Jeffrey Pagawak, Pimpinan OPM Sekaligus Dalang Penyanderaan 2 WNI Di Papua


81183_650_tempocoJeffrey Pagawak pimpinan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka disebut TNI dan polisi sebagai dalang dibalik penyandraan 2 WNI, Sudirman dan Badar, penebang kayu Indonesia di Skofro, Distrik Keerom, Papua, yang berbatasan dengan Papua Nugini pada Sabtu, 12 September 2015

Jeffrey Pagawak banyak bersinggungan dengan protes warga Papua terhadap kehadiran PT Freeport. Pagawak juga termasuk dalam sepuluh orang yang bertanggung jawab atas kerusuhan di depan Universitas Cenderawasih, Abepura, Jayapura, 16 Maret 2006. Dalam peristiwa ini, tiga anggota Brimob dan satu anggota TNI Angkatan Udara tewas di tempat.

Namanya juga termasuk dalam daftar pencarian orang karena terlibat dalam beberapa kerusuhan di Timika, seperti perusakan Hotel Sheraton dan pemblokiran jalan di Mile 28, Timika.

Dalam demonstrasi menentang PT Freeport 7 Maret 2006, Pagawak jelas-jelas menunjukan penolakannya. “Selama ini Freeport tak pernah menyejahterakan masyarakat Papua, khususnya warga dari tujuh suku yang memang punya hak ulayat adat tempat perusahaan itu beroperasi,” ujar Koordinator Front Aksi Nasional Penutupan PT Freeport Indonesia.

International Cricis Group sendiri mencatat Jeffrey Pagawak menjadi Ketua Solidaritas Internasional untuk Menutup Freeport. Beberapa kelompok bergabung dalam gerakan tersebut, antara lain Front Pepera, kelompok Sonamapa yang berbasis di Manokwari, serta Parlemen Jalanan.

Pagawak juga sangat mendukung kemerdekaan Papua pada aksi dua tahun sebelumnya, tepatnya 1 Desember 2004. Ketika itu Pagawak sebagai penanggung jawab Parlemen Jalanan Rakyat Sipil untuk Politik di Papua menyampaikan orasinya mendukung Papua Merdeka, dimana saat itu bendera Bintang Kejora dikibarkan. (tmp/IM)

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *