BERITA TANAH AIR
 LOCAL NEWS
 MANCA NEGARA
 OPINI
 BUDAYA&TRADISI
 IMMIGRATION
 TOKOH
 ENGLISH
 KOMIK
 AMRIK
 HEMAT & NIKMAT
 JENAK JENAKA
 PENGALAMAN
 FAMILI & PARENTING

380 Anggota DPR RI Tidak Bayar Pajak

Jakarta, 27/3 (ANTARA) - Sebanyak 380 dari 500 anggota DPR RI tidak pernah membayar pajak penghasilan, kata Menkeu Bambang Subdibyo di Gedung DPR, Senin, sebelum memberi pengarahan dalam penataran perpajakan bagi anggota DPR dan Setjen DPR RI.

Menkeu mengatakan, selama menjadi angota DPR sejak 1 Oktober 1999, ke-380 anggota DPR itu tidak memotong penghasilannya sebagai pajak kepada negara, dan akibatnya negara rugi sekitar Rp250 juta.

Menkeu tidak secara rinci menjelaskan anggota DPR dari fraksi apa dan dari partai mana yang tidak membayar pajak itu. Yang jelas, pihaknya mendapat data mengenai mereka yang tidak pernah membayar pajak penghasilan sebesar 10 persen dari penghasilan yang diperoleh setiap bulan.

Untuk itu, pihaknya menghimbau agar bersedia membayar pajak sebagai kewajiban setiap warga negara, sekaligus sebagai teladan bagi masyarakat.

Gaji setiap anggota DPR saat ini berkisar Rp5 juta - Rp6 juta per orang. Gaji sebesar itu akan naik menjadi Rp8 juta mulai 1 April 2000.

Menyusut

Selain tidak membayar pajak, kalangan DPR kini dalam sorotan masyarakat dan pers mengingat tingkat kehadirannya dalam rapat paripurna maupun sidang komisi yang membahas berbagai persoalan, menyusut tajam.

Beberapa kali rapat paripurna ditunda karena tidak mencapai kuorum.

Dalam Raker antara Guberur Lampung Oemarsono dengan Komisi II DPR, Senin pagi, juga beberapa kali ditunda karena anggota DPR dari komisi itu sedikit yang hadir.

Rapat seharusnya dimulai pukul 09.00 WIB, namun ditunda hingga pukul 10.00 WIB. Selanjutnya ditunda lagi hingga pukul 10.30 WIB. Saat itu baru 15 dari 57 anggota Komisi II menendatangi daftar hadir.

Akhirnya Wakil Ketua Komisi II Ferry Mursidan Baldan memulai Raker itu pada pukul 11.00 WIB dengan hanya dihadiri delapan anggota DPR. Padahal yang sudah menandatangani absen sudah 15 orang.

Kedelapan anggota DPR itu, yaitu Berni Tamara (Fraksi Partai Golkar), Taminullah (Fraksi Reformasi), Ruben Quben (Partai Golkar), Endang Zainal Abidin (PPP), La Ode Djeni Hasmar (Golkar), Iman Sanjaya (PKB), Yulius Usman (PDI Perjuangan) dan Dedi Sudarmaji (TNI).

Sedangkan KH Yusuf Hasyim (PKB) baru muncul ke rapat itu pukul 12.00 WIB karena baru tiba dari menunaikan ibadah haji. (T/PTU/IM)

 


Indonesian Version

Baca Juga Artikel:

Presiden Gus Dur Berhentikan Sukardi & Jusuf Kalla

Kejagung Sita Kekayaan Soeharto

Wiranto Pensiun

Pengacara & Tim dokter Soeharto terancam hukuman 5 tahun

Ganti rugi Kedungombo tak manusiawi

Tutut Diperisa Kejagung; Bambang Tri ke Kejagung; Syamsir Akhirnya Diperiksa; Yorrys Raweyai Ditahan;5 mantan pejabat orba diperiksa

Ruang tahanan Bob Hasan pakai 4 kunci

Gerakan Salafi yang keblinger

POSO Rusuh!

Tamu dari RRT

Arab Protes Laskar Jihad

Jangan mimpi geser Gus Dur

"Beri Menko Ekuin Wewenang Penuh"

Bentrok antarkelompok di pesisir Galela

70% Hakim Jakarta Dimutasi

Hakim Impor Diperlukan

Hakim seluruh Jakarta akan dipindahkan

Peruri bantah tuduhan cetak uang palsu

Letjen TNI Johny Lumintang tantang Prabowo

Selamat Bagi Ketua Umum PGI


FastCounter by bCentral