|
|
|
|
||||
|
|
|
|
||||
|
BERITA TANAH AIR |
Jangan
Mimpi Geser Gus Dur Jakarta
(Bali Post) -
Upaya menjadikan Sidang Tahunan MPR RI Agustus 2000 mendatang sebagai
Sidang Istimewa untuk meminta pertanggungjawaban Presiden KH Abdurrahman
Wahid tak lebih bagai mimpi di siang bolong. ''Itu hanya untuk mencari
perhatian,'' tandas pengamat politik Wayan Sudarmadja di Jakarta, Sabtu
(15/4) kemarin. Ia
diminta tanggapannya soal adanya upaya sejumlah pihak yang akan menjadikan
Sidang Tahunan berubah menjadi Sidang Istimewa (SI) untuk menjatuhkan Gus
Dur dari kursi kepresidenan. Seperti diberitakan, Ketua MPR Amien Rais
menyatakan, Sidang Tahunan MPR Agustus nanti bisa menjadi SI MPR dengan
agenda meminta pertanggungjawaban presiden. ''Bila terjadi mosi tidak
percaya kepada Gus Dur, ya bisa diganti,'' ujarnya. Menurut
Sudarmadja, sampai saat ini Gus Dur merupakan presiden yang legitimate.
Oleh karena itu, kalau ingin menggoyangnya harus sesuai aturan. ''Kalau
mau menjadikan Sidang Tahunan MPR berubah SI MPR itu salah alamat,''
katanya. Ia
juga menegaskan, memang bisa saja MPR menggelar SI. Akan tetapi, ada tata
tertib untuk melakukan hal itu. Misalnya, keinginan untuk menggelar SI MPR
itu harus disetujui oleh sekian fraksi dan sebagainya. ''SI MPR itu tidak
bisa dipaksa-paksa, sebab tata tertib untuk melaksanakan itu cukup
berat,'' ujar Sudarmadja. Sementara kalau ingin melakukan impeachment
tidak mungkin karena tidak aturan hukumnya. Menurut
pengamatannya, yang meminta dilaksanakannya SI MPR tidak cukup kuat.
Sebab, hanya diusulkan oleh fraksi-fraksi kecil di MPR. ''Saya yakin
Golkar, PKB dan PDI Perjuangan nggak akan mau. Jadi nggak mungkin bisa
(menggelar SI MPR, red.),'' tandasnya. Sudarmadja
juga menilai, hingga saat ini belum ada alasan untuk meminta
pertanggungjawaban Presiden Gus Dur lewat SI MPR. Hingga saat ini Gus Dur
tidak melanggar UUD 1945 dan GHBN. Kalau hanya karena usulan Gus Dur untuk
mencabut Tap MPRS Nomor XXV/MPRS/1966, itu belum cukup. ''Itu kan baru
usul. Yang menentukan kan MPR. Kalau sekadar usul kan boleh. Jadi, jangan
belum apa-apa dipolitisasi,'' tegasnya. Sementara
ditanya soal penilaian bahwa Gus Dur tidak mampu menangani masalah
ekonomi, Sudarmadja menyatakan hendaknya semua pihak memberi waktu kepada
Gus Dur. Sebab, Gus Dur baru beberapa bulan berkuasa, kerusakan di bidang
ekonomi terjadi sejak puluhan tahun. ''Jadi tidak bisa seperti makan lombok, begitu makan langsung pedas,'' ungkapnya. Ia mengingatkan, agar semua pihak realistis memberikan penilaian terhadap Gus Dur. (IM) |
Baca Juga Artikel: Presiden Gus Dur Berhentikan Sukardi & Jusuf Kalla Kejagung Sita Kekayaan Soeharto Pengacara & Tim dokter Soeharto terancam hukuman 5 tahun Ganti rugi Kedungombo tak manusiawi Ruang tahanan Bob Hasan pakai 4 kunci "Beri Menko Ekuin Wewenang Penuh" Bentrok antarkelompok di pesisir Galela Hakim seluruh Jakarta akan dipindahkan 380 Anggota DPR RI Tidak bayar pajak Peruri bantah tuduhan cetak uang palsu |
||||
|
FastCounter by bCentral |
||||||