HALAMAN DEPAN

  BERITA TANAH AIR

APRIL 2000

 BERITA TANAH AIR
  LOCAL NEWS
 MANCA NEGARA
 OPINI
 BUDAYA&TRADISI
 IMMIGRATION
 TOKOH
 ENGLISH
 KOMIK
 AMRIK
 HEMAT & NIKMAT
 JENAK JENAKA
 PENGALAMAN
 ROHANI
 FAMILI & PARENTING

PRESIDEN PUNYA BUKTI SATU PANGDAM "NGACAK-NGACAK"

Jakarta, 17/3 (ANTARA) - Presiden KH Abdurrahman Wahid mengemukakan, ia mempunyai bukti atas pernyataannya bahwa ada satu Pangdam yang "sedang menyusun kekuatan" guna "mempreteli Gus Dur".

"Nyatanya saya bisa nyebutkan di hotel mana, jam berapa, siapa yang datang dan apa yang dibicarakan. Saya tahu. Saya berani ngomong begitu karena ada buktinya," ujar Gus Dur dengan nada tinggi dalam dialog dengan jamaah usai sholat Jumat di Masjid Al Munawarah di komplek kediaman pribadi Gus Dur, Ciganjur, Jakarta.

Menurut Kepala Negara, ia memang membeberkan pendapatnya itu di koran karena Presiden berpendapat harus berterus terang dalam menangani berbagai masalah. "Itu kemarin saya ngomong umpamanya tentang Pangdam yang ngacak-ngacak. Koran bilang itu tidak bijaksana. Saya buka saja semuanya biar rakyat tahulah," kata Gus Dur.

Presiden mengatakan, kalau ada yang membantah "tidak" atas pernyataannya itu maka Kepala Negara menyebut "biar saja" sebab nyatanya Gus Dur mengetahui keadaan itu adalah benar.

"Nyatanya saya bisa nyebutkan di hotel mana, jam berapa, siapa yang datang dan apa yang dibicarakan. Saya tahu. Saya berani ngomong begitu karena ada buktinya," ujar Gus Dur dalam nada tinggi.

Namun begitu, Presiden tetap tidak mau menyebut nama Pangdam tersebut. "Kenapa, karena saya berpendapat orang itu baik. Jadi kasih kesempatan, istilahnya, memperbaiki kesalahan," katanya.

"Mudah-mudahan dengan pernyataan di muka umum ini dia memperbaiki kesalahan. Kalau baik nanti sampai waktu tertentu kita biarkan, jalan terus. Tapi kalau sampai waktu tertentu masih jelek, masih bikin begitu lagi, out... Saya tidak main-main dalam hal ini," kata Gus Dur.

Pada kesempatan itu Kepala Negara juga menyebutkan rencana pemerintah untuk membenahi Mahkamah Agung banyak mendapat tanggapan, bahkan "sampai ada yang marah" atas pencalonan Benyamin Mangkudilaga sebagai Ketua Mahkaman Agung.

Menurut Gus Dur, Hakim Agung saat ini memang sedang "diacak-acak" pemerintah karena hal itu dianggap perlu mengingat "rakyat juga tahu, banyak Hakim Agung yang curang".

"Makanya dari mereka perlu dicari orang-orang yang jujur untuk masuk (jadi Ketua MA). Nah begitu aja dimarahin," kata Gus Dur dalam dialog yang dipandu Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Wahyu Muryadi.

"Itu kan baru usul. Usul kan belum tentu diterima oleh DPR," kata Gus Dur sambil menambahkan persoalan tersebut adalah salah satu contoh betapa keadaan di negara ini masih serba susah.

Masalah Aceh

Mengenai pertemuan Pjs. Sekretaris Negara Bondan Gunawan dengan Panglima GAM Tengku Abdullah Syafe`ie, Presiden menyatakan ia memang memerintahkan Bondan untuk berangkat ke Aceh bertemu Panglima GAM tersebut.

"Saya minta Mas Bondan pergi ke Tengku Abdullah Syafe`ie, kasih hewan korban dan jamin dia," kata Gus Dur sambil mengatakan banyak permintaan lainnya yang ditujukan kepada Panglima GAM tersebut.

"Namun permintaan tersebut, tidak bisa saya utarakan di sini. Mudah-mudahan permintaan itu bisa beliau penuhi. Namanya juga permintaan," ujar Kepala Negara.

Gus Dur mengemukakan orang-orang GAM sebenarnya adalah saudara sebangsa karena itu seperti juga keinginan bangsa ini, maka masalah Aceh diinginkan bisa selesai dengan baik.

"Dan saya rasa keadaan tambah baik sekarang karena yang terjadi sekarang, GAM kah, TNI kah, Polri atau Birokrasi, agar sama-sama sadar, kalau tidak, sampai tingkat tertentu kita akan ambil tindakan," kata Presiden.

Tindakan akan diambil, ujar Presiden karena masalah Aceh tidak bisa dibiarkan berlarut larut. "Itu berlaku untuk semua tempat di Indonesia, karena kita ingin agar terjadi proses penanaman modal besar-besaran di sini," katanya.

"Betul itu apa yang dikatakan Bondan, ada orang-orang yang pakai baju Brimob pakai anting-anting, rambutnya panjang. Brimob apaan itu. Tarik aja orang begitu. Kalau memang bukan Brimob harus dihukum, kalau Brimob harus dihukum dengan cara sendiri," kata Gus Dur. (Ant/IM)

BERITA LAINNYA

  Mayjen TNI Raden Agus Wirahadikusumah, M.P.A. 
  Brimob Beranting-anting Ditertibkan
  Bekas Pejabat Era Soeharto Nyatakan Dukung Gus Dur
  Prabowo-Wiranto Perlu Bersaksi
  Tiga Anggota DPRD Terlibat 'Pesta Seks'
  Prabowo Ditangkap
  Rencana 'Buku Putih' Prabowo Pertentangan Sesama Pelaku
  Tim Dokter Beijing Lakukan Pengobatan Lanjutan Gus Dur
  Warga Tionghoa Minta KPP HAM Priok Tidak Diskriminatif
  Warga Tionghoa Minta Presiden Tidak Harus WNI Asli
  Budi Pekerti dan Etika Masuk Kurikulum
  Menteri Energi AS Kunjungi Indonesia
  Genjot Becak Demi Ibu Mega
  Polri Minta Dibawah Presiden
  Pengawal Cendana Dari Kodam Jaya
  Tony: Dana BLBI Memang Sengaja Ditilep
  Susunan Lengkap Mutasi Di TNI


FastCounter by bCentral