BERITA TANAH AIR
 LOCAL NEWS
 MANCA NEGARA
 OPINI
 BUDAYA&TRADISI
 IMMIGRATION
 TOKOH
 ENGLISH
 KOMIK
 AMRIK
 HEMAT & NIKMAT
 JENAK JENAKA
 PENGALAMAN
 FAMILI & PARENTING

Tamu Dari RRT

Pontianak. April 9 ,2000 Direktur Liaison Department, China Overseas Exchange Association membawa rombongan kecil sejumlah 5 orang dalam sebuah tim survey mengunjungi Indonesia. Tim terdiri dari 1 orang Deputy Division Chief of Liaison Department, China Overseas Exchange Association, 1 orang Deputy Division

Chief of Liaison Division Fujian Overseas Exchange Association, 1 orang Council Member, Guangdong Overseas Exchange Association, 1 orang Secretary of Research Department, China Overseas Exchange Association, dan 1 orang Sekretaris Kedua Kedutaan Besar RRT di Jakarta. Pada tgl. 5 April, 2000, rombongan tiba di Kalimantan Barat, setelah lebih dahulu mengunjungi Surabaya, dengan maksud mengunjungi Pontianak dan Singkawang. Semua keperluan akomodasi dibantu pengaturannya oleh Perkumpulan Sosial Marga Bhakti Kalimantan Barat. Tim tersebut bermaksud memahami segala yang berhubungan dengan perkumpulan-perkumpulan Tionghoa dan agama serta kepercayaan Tionghoa. Caranya ialah dengan mengunjungi dan mengadakan temu wicara dengan pengurus-pengurus perkumpulan, pemuka-pemuka agama, pemuka-pemuka masyarakat, walikota dan DPRD. Semua pertemuan berbentuk dinner-party dengan musik karaoke dan musik hidup Tionghoa tradisional yang memang masih terpelihara di Kalimantan Barat. Rombongan meninggalkan Kalimantan Barat menuju ke Medan pada tgl. 8 April, 2000.

Suasana pertemuan terkesan hangat dan penuh persaudaraan, meskipun masing-masing pihak juga terkesan cukup hati-hati dalam mengemukakan pendapat. Kami sendiri sebenarnya dari semula sudah membawa pikiran-pikiran yang skeptis.

Dari pidato Ketua Tim ditambah beberapa penjelasan anggota tim yang singkat-singkat atas pertanyaan hadirin, Kami membetik beberapa catatan sebagai berikut:

  1. Pemerintah RRT menganggap orang Tionghoa di Indonesia sebagai kerabat dekat, Qin1qi0 (saya tidak mendengar kata Tongbao), dan sebab itu menaruh perhatian tersendiri akan kehidupan orang Tionghoa di sini sebagaimana kerabat.

  2. Pemerintah RRT merasa bergembira bahwa rakyat Indonesia, terutama masyarakat Tionghoa telah melewati suatu masa kehidupan yang sulit dan sedang menuju ke masa depan yang lebih baik di bawah Presiden Gus Dur. Pemerintah RRT berharap masyarakat Tionghoa di Indonesia bisa lebih  mengutamakan menjalin kebersamaan dengan masyarakat lain sehingga dapat bersama-sama membangun negara dan bangsa.

  3. Karena banyaknya keturunan Tionghoa yang hidup di Asia Tenggara, maka kepentingan RRT adalah persahabatan sejati dengan negara-negara Asia, terutama Asia Tenggara. Banyak negara yang ingin menjalin hubungan investasi dengan Indonesia sangat memperhatikan sikap hubungan RRT dengan Indonesia. Jepang baru akan mulai jika RRT sudah mulai.

  4. Dengan mengusahakan persahabatan antara RRT dan Indonesia yang sebaik-baiknya, diharapkan kesan sebagian rakyat Indonesia yang negatif terhadap RRT akan berubah menjadi kesan positif. Dengan demikian diharapkan juga bahwa kesan negatif sebagian rakyat Indonesia terhadap orang Tionghoa (Warganegara Republik Indonesia keturunan Tionghoa) juga akan berubah menjadi positif. Sudah dimulai dan akan dilanjutkan usaha mengundang para pemimpin agama Islam untuk berkunjung ke RRT supaya dengan demikian mereka bisa lebih memahami orang Tionghoa dan meneruskan paham yang baik ini kepada umatnya.

  5. Dalam membangun persatuan bangsa, RRT sangat memperhatikan hak-hak suku-suku minoritas dengan memberikan keistimewaan tertentu kepada mereka yang tidak diberikan kepada orang Han, dengan demikian ternyata suku-suku minoritas merasa tidak asing dan bersemangat dalam pembangunan bangsa dan negara. Diharapkan Indonesia bisa melihat ini sebagai suatu cara yang baik dalam memperhatikan hak-hak sipil dari berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia.

  6. Kota Surabaya sudah menjalin kerjasama resmi dengan kota Shanghai sebagai kota-saudara (sister-cities). Demikian pula kota Medan dengan kota Guangdong. Diharapkan kota Pontianak pun mau menjalin kerjasama seperti itu dengan kota Shantou.

  7. Kedatangan tim survey juga ingin mendapat masukan kemungkinan investasi yang bisa dilakukan RRT di Indonesia. Investasi yang diharapkan di bidang pertanian dan perkebunan, teknologi, dan kebudayaan. Dalam hal kebudayaan termasuklah mengembangkan pengajaran bahasa Mandarin, pertukaran berbagai macam kesenian, sejarah, dan sebagainya.

  8. Bahan-bahan pengajaran bahasa Mandarin untuk Indonesia sedang dikembangkan oleh Universitas Indonesia bekerjasama dengan RRT.

Tidak semua anggota tim pandai berbahasa lain selain Mandarin. Yang bisa berbahasa Indonesia ialah yang dari kedutaan. Ada dua, yaitu Direktur Liaison Department dan Deputy Division Chief of Liaison Department, yang bisa berbahasa Inggeris. Yang lain hanya berbahasa Mandarin dan dialek mereka masing-masing. Percakapan dalam pertemuan memang hampir semua pakai bahasa Mandarin selain bahasa Teociu. Generasi muda Tionghoa yang ikut pertemuan tidak bisa berbahasa Mandarin dan dialek Teociu yang asli (dialek Teociu di sini sudah banyak bercampur dengan istilah-istilah bahasa Indonesia), sehingga mereka menggunakan bahasa Ingeris.

Sempat kami tanyakan beberapa hal waktu semeja dengan orang kedutaan dan kemudian waktu semeja dengan Deputy Division Chief of Liaison Department.

1. Tanya: Waktu kejadian Mei 1998, mengapa RRT samasekali tidak bersuara?

Penjelasan: RRT sebenarnya sangat prihatin. Hubungan RRT - Indonesia waktu itu masih rapuh. RRT sudah mengalami yang tidak enak, dikatakan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia waktu kerusuhan Medan sebelumnya. Diyakini RRT bahwa suara terbuka justru tidak menolong orang Tionghoa saat itu melainkan ada kemungkinan merugikan. Maka waktu kerusuhan Mei 1998, suara RRT hanya disampaikan secara individual oleh kedutaan besar kepada pejabat-pejabat negara seperti Habibie, dan sebagainya.

2. Tanya: Apa komentar anda tentang korupsi yang katanya semakin merajalela di RRT?

Penjelasan: Korupsi memang sulit bagi setiap negara. Kami sudah menghukum dan menyingkirkan banyak pejabat yang terbukti bersalah. Kami tetap berupaya menegakkan birokrasi yang sederhana dan bersih.

3. Tanya: Apa komentar anda tentang urbanisasi yang semakin besar di RRT?

Penjelasan: Memang ini gejala yang masih sedang diupayakan untuk diatasi. Pertanian dan perkebunan semakin maju sehingga menjadi semakin mekanis. Tenaga manusia jadi kurang diperlukan di pedesaan. Orang berbondong-bondong mencari nafkah ke kota-kota. Diupayakan agar desa-desa yang sudah maju pun bisa menjadi kota, namun usaha ini masih terasa kalah cepat.

4. Tanya: Apa komentar anda tentang kritik-kritik tajam USA tentang HAM di RRT?

Penjelasan: Kami akui walaupun sudah diusahakan sebaik-baiknya, namun dalam pembangunan ada hal-hal yang masih kurang. HAM termasuk salah satunya. Kami berprinsip HAM harus ditegakkan baru negara dan bangsa bisa lebih baik, tetapi tidak boleh mereka memakai dalih HAM untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain! Itu yang kami tidak setuju.

Waktu kami menemani Tamu RRT ini, ada juga beberapa orang Tionghoa di sini berpendapat kami harus hati-hati, jangan terlibat politik yang mungkin bisa berbahaya atau orang daratan Tiongkok itu perlu diwaspadai. Namun setelah kami tanya apa alasannya, mereka tidak bisa memberikan jawaban yang nyata.

 Jim/Leo/Indonesia Media

 


Indonesian Version

Baca Juga Artikel:

Presiden Gus Dur Berhentikan Sukardi & Jusuf Kalla

Kejagung Sita Kekayaan Soeharto

Wiranto Pensiun

Pengacara & Tim dokter Soeharto terancam hukuman 5 tahun

Ganti rugi Kedungombo tak manusiawi

Tutut Diperisa Kejagung; Bambang Tri ke Kejagung; Syamsir Akhirnya Diperiksa; Yorrys Raweyai Ditahan;5 mantan pejabat orba diperiksa

Ruang tahanan Bob Hasan pakai 4 kunci

Gerakan Salafi yang keblinger

POSO Rusuh!

Arab Protes Laskar Jihad

Jangan mimpi geser Gus Dur

"Beri Menko Ekuin Wewenang Penuh"

Bentrok antarkelompok di pesisir Galela

70% Hakim Jakarta Dimutasi

Hakim Impor Diperlukan

Hakim seluruh Jakarta akan dipindahkan

380 Anggota DPR RI Tidak bayar pajak

Peruri bantah tuduhan cetak uang palsu

Letjen TNI Johny Lumintang tantang Prabowo

Selamat Bagi Ketua Umum PGI

 


FastCounter by bCentral