Pembakaran Gereja Di Aceh Singkil, NU: Masyarakat Indonesia Mudah Terprovokasi


kerusuhan-meletus-di-aceh-singkil_20151013_153611Jakarta – Peristiwa pembakaran dua gereja di Aceh Singkil menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan menimbulkan rasa tidak aman masyarakat. Belum lama ini, kekerasan atas nama agama juga terjadi di Tolikara, Papua.

“Saya menyesalkan kejadian ini. Peristiwa yang terus berulang. Ini bukan kali pertama. Ini polanya berulang meski isunya dikemas keresahan dan izin tempat ibadah,” ungkap Ketua Lakpusdam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Rumadi Ahmad dalam konferensi pers di Gedung Oikumune, Jakarta, Selasa (13/10).

Menurut Rumadi, kejadian di Aceh Singkil dan Tolikara, terjadi menjelang hari keagamaan. Diduga kuat ada motif dari pihak tertentu yang sengaja menyebabkan konflik.
“Saya tidak tahu ini kebetulan atau direkayasa. Dari dua peristiwa ini mulai kelihatan hari besar keagamaan dimanfaatkan dengan model seperti ini,” katanya.

Berdasarkan dua kasus ini, Rumadi menilai masyarakat Indonesia mudah terprovokasi. Hal ini menurutnya seperti penyakit yang harus segera disembuhkan.

“Ini indikasikan masyarakat kita agak kasar, sakit, dalam kaitan provokasi keagamaan. Tokoh agama harus segera sembuhkan penyakit ini. Jika tak bisa diatasi, bukan tidak mungkin akan terjadi di tempat lain, balas dendam,” jelas dia.

Rumadi juga meminta aparat setempat untuk segera melakukan langkah pengamanan, guna mencegah adanya korban dan aksi yang berkelanjutan dari kedua belah pihak,.

“Tak ada alasan lain kepada aparat pemerintah harus antisipasi agar peristiwa di aceh tidak diframe oleh pihak lain,” tegasnya. (mdk/IM)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *