| |
Presiden
Punya Bukti Satu Pangdam 'Ngacak-Ngacak'
Presiden KH Abdurrahman Wahid
mengemukakan, ia mempunyai bukti atas pernyataannya bahwa ada satu
Pangdam yang "sedang menyusun kekuatan" guna
"mempreteli Gus Dur".
"Nyatanya saya bisa nyebutkan di hotel mana, jam berapa, siapa
yang datang dan apa yang dibicarakan. Saya tahu. Saya berani ngomong
begitu karena ada buktinya," ujar Gus Dur dengan nada tinggi
dalam dialog dengan jamaah usai sholat Jumat di Masjid Al Munawarah
di komplek kediaman pribadi Gus Dur, Ciganjur, Jakarta. |
|
|
Mayjen TNI Raden Agus Wirahadikusumah, M.P.A.
Jenderal Kritis di Kursi Pangkostrad

Agus mengatakan dengan lugas bahwa
persoalan paling mendasar dari sistem politik adalah kepemimpinan
nasional yang feodalistis, sentralistis, dan paternalistis. Model
kepemimpinan nasional seperti inilah yang, menurut Agus, menjadi
akar dari banyak masalah yang menghambat pengembangan kehidupan
demokrasi.
Tak seperti umumnya perwira tinggi AD, bicaranya sangat terus
terang, lugas, dan menohok ke pokok persoalan.
"Dalam wacana intelektualitas, Agus lebih outward looking
oriented,sementara Wiranto lebih inward looking oriented." |