|
|
|
|
||||
|
Gus Dur: Budaya sebagai Pemersatu Bangsa TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam pembukaan Pekan Budaya dan Pameran Persatuan Nasional hari ini (19/8) di Jakarta mengatakan, saat ini peran budaya begitu penting dalam menciptakan suatu proses persatuan yang kokoh bagi bangsa. “Jadi bisa mencapai apa yang dikatakan oleh Bung Karno bahwa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari bermacam-macam budaya, suku, tetapi tetap satu,” kata Gus Dur. Sekarang ini, kata Gus Dur, bangsa Indonesia perlu kembali menghidupkan akar-akar budaya yang mulai punah. Hal ini penting dalam rangka menghadapi proses globalisasi dan persaingan dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab, akar-akar budaya itu dapat menciptakan kepribadian bangsa yang kokoh dalam menghadapi persaingan global. Namun, budaya bukan berarti menciptakan keseragaman. Di dalam budaya tetap harus ada pandangan-pandangan yang berbeda untuk lebih memajukan budaya itu sendiri. “Jadi kalau ada perbedaan itu hal yang biasa dalam proses menumbuhkan budaya bangsa,” kata Gus Dur lagi.
Untuk diketahui, Pekan Budaya dan Pameran ini akan berlangsung hingga 25 Agustus mendatang. Dalam acara itu akan ditampilkan beragam kegiatan seni tari dari ke-27 provinsi ditambah seni tradisional Barongsai. Selain itu juga akan dipamerkan kerajinan tangan dari seluruh wilayah nusantara. Pameran ragam kerajinan ini juga dimaksudkan untuk membentuk kepribadian bangsa: berbeda-beda tapi satu jua.
(OS/ Indonesia Media) |
Berita Lainnya: Piagam Jakarta tak masuk UUD'45 Radius saksi kunci harta Soeharto Wawancara
dengan Ester Jusuf:
|
||||
|
|
||||||