Oknum Brimob Diduga Rampok Uang Kawalan Rp4,8 Miliar


0909486780x390Salatiga – Brigadir SP, oknum anggota Brimob Polda Jawa Tengah, diduga melakukan perampokan uang senilai Rp 4,8 miliar dari sebuah minibus perusahaan jasa pengelolaan uang yang dikawalnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Semarang AKBP Latif Usman membenarkan adanya informasi perampokan oleh oknum anggota Brimob tersebut, Selasa (29/9/2015). Namun, dalam penanganan kasus ini pihaknya mengaku hanya membantu jajaran Polda Jawa Tengah saja.

“Kemarin sesaat setelah kejadian, personel Unit Identifikasi Polres Semarang juga sudah diturunkan. Kita sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari warga,” ucap Kapolres.

Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Senin (28/9/2015) sekitar pukul 18.30 WIB di sebuah penggilingan padi di Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Awalnya mobil milik PT Advantage SCM, sebuah perusahaan jasa pengelolaan uang, berangkat dari kantornya di Semarang pada pukul 07.30 WIB menuju Solo.

Frendy Agus Irawan dan Tri Ivan S. adalah petugas yang membawa mobil pengangkut uang. Mereka adalah karyawan PT Advantage SCM, dengan pengawalan Brigadir SP, seorang anggota Brimob Polda Jateng.

Sekitar pukul 10.00 WIB, mereka sudah sampai di Solo dengan rute kunjungan ke beberapa tempat. Rute yang dilalui adalah Time Zone Solo Grand Mal – Lottemart – Mall Paragon – Trihamas Finance – CIMB Niaga – Lottemart – Bank Permata Klewer – Bank Permata Solo Baru – Bank Permata Urip Sumoharjo dan menyinggahi kantor Advantage Solo, lalu kembali ke Semarang.

Dalam perjalanan pulang, sekitar pukul 18.00 WIB, mobil mampir ke Dukuh Ngabean RT 02/11, Desa Candi Ampel, Kabupaten Boyolali untuk menagih uang Rp 3,5 juta milik Frendy dari seseorang bernama Ngatimin. Namun, Ngatimin tidak berada di rumahnya.

Kemudian, Brigadir SP menelepon temannya dan temannya mengatakan bahwa Ngatimin sudah berhasil diamankan dan diminta untuk menjemput di TKP. Lalu Brigadir SP mengajak Frendy untuk menjemput Ngatimin di tempat yang dijanjikan. Sedangkan Tri Ivan diminta tinggal di rumah Ngatimin.

Sesampainya di lokasi, Frendy malah ditodong senjata oleh Brigadir SP dan satu pelaku yang belum diketahui identitasnya. Uang di mobil PT Advantage kemudian dipindahkan ke mobil Avanza milik pelaku.

Frendy ditinggalkan dengan kondisi mulut dilakban, sedangkan para pelaku melarikan diri dengan membawa uang yang diperkirakan berjumlah Rp 4,8 miliar rupiah. Sementara, senjata Brigadir SP ditinggal di mobil pembawa uang. (kmp/IM)

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *