NextCard Visa
Join All Advantage Now!



CDnow


 

Oknum TNI/Polri Terlibat Pengeboman

Arbi Sanit: Keluarga Cendana Patut Dicurigai

Jakarta Indonesia  Media sumber (Bali Post) -
Tampaknya sinyalemen Jaksa Agung Marzuki Darusman bahwa ada oknum TNI terlibat dalam serangkaian pengeboman dan teror politik belakangan ini, mulai menunjukkan kebenarannya.

Kapolri Komisaris Jenderal Pol. S. Bimantoro secara tegas mengatakan, oknum TNI/Polri memang terlibat dalam peledakan sejumlah bom di Jakarta yang berhasil ditangkap Polda Metro Jaya, Sabtu (23/9). Penegasan Kapolri itu disampaikan di Jakarta, Senin (25/9) kemarin, usai menghadap Wapres Megawati Soekarnoputri. Menurut Kapolri, dalam peledakan bom tersebut terlibat oknum TNI/Polri,. ''Seperti ditangkapnya Irwan dan Ibrahim AMD Abdul Manaf, dua pelaku pengeboman yang tertangkap di Bandung, yang sempat diwarnai tembakan karena melakukan perlawanan itu adalah oknum militer. Namun, ia mengelak untuk menyebutkan dari kesatuan mana oknum militer tersebut.

Sementara 25 orang yang ditangkap di Jakarta murni sipil semua,'' ucapnya.

''Kami masih terus menyelidiki, apakah kasus ini ada kaitannya dengan GAM, peristiwa di Medan atau keluarga Cendana. Demikian pula mengenai otak dari peledakan bom itu,'' katanya.

Menyinggung keterlibatan Tommy Soeharto dalam peledakan itu, kata Kapolri, pemeriksaan sampai saat ini belum mengarah pada keterlibatan putra bungsu mantan Presiden Soeharto tersebut.

Pengamat politik dari UI Arbi Sanit minta agar polisi juga mengungkap donatur atau cukong yang selama ini membiayai aksi pengeboman tersebut. Soalnya, tidak tertutup kemungkinan para cukong ini akan mencari orang lain lagi sebagai pelaksana lapangan, ketika orang-orangnya di lapangan saat ini telah tertangkap polisi. Ia masih tetap pada keyakinannya, keluarga Cendana masih patut dicurigai terlibat dalam aksi pengeboman tersebut.

Hal yang hampir senada pun diungkapkan Jaksa Agung Marzuki Darusman. Menurutnya, kerja keras polisi yang telah berhasil mengungkap pelaku peledakan bom, patut dihargai. Apalagi, telah ditemukan indikasi keterlibatan oknum TNI dalam kasus itu.

Mantan Direktur BIA A.C. Manulang tetap berkeyakinan, otak peledakan bom di sejumlah tempat, termasuk di BEJ, merupakan orang militer atau setidaknya orang sipil yang dilatih secara militer. ''Dalam literatur intelijen, peristiwa pengeboman itu pasti terlatih secara militer, berdisiplin tinggi dan mempunyai latihan khusus,'' ujar mantan intelijen yang menguasai lima bahasa asing ini.

Mengenai pelaku peledakan bisa saja orang suruhan, Polri harus cari siapa sponsornya, siapa perencananya dan untuk apa mereka melakukan pengeboman itu,'' tandas Manulang.

Tersangka Lain

Polda Metro Jaya kini memburu 12 tersangka lain yang tergabung dalam Gerombolan Sipil Bersenjata. Dari 12 tersangka itu, lima di antaranya disinyalir dari militer, kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Pol. Nurfaizi.

Kapolda sejak Senin kemarin melanjutkan pemeriksaan terhadap 25 orang yang ditangkap lebih dulu, dan kini pemeriksaan mulai mengarah ke aktor intelektual, penyandang dana maupun penggerak aksi mereka. ''Diharapkan dengan diketahuinya aktor intelektual di balik kasus peledakan yang akhir-akhir ini makin marak terjadi di Jakarta, bisa terungkap,'' jelasnya.

Kapuspen TNI Marsda Graito Usodo secara terpisah mengatakan, dirinya sudah mengetahui dari Polri mengenai anggotanya yang tertangkap karena diduga sebagai pelaku pengeboman. Mabes TNI akan mendukung penuh upaya penyidikan selanjutnya oleh Polri. TNI tidak akan menutup-nutupi lagi. ''TNI sangat welcome mengenai pemeriksaan anggota TNI yang diangap terlibat. Buktinya sudah banyak, seperti para jenderal yang diperiksa Polri,'' kata Graito Kata Kapuspen, TNI akan membantu sepenuhnya pengusutan tersebut. Bahkan, dalam penangkapan 25 tersangka kasus peledakan gedung BEJ, pihak intelijen TNI juga ikut bergabung. ''Kami sudah melakukan koordinasi dalam hal ini,'' tegasnya.

(BP/IM)

 

Berita lainnya:

Inilah dokumen "pegangan" Gus Dur

BMKC dan obat Tionghoa

Dugaan Soeharto terlibat G30S PKI makin kuat

Keterlibatan Soeharto dalam G30S

Demo, Demo, Demo

Singkat Padat rangkuman berita tanah air

         
       
FastCounter by bCentral