HALAMAN DEPAN

  BERITA TANAH AIR

APRIL 2000

 BERITA TANAH AIR
  LOCAL NEWS
 MANCA NEGARA
 OPINI
 BUDAYA&TRADISI
 IMMIGRATION
 TOKOH
 ENGLISH
 KOMIK
 AMRIK
 HEMAT & NIKMAT
 JENAK JENAKA
 PENGALAMAN
 ROHANI
 FAMILI & PARENTING

 

 

Rencana "Buku Putih" Prabowo:
PERTENTANGAN SESAMA PELAKU

JAKARTA, (TNI Watch! 14/3/2000). Baru-baru ini tersiar kabar, bahwa
mantan Pangkostrad Letjen TNI Purn Prabowo Subianto akan menyusun "Buku Putih" tentang peristiwa kerusuhan 14 dan 15 Mei 1998. Setiap penyusunan "Buku Putih" selalu didasari niatan, bahwa buku tersebut nantinya akan dipandang sebagai sebuah kebenaran. Maka bisa dikatakan, begitu pula yang dimaksud Prabowo terhadap proyek bukunya tersebut.

Hampir semua "Buku Putih" yang pernah diterbitkan, tidak ada yang berhasil. Dalam arti, dari segi historis dan empirik, isinya tetap saja meragukan banyak orang. Contohnya adalah Buku Putih tentang "Peristiwa G30S/PKI", yang isinya cuma begitu-begitu saja. Buku Putih G30S/PKI beberapa kali direvisi, namun isinya selalu menyalahkan PKI. Padahal sudah banyak orang paham, dalang di balik "G30S (tanpa PKI), adalah Soeharto sendiri.

Bisa jadi "Buku Putih" yang akan disusun Prabowo nanti, akan bernasib sama, yakni sama-sama tidak dipercaya masyarakat. Mengapa bisa begitu? Siapa yang bakal percaya pada pengungkapan "Peristiwa 14 dan 15 Mei 1998" versi Prabowo, sementara orang tahu, Prabowo adalah salah satu orang yang mendesain peristiwa kerusuhan, yang meluluhlantakan Jakarta dan Solo
tersebut.

Kalau kerusuhan itu berpusat di Jakarta (dan Solo), mungkinkah ini memang ada unsur kesengajaan? Bukankah di Jakarta dan Solo, terdapat basis
pasukan Korps Baret Merah, kesatuan tempat Prabowo menghabiskan karirnya di ketentaraan. Masyarakat pun maklum, meski Prabowo sudah dialihkan ke Kostrad, pada saat itu ia masih berpengaruh kuat di Korps Baret Merah. Artinya, Prabowo memikili akses ke Jakarta dan Solo, untuk operasionalisasi disain yang sudah ia siapkan.

Sudah umum diketahui, bahwa "Peristiwa Mei 1998" merupakan refleksi
konflik elit politik di Jakarta. Bagaimana peta konfliknya? Itu adalah
pertanyaan yang sulit dijawab, karena petanya memang rumit. Kita batasi saja
konflik di TNI. Untuk Angkatan Darat saja, ada konflik keras antara Panglima
ABRI (saat itu) Jenderal Wiranto dan Pangkostrad (saat itu) Letjen Prabowo.
Keduanya bersaing untuk berebut satu hal: siapa yang paling dipercaya oleh
Soeharto. Kepercayaan dari Soeharto ini penting, karena ada peluang untuk
menggantikan Soeharto, yang saat itu posisinya sedang limbung.

Sungguh tidak masuk akal, kalau di kemudian hari, Prabowo berdalih,
bahwa pada saat peristiwa, yang memegang komando adalah Pangdam Jaya (saat itu) Mayjen TNI Sjafrie Sjamsudin. Sementara dirinya (Prabowo) hanya
mem-back up. Resminya memang begitu, namun secara riel, Sjafrie kan tunduk
pada Prabowo. Karena Sjafrie adalah "orangnya" Prabowo. Pada masa itu
kekuasaan Prabowo memang luar biasa, jadi mana ada perwira yang berani
menentang kehendaknya. Seolah-olah dunia pun bisa ia pegang. Di TNI memang banyak perwira (tinggi) yang oportunis, yang mengikuti saja ke mana arah angin bertiup. Banyak perwira yang kini seolah-olah "loyalis" Istana, paling-paling dulunya juga "loyalis" Prabowo.

Karena "Buku Putih" tersebut diproduksi oleh Prabowo, sudah tentu
disusun agar menguntungkan Prabowo, sebagai upaya merehabilitasi namanya.
Jika Prabowo kelak meluncurkan bukunya, bisa dipastikan akan mendapat reaksi dari kubu Wiranto. Dan yang terjadi adalah "debat kusir" antara dua orang yang sama-sama pelaku: Wiranto dan Prabowo. Kita tunggu saja "Buku Putih" Prabowo, dan kita telah siap untuk tidak mempercayainya. ***

TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.

BERITA LAINNYA

  Presiden Punya Bukti Satu Pangdam 'Ngacak-Ngacak'
  Mayjen TNI Raden Agus Wirahadikusumah, M.P.A. 
  Brimob Beranting-anting Ditertibkan
  Bekas Pejabat Era Soeharto Nyatakan Dukung Gus Dur
  Prabowo-Wiranto Perlu Bersaksi
  Tiga Anggota DPRD Terlibat 'Pesta Seks'
  Prabowo Ditangkap
  Tim Dokter Beijing Lakukan Pengobatan Lanjutan Gus Dur
  Warga Tionghoa Minta KPP HAM Priok Tidak Diskriminatif
  Warga Tionghoa Minta Presiden Tidak Harus WNI Asli
  Budi Pekerti dan Etika Masuk Kurikulum
  Menteri Energi AS Kunjungi Indonesia
  Genjot Becak Demi Ibu Mega
  Polri Minta Dibawah Presiden
  Pengawal Cendana Dari Kodam Jaya
  Tony: Dana BLBI Memang Sengaja Ditilep
  Susunan Lengkap Mutasi Di TNI


FastCounter by bCentral