|
|
|
|
||||
|
|
|
|
||||
|
BERITA TANAH AIR |
Immigran Baru Ke Amerika Sebuah sajak terkenal yang diukirkan di kaki Patung Liberty atau patung Dewi Kemerdekaan di pelabuhan kota New York antara lain berbunyi: "Give me your tired, your poor, your huddled masses yearning to be free; the wretched refuse of your teeming shore. Send these, the homeless, tempest-tost to me, I lift my lamp beside the golden door!." Kalau diterjemahkan secara bebas, bunyinya kurang lebih begini: "Kirimlah orang-orang yang sudah kecapean, yang miskin, orang-orang yang ingin hidup di alam bebas. Kirimlah orang-orang buangan dari negerimu, kirimlah orang-orang yang tidak punya rumah kepadaku; dan akan kuterangi jalan mereka menuju ke pintu emas." Selama lebih dari 100 tahun, Patung Dewi Kemerdekaan itu telah mengilhami banyak orang asing datang menjadi immigran di Amerika. Kalau dulu jumlah pendatang baru itu terdiri sebagian besar dari orang miskin dan tidak berpendidikan, serta orang-orang yang melarikan diri karena tekanan politik, komposisi immigran baru yang masuk ke Amerika sekarang lebih mengutamakan tenaga-tenaga trampil dan terdidik, khususnya dalam bidang teknik dan komputer. Kata Jawatan Immigrasi dan Naturalisasi Amerika, dalam tahun 1998, jumlah tenaga asing yang masuk ke Amerika dengan sponsor perusahaan, mencapai 77,500 orang lebih. Tahun ini, Jawatan Immigrasi menyediakan izin kerja sementara itu, yang dikenal dengan visa H-1B bagi 115,000 pendatang baru. Jumlah ini akan diusulkan oleh Senator Spencer Abraham dari negara bagian Michigan, supaya terus dinaikkan tiap tahun sehingga mencapai 195,000 orang pada tahun 2,002 nanti. Jelas orang-orang asing yang akan disponsori oleh perusahaan di Amerika itu bukanlah orang-orang miskin atau orang yang sudah kecapean, tapi orang-orang yang punya keahlian yang sekarang sangat dibutuhkan guna mempertahankan perkembangan ekonomi Amerika yang sedang mencapai pertumbuhan paling tinggi dalam masa-masa belakangan ini. Kata majalah Business Week, kekurangan tenaga terdidik dan trampil itu bisa mengakibatkan stagnasi dalam pertumbuhan ekonomi Amerika. Iklim politik bagi masuknya immigran asing ke Amerika saat ini memang sangat baik. Serikat-serikat buruh Amerika, yang semula menganggap buruh atau pekerja asing sebagai ancaman bagi buruh domestik, sekarang malahan menganjurkan diberikannya amnesti atau pengampunan bagi pendatang gelap, dan dihapuskannya sebagian besar sanksi yang biasanya dikenakan kepada para majikan yang mempekerjakan orang-orang gelap itu. Kata majalah Business Week tadi, Kongres Amerika sedang mempertimbangkan dikeluarkannya lebih banyak visa masuk sementara bagi pekerja musiman yang sangat dibutuhkan oleh industri pertanian. Tapi yang lebih penting lagi, Kongres juga sedang mempertimbangkan dinaikkannya jumlah izin kerja bagi orang asing yang punya keahlian tinggi. Partai Demokrat mendesak supaya dikeluarkannya visa khusus bagi orang-orang asing yang mendapat gelar kesarjanaan dalam bidang sains dari perguruan tinggi Amerika. Sistem yang berlaku sekarang, seperti pemberian green card atau izin tinggal permanen dalam jumlah terbatas bagi orang-orang yang punya keahlian tertentu, harus dirombak, kata para pakar bisnis. Kata mereka, sistem kuota yang diberikan bagi banyak negara asing, hanya memperlambat masuknya pakar-pakar yang sangat dibutuhkan dari India dan China, misalnya. Karena sistem quota itulah, jumlah green card yang dikeluarkan dalam tahun 1998 hanya mencapai 77,500 saja, atau 55 persen dari jatah yang disediakan bagi immigran ahli dari luar negeri. Kata Jeanne A. Butterfield, pejabat Perkumpulan Pengacara Immigrasi, sistem quota yang sekarang itu sebaiknya dihapus saja dan jatahnya diberikan kepada para peminat yang memang memenuhi syarat dan keahliannya sangat dibutuhkan. Jumlah immigran, baik yang resmi maupun gelap, yang masuk ke Amerika tahun 1998,adalah 917,456 orang. Dari jumlah itu, hampir separuhnya adalah anggota keluarga dari orang-orang yang sudah menjadi penduduk tetap atau warga Amerika. Jumlah pendatang gelap cukup besar, yaitu 275,000 orang, atau hampir 30 persen, disusul oleh pekerja yang disponsori oleh perusahaan, 8,4 persen, dan pengungsi dari berbagai kategori, 6,7 persen. Kata majalah Business Week, kebutuhan tenaga asing yang terdidik dan trampil itu makin dirasakan karena generasi baby boom yang lahir setelah perang dunia kedua sudah memasuki usia 50 tahun keatas, ditambah turunnya tingkat kelahiran di Amerika belakangan ini. |
|||||
|
FastCounter by bCentral |
||||||