan antara etnis
Ambon Kristen dengan Muslim, huruhara merambat kemana mana dengan
pembakaran gereja dan sekolah , yang memakan korban sedikitnya 13 orang
mati..
1999
3 Januari: Sedikitnya
25 mati dalam bentrokan beberapa hari di Aceh, selanjutnya pembantaian
berlangsung terus sepanjang 1999.
19 Januari:
Muslim dan Kristen berperang di Ambon yang berlangsung berbulan bulan
ratusan jiwa melayang, puluhan ribu mengungsi keluar dari Ambon.
27 Januari: Jakarta
mengatakan akan memberi referendum untuk Timtim.
28 Januar: MPR
menetapkan pemilu pada bulan Juni, dan mengesahkan partai partai baru yang
akan ikut dalam pemilu.reformasi.
10 Februari: Xanana
Gusmao pemimpin perjuangan kemerdekaan Timor Leste, dipindahkan dari rumah
tahanan Cipinang ke tahanan rumah di Jakarta. Indonesia kemudian
merencanakan pembebasannya setelah mempelajri untung ruginya, dan atas
tekanan Internasional. Di Timtim mulai terbentuk barisan Militia
Prointegrasi (anti kemerdekaan).
13 Maret: Pemerintah
menutup 38 bank yang sakit parah.
18-26 Maret : Kasus
Sambas, lagi bentrokan antar suku pribumi Dayak dan suku nonpri (Madura)
sebagai kaum pendatang, sedikitnya 176 tewas, dan ribuan mengungsi
menimbulkan masalah yang berkepanjangan.
17 April : Militia pro
integrasi membunuh lusinan pemimpin pro kemerdekaan Timtim.
3 Mei: ABRI/TNI
memberondong kelompok protes yang tak bersenjata di Aceh, mengakibatkan 42
mati, kekerasan terus berlanjut.
5 Mei: Indonesia dan
Portugal meneken kesepakatan di PBB untuk memberi kesempatan Referendum
(jajak pendapat) untuk Timtim.
19 Mei: Mulai kampanye
pemilihan umum Juni'99, keamanan dijaga ketat.
7 Juni: Pemilu pertama
yang dirasa paling demokratis sejak 1955, walaupun masih banyak penghamburan uang (untuk beli suara) diluar jawa, namun
secara garis besar cukup sukses. Hanya di Aceh banyak yang memboikot
pemilu , dan meminta Referendum untuk Aceh.
20 Juli: Suharto masuk
rumah sakit setelah kena serangan stroke.
3 Augustus: Habibie
meresmikan hasil pemilu yang terseok seok perhitungan suaranya dan
tertunda satu setengah bulan. Hasilnya diakui kemenangan pada kubu PDI-P
Megawati.
6 Augustus:
Menteri keuangan, Bambang Subianto mengakui adanya kejanggalan dalam
rekapitulasi hutang Bank Bali. Skandal menunjukan keterlibatan orang orang
Habibie, hal ini membuat IMF dan Bank Dunia menunda kucuran dannya kepada
Indonesia.
30 Augustus:
Referendum dilaksanakan untuk Timtim setelah dua kali penundaan, akibat
kekerasan yang berlangsung sewaktu kampanye.
4 September : PBB
mengumumkan hasil referendum dengan 78,5% masyarakat Timtim memilih
merdeka, prointegrasi mengamuk, pembantaian dimana mana, terjadi
pembumihangusan tanah Loro Sae, semua orang asing , termasuk staff PBB
(Unamet) keluar dari Timtim. Undang undang darurat diberlakukan . Tentara
Indonesia dicurigai membantu militia dalam kekacauan ini.
7 September :
Indonesia membebaskan Xanana Gusmao.
15 September : PBB
menyetujui Australia memimpin Interfet (pasukan multinasional penjaga
perdamaian), hal ini memicu anti Ausie di Indonesia.
20 September : Tentara
PBB mendarat menguasai Timtim.
23-24 September : Lagi
kekerasan terjadi di MPR/DPR , dan beberapa kota , yang memprotes RUU PKB
(Penanggulangan keadan bahaya), yang berisikan semacam Militer berhak
menguasai keadaan kalau terjadi kegentingan dalam negara. Hal ini
dikhawatirkan oleh rakyat , bahwa militer akan menggunakan RUU PKB untuk
melegitimasi kesewenangannya.
1 Oktober : MPR mulai
bersidang untuk persiapan pemilihan presiden baru. Amien Rais terpilih
menjadi ketua MPR.
2 Oktober :
Pemilihan presiden ditetapkan tanggal 20 Oktober 1999, dengan capres
unggulan ; Habibie, Megawati, dan Gus Dur. Megawati adalah pilihan teratas
dalam polling yang dilakukan di masyarakat.
11 Oktober :
Penyelidikan korusi Suharto dihentikan oleh pemerintah , karena tidak
cukup bukti, disertai dengan penerbitan SP3.
13
Oktober : Habibie
merangkul Wiranto sebagai cawapresnya.
14 Oktober : Habibie
memberikan pidato pertanggung jawabannya yang tidak populer, dan
disinyalir penuh dengan angka angka yang tidak tepat. Demo semakin marak,
ramai menolak pidato pertanggung jawaban presiden Pada hari yang sama
diterbitkan SP3 , untuk menghentikan kasus Tommy Suharto juga karena
kurang bukti..
18 Oktober : Wiranto
menolak sebagai cawapresnya Habibie.
20 Oktober : MPR
memilih Gus Dur sebagai presiden , aksi unjuk rasa dimana mana, Solo
kembali menyala, Jakarta mandi molotov dan bom mobil menewaskan jiwa
manusia. Bali yang biasanya paling aman, juga dilanda kerusuhan di
Singaraja, Denpasar dan Gilimanuk. Surabaya, Yogya, mengambil ancang
ancang, Ujung Pandang minta dikembalikan ke Makasar, Aceh menagih
referendum. Rakyat yang umumnya mengharapkan Megawati membludak kejalan
dengan sangat emosionil .
21 Oktober : Mega
akhirnya diluluskan menjadi Wapres, Seluruh kerusuhan menyurut. Roda
perekonomian mulai kembali bergulir ditandai dengan menguatnya nilai tukar
Rupiah
22 Oktober : Mahasiswa
kembali berdemo untuk mengingatkan kembali kepada pasangan presiden ini
agar benar benar melaksanakan janji reformasinya. |