|
|
|
|
||||
|
|
|
|
||||
|
BERITA TANAH AIR |
Prof. Sumitro Djojohadikusumo: “Beri Menko Ekuin Wewenang Penuh” TEMPO, Jakarta: Hasil kerja menteri-menteri ekonomi sekarang ini, menurut begawan ekonomi Indonesia, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, sudah cukup baik. Termasuk juga Menko Ekuin Kwik Kian Gie, yang belakangan paling banyak dikritik, karena dianggap lamban dan kurang mampu mengkoordinasi menteri-menteri ekuin. Hal tersebut dikatakan Sumitro pada peluncuran bukunya Jejak Perlawanan Begawan Pejuang, di Gedung Perpustakaan Nasional, Selasa (18/4). “Menteri-menteri ekonomi itu secara individu baik semua. Yang paling penting sekarang ini, menetapkan prioritas utama. Menko Ekuin harus diberikan wewenang penuh untuk menetapkan prioritas utama dalam pemulihan ekonomi kita,” ujar Pak Cum, panggilan akrab Sumitro yang juga salah satu peletak dasar ekonomi Indonesia. Ia menambahkan, kalaupun koordinasi antarmenteri ekonomi berjalan baik, tapi kalau skala prioritasnya tidak jelas, maka pemulihan ekonomi juga tidak akan jalan. Hal kedua, menurut Sumitro, yang tidak kalah pentingnya dengan skala prioritas, adalah dukungan politik. “Presiden harus bisa memaksakan, agar skala prioritas itu bisa berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya. Ketika ditanya apakah kedua hal tersebut sudah ‘jalan’ di pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid saat ini, Sumitro menjawab “Wah, saya kurang tahu ya.” Tapi dirinya berpendapat, pressure yang dilakukan oleh masyarakat terhadap pemerintah masih kurang. “Mumpung masih ada waktu, kan pemerintahan Gus Dur baru berjalan enam bulan,” katanya lagi. Soal isu adanya pihak tertentu yang ingin menggusur Gus Dur dari kursi kepresidenan, Sumitro sama sekali tidak menyetujui rencana tersebut. “Kita harus fair-lah. Kan kasihan, orang baru memimpin enam bulan harus menyelesaikan kebobrokan selama 32 tahun,” katanya. Dari sisi politik, ia menilai hasil kerja Gus Dur sudah baik. Gus Dur juga konsisten dalam menjalankan dua hal. Pertama toleransi rasial. Kedua toleransi agama. Sedangkan pada bidang ekonomi, Sumitro berpendapat masih kurang bisa jalan, karena tidak didukung kondisi keamanan saat ini. “Ekonomi tanpa keamanan mana bisa jalan? Keamanan kita sekarang mana ada. Tanggung jawabnya Wiranto itu ...” ujar Pak Cum sambil mengambil tongkatnya dan berlalu dari hadapan wartawan. (fs/IM) |
Baca Juga Artikel: Presiden Gus Dur Berhentikan Sukardi & Jusuf Kalla Kejagung Sita Kekayaan Soeharto Pengacara & Tim dokter Soeharto terancam hukuman 5 tahun Ganti rugi Kedungombo tak manusiawi Ruang tahanan Bob Hasan pakai 4 kunci Bentrok antarkelompok di pesisir Galela Hakim seluruh Jakarta akan dipindahkan 380 Anggota DPR RI Tidak bayar pajak Peruri bantah tuduhan cetak uang palsu |
||||
|
FastCounter by bCentral |
||||||