Pemerintah Naikan Target Cukai Rokok, YLKI Mendukung


GAPPRI-Minta-YLKI-Tidak-Asal-Komentar-Terkait-Iklan-RokokYayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung rencana pemerintah menaikkan target penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 23,5 persen menjadi Rp 148,85 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi juga menyarankan pemerintah untuk  menaikkan tarif cukai rokok hingga titik maksimum yaitu 57 persen dari harga rokok eceran (ritel). Pasalnya hal tersebut telah dimandatkan dalam Undang-Undang tentang Cukai.

“Kenaikan cukai rokok secara siknifikan akan bermanfaat dua hal, yakni meningkatkan pendapatan pemerintah dari sektor cukai. Kedua, sebagai cara untuk pengendalian penggunaan rokok oleh masyarakat, sehingga rokok tidak gampang diakses oleh masyarakat menengah bawah,” kata Tulus melalui keterangan resmi, dikutip Minggu (13/9).

Menurut Tulus, harga rokok di Indonesia adalah yang termurah di dunia, sehingga tidak heran jumlah perokok pemula di tanah air selalu tumbuh signifikan setiap tahun.

Naiknya tarif cukai rokok membuat para pengusaha rokok khawatir akan maraknnya peredaran rokok illegal.

“Rokok ilegal jelas harus diberantas, karena merugikan negara. Namun maraknya rokok ilegal bukan karena kenaikan cukai, tapi karena pemerintah malas melakukan law enforcement,” tegasnya.

YLKI juga telah menyurati Kementerian Perdagangan agar menerbitkan aturan yang melarang penjualan rokok di toko ritel modern.

“Rokok dan minuman keras (miras) adalah sama dan sebangun, rokok dan miras sama-sama produk yang dikenai cukai. Miras dilarang dijual di ritel modern, seharusnya rokok juga sama. Segera naikkan cukai rokok demi kesehatan masyarakat, dan demi pendapatan negara,” kata Tulus. (cnn/IM)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *