|
|
|
|
||||
|
APRIL 2000 |
|||||
|
BERITA TANAH AIR
|
Budi Pekerti dan Etika Masuk Kurikulum MAGELANG-Depdiknas akan memasukkan pembinaan karakter, budi pekerti, dan etika ke dalam kurikulum. Melalui cara itu, diharapkan sejak SD anak didik bisa menghargai diri sendiri serta menyadari bahwa ia memiliki potensi untuk maju. Di samping itu, bisa menghargai kawan dan lingkungannya. Hal itu ditegaskan Mendiknas Dr H Yahya Muhaimin saat berceramah di hadapan siswa SMU Taruna Nusantara, kemarin. “Tak ada bangsa yang maju jika tidak memiliki budaya yang tinggi. Kita tidak bisa maju bila tidak memiliki etika dan tata krama. Bila itu dilaksanakan, 10 tahun mendatang kita akan mempunyai siswa SMU yang lebih andal.” Program lain yang dilaksanakan, tambah Yahya, adalah program penyebaran fasilitas pendidikan secara merata, terutama di luar Jawa yang fasilitasnya belum memadai. “Saya minta Kasek SMU Taruna Nusantara Kol Inf Bambang Prajuritno SH menerima siswa dari luar Jawa.” Dia menerangkan, anggaran pendidikan di Indonesia hanya 1,3% pendapatan nasional. Ini rendah dibanding dengan negara lain yang umumnya berkisar 3-4%. Yang paling penting, kata mantan Atase Pendidikan di Amerika Serikat itu, dengan anggaran terbatas pendidikan tetap baik. Juga komitmen para guru untuk tetap mendidik anak-anaknya dengan baik. “Kekurangan anggaran pendidikan bisa dipenuhi menunggu rezeki dari Tuhan. Umpamanya harga minyak tiba-tiba saja naik, tentu anggaran pendidikan akan ikut naik,” ungkap dosen Fisipol Universitas Gadjah Mada itu. Menjawab pertanyaan siswa SMU tersebut tentang campur tangan asing terhadap dunia pendidikan, Yahya Muhaimin mengemukakan, hal itu tak perlu dikhawatirkan karena kita punya aturan. Dia menyatakan tidak berkeberatan swasta asing masuk ke dunia pendidikan di Tanah Air supaya ada kompetisi. (IM)
Presiden
Punya Bukti Satu Pangdam 'Ngacak-Ngacak' |
|||||
|
FastCounter by bCentral |
||||||