|
||
|
Hasil
Tim II KPP HAM |
|
FREE WALLPAPER!! BERITA TANAH AIR LOCAL NEWS MANCA NEGARA POLITIK OPINI BUDAYA & TRADISI IMMIGRASI ENGLISH JENAK JENAKA |
Jakarta, Walau Tim Advokasi Kasus HAM TNI
protes, KPP HAM tak ambil pusing. Dalam rilisnya soal HAM di Timtim, tim kedua KPP HAM
menyatakan bahwa Kopassus mengkoordinasi langsung milisi sampai tingkat kabupaten. Rilis tiga lembar yang ditulis dalam bahasa Inggris dan dibagikan ke pers di Komnas HAM Kamis (16/12/1999) itu merupakan hasil investigasi Tim KPP HAM kedua di Timtim dan Timor Barat. Sebagian besar hasil tim II ini tak jauh beda dengan hasil tim pertama, bahkan kian menguatkan. Meski ada beberapa hal yang baru. Atas hasil itulah, maka Albert Hasibuan yang mengetuai KPP HAM mengatakan bahwa "Kita punya buktibukti kuat," kata Albert. Namun kapan para jenderal dipanggil, masih dirapatkan dalam pleno KPP HAM yang sedang berlangsung Kamis (16/12/1999) malam ini di Komnas HAM Jl Latuharhary, Jaksel. Yang pasti menurut Albert, mentode pemanggilan jenderal itu nanti tidak sama dengan pemanggilan yang dilakukan Pansus Aceh DPR beberapa waktu lalu dalam kaitan kasus DOM Aceh. Anggota Tim II KPP HAM yang investigasi itu terdiri dari, Nursyahbani Katjasungkana, Leonard Simanjuntak, Helmi Fauzi, Lefidus Malau, dan Elfansuri. Hasil investigasi itu menyebutkan, bahwa KPP HAM telah menemukan bahwa pihak TNI involve (terlibat) dalam pembentukan milisi di Timtim. Ini hasil temuan dari kesaksian beberapa orang di Timtim pada KPP HAM. Dari kesaksian tersebut, telah menghubungkan pada beberapa hal bahwa sebuah unit inteligan (disebut SGI) yang didominasi oleh anggota Kopasus memiliki keterlibatan sangat tinggi dalam men-set up kemudian mempersenjatai dan mengkoordinasi milisi sampai Kabupaten. Keterliabatnnya tak cuma dalam pembentukan, tapi rilis itu jelas menyatakan bahwa para perwira tinggi TNI dan Polri terlibat dalam pemberian perintah operasi (komando). (dtkcom/IM) |
|
|
Kembali ke halaman depan Kembali ke halaman terbitan lalu |
|