|
||
|
Tiga
Provokator Jakarta |
|
|
BERITA TANAH AIR LOCAL NEWS MANCA NEGARA POLITIK OPINI BUDAYA & TRADISI IMMIGRASI LEGENDA ENGLISH AMRIK HEMAT & NIKMAT JENAK JENAKA |
Kapolda NTB: Tujuh Orang telah Diidentifikasi Mataram (Bali Post) - Kapolda NTB Kol. Pol. Drs. Sukandri, MBA mengidentifikasi tujuh provokator yang ''bermain'' di Mataram, sehingga mengakibatkan kota Mataram luluh-lantak. ''Ketujuh provokator tersebut, tiga di antaranya adalah provokator Jakarta dan empat lainnya provokator lokal,'' jelas Kapolda dalam keterangan persnya yang dihadiri wartawan luar dan dalam negeri di Mataram, Jumat (21/1) kemarin. Empat provokator lokal yang saat ini masih dalam penyidikan intensif jajarannya, kata Kapolda, disinyalir telah memanasi massa dan mengarahkan massa untuk melakukan perusakan dan pembakaran. Dari empat provokator ini, pihak kepolisian sedang mengembangkan penyidikan guna mengungkap jaringannya ke atas. Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, Kapolda sudah melihat adanya bayangan keterlibatan tiga provokator Jakarta. ''Bayangannya sudah ada, namun benang merahnya sedang dihubungkan,'' kata Kapolda sembari menolak merinci identitas ketujuh provokator baik lokal maupun Jakarta itu. ''Ini terkait dengan praduga tak bersalah. Ketiga provokator Jakarta itu sampai saat ini masih menghilang dan dalam pencarian pihak keamanan.'' Sukandri melihat keterlibatan provokator Jakarta dalam rusuh massa di Mataram, juga tidak terlepas dari peran sejumlah elite politik yang berusaha memperkeruh suasana. ''Elite politik yang ikut memperkeruh suasana ini pada umumnya disebabkan mereka tidak puas,'' tandasnya. Tembak di Tempat Kendati situasi Mataram dan sekitarnya sudah relatif terkendali, penindakan tegas terhadap pelaku kerusuhan tetap berlaku. Sebab, kata Sukandri, dengan tindakan tegas yakni tembak di tempat, tampaknya baru bisa meredam gejolak massa yang sudah mengarah ke tindak kriminal. Namun dengan seruan-seruan baik dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah maupun lembaga-lembaga lainnya yang telah dilakukan, serta adanya dukungan dari tokoh agama bahwa pelaku kerusuhan ditindak tegas, Kapolda berharap tidak akan muncul lagi aksi kerusuhan susulan. Selain itu, Kapolda juga mengimbau agar warga masyarakat NTB tetap waspada. ''Walaupun situasi sudah relatif aman dan terkendali, masih ada provokator-provokator yang beraksi dengan menyebarkan isu-isu yang intinya ingin memecah belah. Saya harap warga waspada, jangan mudah termakan isu yang menyesatkan,'' pesannya. Provokasi mereka, katanya, bukan hanya sebatas di kalangan masyarakat. ''Polri dan TNI pun diprovokasi,'' katanya, sembari menyebut sebuah isu yang beredar -- bahwa seorang Babinsa telah menginformasikan kepada masyarakat, kerusuhan di Senggigi melibatkan oknum Polri. ''Isu itu tidak benar. Provokator ingin Polri dan TNI bentrok,'' tegas Kapolda. Menyinggung jumlah perusuh yang telah diamankan, Kapolda menyebutkan, sampai saat ini jumlahnya mencapai 256 orang. Dari jumlah itu, 15 di antaranya resmi tersangka, 131 orang dilepas karena tidak cukup bukti, dan sisanya masih diperiksa intensif pihak kepolisian. Sementara jumlah korban hingga Jumat kemarin lima orang tewas, tujuh luka berat dan 152 luka ringan. Di pihak Polri juga jatuh korban, dua korban luka berat dan satu orang luka ringan. (049) | |
|
Kembali ke halaman depan Kembali ke halaman terbitan lalu |
|