|
|
|
|
||||
|
Agus WK, Pangkostrad 126 Hari
detikcom - Jakarta, Cukup singkat nampaknya Letjen Agus Agus WK menjadi orang nomor satu di Kostrad. Dia menerima jabatan Pangkostrad dari Letjen Djaja Suparman Rabu (29/3/2000). Agus harus menyerahkan jabatan Pangkostrad kepada Mayjen Ryamizard Ryacudu Selasa (1/8/2000). Sebelum menjabat Pangkostrad, Agus menjabat Pangdam VII/Wirabuana. Semasa menjabat sebagai Pangkostrad, Agus juga mendapat terpaan isu beberapa kali. Terakhir, isu menerpanya pada Juni sebelum mutasi TNI yang melibatkan sekitar 60 perwira tinggi diumumkan. Kala itu, beredar kabar Agus akan dikotakkan dan akan diganti menantu mantan Wapres Try Sutrisno, Mayjen Ryamizard Ryacudu. Saat itu, Agus dikabarkan akan menempati pos baru di Kodiklat TNI di Bandung. Penggeseran itu juga dikaitkan dengan beredarnya dokumen Bulak Rante yang melibatkan dirinya dan juga sahabatnya, Mayjen Saurip Kadi yang saat itu menjabat Aster KSAD. Namun, kebenaran keberadaan dokumen Bulak Rante itu dibantah Agus. Dan, memang pada saat mutasi itu diumumkan Jumat (16/6/2000), nama Agus tidak terbukti digeser. Agus tetap bertengger di posisi Pangkostrad. Namun, Saurip Kadi dikotakkan menjadi pati di Mabes TNI. Padahal Agus sedang giat-giatnya membongkar korupsi di Kostrad sebesar Rp 135 miliar. Menurut pengamat politik militer MT Arifin, penggantian Agus tersebut tidak ada hubungannya dengan korupdi di Kostrad tersebut. Mutasi saat ini, menruut MT, lebih banyak sebagai langkah pimpinan TNI untuk mengatasi dan memotong intrik di tubuh TNI. Tapi, Arifin mengakui klik Wiranto juga bermain. Lantas ke manakah Agus akan dimutasikan? Masih belum jelas. Banyak kabar yang beredar, Agus dicarikan tempat di Dephankam. Agus juga mengaku tidak tahu akan ditempatkan di mana dirinya. “Saya belum tahu. Tapi, saya menyerahkan sepenuhnya kepada Panglima TNI dan Kasad. Saya menaruh kepercayaan penuh kepada pimpinan TNI. Mungkin ini yang terbaik,” jelas Agus kepada detikcom. (asy/IM)
|
Berita Lainnya: Piagam Jakarta tak masuk UUD'45 Radius saksi kunci harta Soeharto Gus
Dur: Wawancara
dengan Ester Jusuf:
|
||||
|
|
||||||