HALAMAN DEPAN

  BERITA TANAH AIR

APRIL 2000

 BERITA TANAH AIR
  LOCAL NEWS
 MANCA NEGARA
 OPINI
 BUDAYA&TRADISI
 IMMIGRATION
 TOKOH
 ENGLISH
 KOMIK
 AMRIK
 HEMAT & NIKMAT
 JENAK JENAKA
 PENGALAMAN
 ROHANI
 FAMILI & PARENTING

 

 
Anggota TGPF Romo Sandyawan:
Prabowo-Wiranto Perlu Bersaksi 

detikcom - Jakarta, Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta Kerusuhan Mei 1998 Romo Sandyawan, memandang positif usaha Letjen (Purn) Prabowo untuk menyusun buku putih. "Wiranto juga perlu memberikan kesaksian," kata Romo Sandyawan.  Pernyataan Sandyawan disampaikan pada detikcom ketika dihubungi lewat telepon, Selasa (14/3/2000). Sebagaimana diketahui, Prabowo saat ini dikabarkan tengah menyusun 'buku putih' untuk menjelaskan kerusuhan Mei menurut versinya.  "Biar saja Prabowo membuat buku putih sebab ini semua akan menjadi data obyektif yang menghimpun semua data komprehensif. Jadi janganlah kita menggiring pada fakta atau kepastian yang tidak punya basis fakta yang kuat," pendapat Sandyawan.  Menurut Romo Sandyawan, jika Prabowo mempunyai bukti dan fakta yang meyakinkan, silakan saja dia ungkapkan.  "Kalaui perlu Wiranto juga mengungkapkan hal-hal yang dia ketahui seputar masalah ini supaya terjadi tanggapan yang seimbang," tegas Sandy.  Menurut dia, munculnya buku putih itu merupakan artikulasi dari orang yang sebetulnya berada dalam lingkup pertanggungjawaban. "Seperti investigasi kerusuhan Mei, tidak tepat lagi jika kita mengejar saksi korban atau korban. Sebab sekarang saatnya para penanggung jawab atau keamanan yang sudah mengakui kealpaannya dengan alasan terlalu banyak massa saat itu. Bahkan, apabila ada bukti tertulis, seperti perintah komando, akan lebih baik lagi," papar Sandy.  Romo Sandy juga megungkapkan, sebelumnya, TGPF telah melakukan investigasi terhadap TNI AD. "Mereka mengakui bahwa pada saat kerusuhan Mei terjadi, koordinasi berada di tangan Pangkops Jaya. Karena itu, TGPF merekomendasikan pada pemerintah untuk memeriksa Pangdam Jaya saat itu, yaitu Syafrie Syamsuddin.Tapi nyatanya, hingga kini belum ada tindak lanjut," sesal Romo Sandy.  Lalu bagaimana dengan masyarakat sendiri? "Tentu mereka akan bingung. Mana fakta yang benar antara hasil temuan TGPF atau buku putih Prabowo. Tapi Saya yakin masyarakat tidak bodoh. Mereka pasti mampu membedakan antara temuan gabungan dari berbagai kelompok dengan fakta yang diungkapkan satu pribadi yang mungkin bentuknya lebih defensif meskipun itu haknya Prabowo," jawab Romo Sandy.  "Karena itu kita harus menghormati apalagi bila dia memang memberi kesaksian yang benar. Selain itu juga perlu tanggapan dari saksi korban," demikian Romo Sandyawan.

(Esther Permatasari/Indonesia Media)

BERITA LAINNYA

  Presiden Punya Bukti Satu Pangdam 'Ngacak-Ngacak'
  Mayjen TNI Raden Agus Wirahadikusumah, M.P.A. 
  Brimob Beranting-anting Ditertibkan
  Bekas Pejabat Era Soeharto Nyatakan Dukung Gus Dur
  Tiga Anggota DPRD Terlibat 'Pesta Seks'
  Prabowo Ditangkap
  Rencana 'Buku Putih' Prabowo Pertentangan Sesama Pelaku
  Tim Dokter Beijing Lakukan Pengobatan Lanjutan Gus Dur
  Warga Tionghoa Minta KPP HAM Priok Tidak Diskriminatif
  Warga Tionghoa Minta Presiden Tidak Harus WNI Asli
  Budi Pekerti dan Etika Masuk Kurikulum
  Menteri Energi AS Kunjungi Indonesia
  Genjot Becak Demi Ibu Mega
  Polri Minta Dibawah Presiden
  Pengawal Cendana Dari Kodam Jaya
  Tony: Dana BLBI Memang Sengaja Ditilep
  Susunan Lengkap Mutasi Di TNI


FastCounter by bCentral