<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia Media Online &#187; Eddy Djaja</title>
	<atom:link href="http://www.indonesiamedia.com/category/eddy-djaja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indonesiamedia.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 04:21:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Native American Indians – Bagian ke-2</title>
		<link>http://www.indonesiamedia.com/2011/09/05/native-american-indians-%e2%80%93-bagian-ke-2/</link>
		<comments>http://www.indonesiamedia.com/2011/09/05/native-american-indians-%e2%80%93-bagian-ke-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 17:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Djaja - Indonesia Media</dc:creator>
				<category><![CDATA[Americana]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Eddy Djaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamedia.com/?p=33151</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.indonesiamedia.com/2011/09/05/native-american-indians-%e2%80%93-bagian-ke-2/"><img align="left" hspace="5" width="90" height="90" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/ED_Photo-penulis-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="ED_Photo-penulis" /></a>Kita lanjutan pembahasan mengenai berbagai bangsa American Indians. Seperti yang telah dikemukakan dalam Bagian ke-1 mereka tidak suka kalau dibilang sebagai “suku”.Bagi mereka – mereka adalah sebuah “bangsa”. Ini menunjukan bahwa mereka adalah bangsa yang bangga akan kebangsaan mereka. *  Bangsa Creek Indians - Bangsa Creek adalah suku-bangsa yang dominan yang terdapat di daerah bagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Kita lanjutan pembahasan mengenai berbagai bangsa American Indians. Seperti yang telah dikemukakan dalam Bagian ke-1 mereka tidak suka kalau dibilang sebagai “suku”.Bagi mereka – mereka adalah sebuah “bangsa”. Ini menunjukan bahwa mereka adalah bangsa yang bangga akan kebangsaan</p>
<div id="attachment_33153" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/ED_Photo-penulis.jpg"><img class="size-full wp-image-33153" title="ED_Photo-penulis" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/ED_Photo-penulis.jpg" alt="" width="150" height="167" /></a><p class="wp-caption-text">Eddy Djaja - penulis</p></div>
<p>mereka.</p>
<p><strong>*  Bangsa Creek Indians -</strong> Bangsa Creek adalah suku-bangsa yang dominan yang terdapat di daerah bagian “tengah-ke-selatan” yang selanjutnya dikenal sebagai Peradaban Lima Bangsa. Mereka dikenal dalam bahasa mereka sebagai Muskoke atau Muskoge, akan tetapi oleh suku-bangsa Shawnee mereka dipangil Humaskogi, oleh suku-bangsa Delaware mereka dipanggil Masquachki dan oleh bangsa Inggris mereka dipanggil Ochese Creek Indians sampai sekarang ini. Nama mereka diadaptasi dari grup bahasa mereka sendiri dan bagi suku-bangsa Muskogee, Oklahoma merupakan kota utama di tanah Indian.</p>
<div id="attachment_33155" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Cherokee-Indians_2.jpg"><img class="size-medium wp-image-33155" title="0911_Cherokee Indians_2" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Cherokee-Indians_2-300x168.jpg" alt="" width="300" height="168" /></a><p class="wp-caption-text">Cherokee Indians</p></div>
<p><strong>* Bangsa Cherokee Indians</strong> &#8211; Bangsa Cherokee merupakan suku-bangsa terbesar di daerah bagian tenggara dan merupakan yang paling dahulu beradaptasi pada peradaban Eropa. Nama mereka disebut sebagai Tsalagi di dalam bahasa mereka. Oleh bangsa Choctaw mereka dipanggil Chalakki dimana bahasa Chalakki ini merupakan bahasa yang digunakan dalam perdagangan di daerah bagian tenggara.</p>
<p><strong>Bangsa-bangsa didaerah Barat Daya dari Amerika::</strong></p>
<p><strong>* Bangsa Navajo (Dineh, Navaho) Indians</strong>- Bangsa Navajo merupakan</p>
<div id="attachment_33156" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Navajo-Indians_3.jpg"><img class="size-medium wp-image-33156" title="0911_Navajo Indians_3" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Navajo-Indians_3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Navajo Indians</p></div>
<p>suku bangsa terbesar di Amerika Serikat dengan jumlah populasi sebanyak 200,000 orang yang mendiami daerah terbesar yang diperuntukkan bagi Native Americans seluas 17 juta hektar di negara bagian Arizona, Utah dan New Mexico. Kata Navajo diambil dari bahasa Spanyol yang berarti “orang dengan lapangan yang besar”. Pada masa kedatangan bangsa kulit putih, mereka telah mengembangkan pertanian walau masih dalam skala yang kecil dibandingkan dengan suku-bangsa Hopi dan suku-bangsa Pueblo.</p>
<div id="attachment_33157" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Zuni-Indians_4.jpg"><img class="size-medium wp-image-33157" title="0911_Zuni Indians_4" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Zuni-Indians_4-300x171.jpg" alt="" width="300" height="171" /></a><p class="wp-caption-text">Zuni Indians</p></div>
<p><strong>* Bangsa Zuni Indians -</strong> Bangsa Zuni seperti halnya dengan bangsa Hopi, berbeda dengan bangsa Pueblo tapi ada ikatan dalam kultur mereka. Ketiga grup yaitu Zuni, Hopi dan Pueblo memiliki karakteristik yang sama. Pertama mereka bertempat tinggal di pueblos (dalam bahasa Spanyol berarti desa) dimana sering kali letak rumah mereka bersebelahan dan kadang kala bertingkat seperti halnya kompleks apartemen yang modern. Bangsa Pueblo berdiam di satu desa sedangkan bangsa Hopi dan Zuni mendiami beberapa desa tapi tidak semua anggotanya tinggal di desa.</p>
<p><strong>* Bangsa Hopi Indians</strong>- Bangsa Hopi. Nama mereka berasal dari hopitu yang berarti “orang damai”. Mereka berasosiasi dalam tradisi dan budaya dengan bangsa Zuni dan bangsa Pueblo. Mereka semuanya bertempat tinggal di desa atau kota dalam gedung bertingkat. Nama pueblo diambil dari bahasa Spanyol yang berarti juga “orang”. Bangsa Hopi adalah keturunan dari bangsa</p>
<div id="attachment_33158" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Hopi_Indians_5.jpg"><img class="size-medium wp-image-33158" title="0911_Hopi_Indians_5" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Hopi_Indians_5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Hopi Indians</p></div>
<p>yang bermigrasi ke barat daya pada 1000 tahun sebelum Masehi. Pada tahun 700 mereka telah mengembangkan pertanian dengan menanam jagung, kacang, labu, ketela dan kapas. Pada tahun 1100 mereka meninggalkan rumah gubuk mereka untuk berpindah ke rumah bertingkat dan membangun kota di Oraibi dan Mesa Verde.</p>
<p><strong>* Bangsa Yavapai Indians</strong>- Sejak dari jaman prasejarah, bangsa Yavapai</p>
<div id="attachment_33159" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Yavapai-Indians_6.jpg"><img class="size-full wp-image-33159" title="0911_Yavapai Indians_6" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Yavapai-Indians_6.jpg" alt="" width="250" height="281" /></a><p class="wp-caption-text">Yavapai Indians</p></div>
<p>hidup sebagai pemburu dan hanya sesekali mengerjakan pertanian di lebih dari sembilan juta hektar tanah di bagian tengah dan barat dari Negara bagian Arizona. Ketiga grup utama dari bangsa Yavapai mengadakan hubungan yang sangat baik diantara mereka dan sekarang ini umumnya mereka berlokasi di Ft. McDowell, Camp Verde dan Prescott. Bangsa Yavapai terkenal dengan kepandaian mereka dalam membuat keranjang dimana hasil kerajinan ini dapat di lihat di banyak museum.</p>
<p><strong>* Bangsa Apache Indians</strong>- Bangsa Apache (dari kata Zuni yang berarti “musuh”) American Indians yang berdiam di bagian barat daya. Nama yang</p>
<div id="attachment_33160" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Apache-Indians_7.jpg"><img class="size-medium wp-image-33160" title="0911_Apache Indians_7" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Apache-Indians_7-300x231.jpg" alt="" width="300" height="231" /></a><p class="wp-caption-text">Apache Indians</p></div>
<p>digunakan untuk kalangan mereka sendiri adalah Inde atau Nde yang berarti “orang”. Kehidupan mereka seperti kaum nomadic yang suka berpindah-pindah, bangsa Apache merupakan suku-bangsa yang terakhir yang menyerahkan diri pada pemerintahan pada tahun 1880.</p>
<p><strong>Bangsa-bangsa yang mendiami daerah dataran (Plains):</strong></p>
<p><strong>* Bangsa Kiowa Indians</strong>- Nama Kiowa diambil dari kata kai-gwa yang berarti “orang utama” dan lagenda mengatakan bahwa mereka berasal dari pinggiran Yellowstone River di bagian tengah negara bagian Montana. Pada</p>
<div id="attachment_33161" class="wp-caption alignleft" style="width: 243px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Kiowa-Indians_8.jpg"><img class="size-medium wp-image-33161" title="Kiowa Indian Jack Hokeah, 1944" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/09/0911_Kiowa-Indians_8-233x300.jpg" alt="" width="233" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Kiowa Indians</p></div>
<p>abad ke-18 setelah mereka memiliki kuda, mereka berpindah ke daerah dataran untuk berburu banteng. Ketika itu mereka membuat persekutuan dengan bangsa Kiowa-Apache begitu juga dengan musuh mereka yang lalu, Comanche yang merupakan basis dari pada Kiowa-Comanche Reservation yang dibentuk dalam daerah Indian pada tahun 1892. Kiowa dikenal suka menulis dan menyimpan sejarah mereka. Arsip sejarah disimpan dalam bentuk calendar foto di kulit banteng dan di-update setahun dua kali – pada musim dingin dan musim panas.</p>
<p><strong>* Bangsa Pawnee (Pani, Pana, Panana, Panamaha, Panimaha)Indians</strong> &#8211; Nama Pawnee berasal dari Caddoan pariki yang berarti “tanduk” yang umumnya dipakai di atas kepala. Pawnee hidup di desa-desa seperti halnya suku-bangsa Mandan. Mereka mengerjakan pertanian tapi juga berburu banteng. Agama mereka sangat kompleks yang terkait dengan daerah lainnya termasuk mengadakan upacara pengorbanan wanita guna mengharapkan panen yang melimpah.(bersambung)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="printfriendly alignleft"><a href="http://www.indonesiamedia.com/2011/09/05/native-american-indians-%e2%80%93-bagian-ke-2/?pfstyle=wp" rel="nofollow" ><img src="//cdn.printfriendly.com/pf-print-icon.gif" alt="Print Friendly"/><span class="printandpdf printfriendly-text"> Print <img src="//cdn.printfriendly.com/pf-pdf-icon.gif" alt="Get a PDF version of this webpage" /> PDF </span></a></div><p>This post was submitted by Eddy Djaja - Indonesia Media.</p><div class="lightsocial_container"><a class="lightsocial_a" href="http://digg.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F09%2F05%2Fnative-american-indians-%25e2%2580%2593-bagian-ke-2%2F&amp;title=Native+American+Indians+%E2%80%93+Bagian+ke-2" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/digg.png" alt="Digg This" title="Digg This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F09%2F05%2Fnative-american-indians-%25e2%2580%2593-bagian-ke-2%2F&amp;title=Native+American+Indians+%E2%80%93+Bagian+ke-2" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/reddit.png" alt="Reddit This" title="Reddit This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F09%2F05%2Fnative-american-indians-%25e2%2580%2593-bagian-ke-2%2F&amp;title=Native+American+Indians+%E2%80%93+Bagian+ke-2" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/stumbleupon.png" alt="Stumble Now!" title="Stumble Now!" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://buzz.yahoo.com/buzz?targetUrl=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F09%2F05%2Fnative-american-indians-%25e2%2580%2593-bagian-ke-2%2F&amp;headline=Native+American+Indians+%E2%80%93+Bagian+ke-2" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/yahoo_buzz.png" alt="Buzz This" title="Buzz This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dzone.com/links/add.html?title=Native+American+Indians+%E2%80%93+Bagian+ke-2&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F09%2F05%2Fnative-american-indians-%25e2%2580%2593-bagian-ke-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dzone.png" alt="Vote on DZone" title="Vote on DZone" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.facebook.com/sharer.php?t=Native+American+Indians+%E2%80%93+Bagian+ke-2&amp;u=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F09%2F05%2Fnative-american-indians-%25e2%2580%2593-bagian-ke-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/facebook.png" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://delicious.com/save?title=Native+American+Indians+%E2%80%93+Bagian+ke-2&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F09%2F05%2Fnative-american-indians-%25e2%2580%2593-bagian-ke-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/delicious.png" alt="Bookmark this on Delicious" title="Bookmark this on Delicious" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dotnetkicks.com/kick/?title=Native+American+Indians+%E2%80%93+Bagian+ke-2&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F09%2F05%2Fnative-american-indians-%25e2%2580%2593-bagian-ke-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetkicks.png" alt="Kick It on DotNetKicks.com" title="Kick It on DotNetKicks.com" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://dotnetshoutout.com/Submit?title=Native+American+Indians+%E2%80%93+Bagian+ke-2&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F09%2F05%2Fnative-american-indians-%25e2%2580%2593-bagian-ke-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetshoutout.png" alt="Shout it" title="Shout it" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F09%2F05%2Fnative-american-indians-%25e2%2580%2593-bagian-ke-2%2F&amp;title=Native+American+Indians+%E2%80%93+Bagian+ke-2&amp;summary=&amp;source=" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/linkedin.png" alt="Share on LinkedIn" title="Share on LinkedIn" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F09%2F05%2Fnative-american-indians-%25e2%2580%2593-bagian-ke-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/technorati.png" alt="Bookmark this on Technorati" title="Bookmark this on Technorati" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://twitter.com/home?status=Reading+http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F09%2F05%2Fnative-american-indians-%25e2%2580%2593-bagian-ke-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/twitter.png" alt="Post on Twitter" title="Post on Twitter" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.google.com/buzz/post?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F09%2F05%2Fnative-american-indians-%25e2%2580%2593-bagian-ke-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/google_buzz.png" alt="Google Buzz (aka. Google Reader)" title="Google Buzz (aka. Google Reader)" /></a>&nbsp;&nbsp;</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamedia.com/2011/09/05/native-american-indians-%e2%80%93-bagian-ke-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Pow Wow – Bagian ke-1</title>
		<link>http://www.indonesiamedia.com/2011/07/31/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1-3/</link>
		<comments>http://www.indonesiamedia.com/2011/07/31/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 02:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Djaja - Indonesia Media</dc:creator>
				<category><![CDATA[Americana]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Eddy Djaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamedia.com/?p=31236</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.indonesiamedia.com/2011/07/31/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1-3/"><img align="left" hspace="5" width="90" height="90" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/07/ED_Photo-penulis-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="ED_Photo-penulis" /></a>Kata Pow Wow berasal dari kata suku American Indian “narrangansett” yang berarti pemimpin spiritual. Pow Wow dalam dunia modern sekarang ini merupakah peristiwa dimana Native American maupun non-Native American bertemu untuk menari, menyanyi, bersosialisasi dan menghargai kultur dan budaya mereka. Pada umumnya dalam acara ini diadakan lomba menari dengan hadiah uang. Pow Wow berbeda dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Kata Pow Wow berasal dari kata suku American Indian “narrangansett” yang berarti pemimpin spiritual. Pow Wow dalam dunia modern sekarang ini merupakah peristiwa dimana Native American maupun non-Native American bertemu untuk menari, menyanyi, bersosialisasi dan menghargai kultur dan</p>
<div id="attachment_31240" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/07/ED_Photo-penulis.jpg"><img class="size-full wp-image-31240" title="ED_Photo-penulis" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/07/ED_Photo-penulis.jpg" alt="" width="150" height="167" /></a><p class="wp-caption-text">Eddy Djaja - Penulis</p></div>
<p>budaya mereka. Pada umumnya dalam acara ini diadakan lomba menari dengan hadiah uang. Pow Wow berbeda dalam waktu penyelenggaraannya – bisa hanya berlangsung dalam satu hari selama 5 – 6 jam atau bisa selama tiga hari dan bahkan selama seminggu dalam Pow Wow yang besar.</p>
<p>Pow Wow atau Festival Pow Wow bisa juga diartikan berkumpulnya Native Americans dari berbagai suku seperti yang dipertunjukan dalam film-film western/cowboy. Kata ini juga dipakai untuk mengartikan sebuah pertemuan dari orang-orang yang berpengaruh dalam dinas kemeliteran namun pemakaian ini bisa dianggap kurang menghargai budaya dari bangsa Native American.</p>
<p>Persiapan untuk menyelenggarakan Pow Wow umumnya dimulai beberapa bulan atau bahkan setahun sebelumnya oleh sekumpulan orang-orang yang umumnya disebut Pow Wow Committee/Komite Pow Wow. Festival ini bisa juga disponsori oleh organisasi dari salah satu suku dari American Indian,</p>
<div id="attachment_31242" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/07/0111budaya_pow-wow-opening-ceremony.jpg"><img class="size-medium wp-image-31242" title="0111budaya_pow wow opening ceremony" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/07/0111budaya_pow-wow-opening-ceremony-300x229.jpg" alt="" width="300" height="229" /></a><p class="wp-caption-text">Opening Ceremony</p></div>
<p>komunitas American Indian dari suatu daerah, Program Studi Native American atau American Indian Club yang terdapat di salah satu college atau universitas. Juga oleh suatu organisasi yang bisa menyediakan dana, asuransi dan para pekerja suka rela.</p>
<p><strong>Pow Wow Committee – Komite Pow Wow</strong> &#8211; Pow Wow Committee terdiri dari kumpulan orang-orang yang melaksanakan segala sesuatunya sejak permulaan. Apabila Pow Wow mempunyai sebuah sponsor seperti dari salah satu suku, college atau organisasi, kebanyakan anggota dari committee tersebut berasal dari group yang bersangkutan. Committee bertanggung jawab dalam me-rekrut dan menggaji para Pimpinan Penyelenggara Pow Wow, mempublikasikan Wow Wow, mendapatkan lokasi dan mencari vendors yang membayar stand/booth untuk mereka berjualan makanan, minuman dan barang-barang lainnya selam Pow Wow berlangsung.</p>
<p>Para Pimpinan Penyelenggara Pow Wow terdiri dari orang-orang yang</p>
<div id="attachment_31243" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/07/0111budaya_pow-wow-master-of-ceremony.jpg"><img class="size-medium wp-image-31243" title="0111budaya_pow wow master of ceremony" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/07/0111budaya_pow-wow-master-of-ceremony-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">Master of Ceremony</p></div>
<p>melaksanakan tugas-tugas harian selama festival berlangsung. Mereka umumnya digaji oleh Pow Wow Committee beberapa bulan sebelumnya berdasarkan kualitas, kapabilitas dan dedikasi yang dimiliki oleh mereka yang bisa mempengaruhi jumlah tamu yang akan datang di festival tersebut.</p>
<p><strong>Arena Director – Direktur Arena</strong> &#8211; Arena Director adalah penanggung jawab selama Pow Wow berlangsung. Kadang-kadang ia juga disebut sebagai “seorang yang mencambuk” (whip man) dan whip man ini bisa juga bertindak sebagai seorang pembantu direktur. Tugas Arena Director menjamin pengadaan para penari selama Pow Wow berlangsung dan grup drum (penabuh tambur) mengerti akan tipe/macam lagu yang akan dinyanyikan. Jika akan diadakan kontes Arena Director bertanggung jawab dalam pengadaan para juri. Dia juga bertanggung jawab dalam pengorganisasian acara-acara yang diperlukan selama festival berlangsung. Salah satu tugas pokok dari Arena Director adalah menjaga arena dansa bebas dari para pengunjung.</p>
<p><strong>Master of Ceremony &#8211; MC</strong><strong></strong> &#8211; Master of Ceremony atau MC merupakan suara dari .Pow Wow. Ia bertanggung jawab dalam pengaturan acara dan mengumumkannya kepada para penyanyi, penari dan masyarakat umum serta pengunjung. Jika ada waktu/slot yang kosong, ia juga akan mengisinya dengan berbagai lelucon. Seorang MC juga yang akan menarik nomer-nomer undian atau nomer-nomer kontes yang menang selama festival tersebut.</p>
<div id="attachment_31244" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/07/0111budaya_pow-wow-head-dancer.jpg"><img class="size-medium wp-image-31244" title="0111budaya_pow wow head dancer" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/07/0111budaya_pow-wow-head-dancer-300x253.jpg" alt="" width="300" height="253" /></a><p class="wp-caption-text">Head Dancer</p></div>
<p><strong>Head Dancers – Pimpinan Penari</strong> &#8211; Para pemimpin penari terdiri dari seorang kepala penari lelaki dan seorang kepala penari wanita yang umumnya adalah seorang kepala penari yang mewakili golongan penari muda (teen dancers), kepala penari yang mewakili golongan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan, golongan manula. Kepala penari berada di barisan paling depan dari para penari dalam parade yang akan memasuki lapangan (grand entry parade).</p>
<p><strong>Host Drums and Drum Groups – Tuan Rumah Pemain Drum atau Grup Pemain Drum</strong><strong></strong> &#8211; Kontes musik dan aktivitas lainnya dalam Pow Wow terdiri dari “drum” (tambur), sekelompok orang-orang yang memainkan drum dan menyanyikan lagu-lagu tradisional. Jumlah pemain dalam satu grup pemain drum bisa berbeda tetapi umumnya terdiri dari empat orang. Diantara mereka berpakaian tradisional dan secara bergiliran dalam menari dan menyanyi atas petunjuk dari manajemen Pow Wow.</p>
<p>Pemain drum dari tuan rumah adalah grup utama yang bertanggung jawab</p>
<div id="attachment_31245" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/07/0111budaya_pow-wow-group-drummers.jpg"><img class="size-medium wp-image-31245" title="0111budaya_pow wow group drummers" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/07/0111budaya_pow-wow-group-drummers-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Group Drummers</p></div>
<p>dalam pengadaan musik dan lagu-lagu bagi penari dan penyanyi. Dalam suatu inter-tribal Pow Wow, dua atau lebih pemain drum digaji untuk bertindak sebagai tuan rumah. Dalam berbagai festival Pow Wow terdapat Host Northern Drum dan Host Southern Drum. Tergantung dari besar kecilnya Pow Wow dan di daerah mana festival ini berlangsung terdapat banyak macam drum yang merepresentasikan berbagai suku dan komunitas.. Pemain drum akan dinilai dari mutu dari permainannya dan diberikan hadiah uang kepada para pemenang.</p>
<p>Setiap grup drum terdapat seorang pemimpin drum yang mengarahkan para penyanyi dalam menyanyikan lagunya. Tuan rumah dari pemain drum bertanggung jawab menyediakan lagu-lagu dari permulaan sampai dengan akhir dari pada satu sessi mulai dari lagu pembukaan, lagu mengiringi parade masuk ke lapangan, lagu mengiringi pembawa bendera dan lain-lain nyanyian sebagai tanda dimulainya sebuah festival Pow Wow. (bersambung)</p>
<div class="printfriendly alignleft"><a href="http://www.indonesiamedia.com/2011/07/31/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1-3/?pfstyle=wp" rel="nofollow" ><img src="//cdn.printfriendly.com/pf-print-icon.gif" alt="Print Friendly"/><span class="printandpdf printfriendly-text"> Print <img src="//cdn.printfriendly.com/pf-pdf-icon.gif" alt="Get a PDF version of this webpage" /> PDF </span></a></div><p>This post was submitted by Eddy Djaja - Indonesia Media.</p><div class="lightsocial_container"><a class="lightsocial_a" href="http://digg.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F07%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-3%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/digg.png" alt="Digg This" title="Digg This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F07%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-3%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/reddit.png" alt="Reddit This" title="Reddit This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F07%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-3%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/stumbleupon.png" alt="Stumble Now!" title="Stumble Now!" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://buzz.yahoo.com/buzz?targetUrl=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F07%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-3%2F&amp;headline=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/yahoo_buzz.png" alt="Buzz This" title="Buzz This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dzone.com/links/add.html?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F07%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-3%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dzone.png" alt="Vote on DZone" title="Vote on DZone" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.facebook.com/sharer.php?t=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;u=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F07%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-3%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/facebook.png" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://delicious.com/save?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F07%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-3%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/delicious.png" alt="Bookmark this on Delicious" title="Bookmark this on Delicious" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dotnetkicks.com/kick/?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F07%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-3%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetkicks.png" alt="Kick It on DotNetKicks.com" title="Kick It on DotNetKicks.com" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://dotnetshoutout.com/Submit?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F07%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-3%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetshoutout.png" alt="Shout it" title="Shout it" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F07%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-3%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;summary=&amp;source=" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/linkedin.png" alt="Share on LinkedIn" title="Share on LinkedIn" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F07%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-3%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/technorati.png" alt="Bookmark this on Technorati" title="Bookmark this on Technorati" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://twitter.com/home?status=Reading+http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F07%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-3%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/twitter.png" alt="Post on Twitter" title="Post on Twitter" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.google.com/buzz/post?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F07%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-3%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/google_buzz.png" alt="Google Buzz (aka. Google Reader)" title="Google Buzz (aka. Google Reader)" /></a>&nbsp;&nbsp;</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamedia.com/2011/07/31/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagenda dari Bangsa American Indians Yakima &#8211; Lenyapnya Ikan Salmon</title>
		<link>http://www.indonesiamedia.com/2011/05/27/lagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon/</link>
		<comments>http://www.indonesiamedia.com/2011/05/27/lagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 04:01:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Djaja / IM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Americana]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Eddy Djaja]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Indians]]></category>
		<category><![CDATA[salmon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamedia.com/?p=27745</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.indonesiamedia.com/2011/05/27/lagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon/"><img align="left" hspace="5" width="90" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/05/mail.google.com_7.png" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="mail.google.com" /></a>Cerita ini adalah mengenai orang-orang yang mengabaikan petunjuk yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk memilihara ikan salmon yang mengakibatkan hilangnya keberadaan ikan salmon.. Semua cara yang ditempuh mereka untuk mengembalikan ikan salmon telah gagal sampai pada saat seorang yang bernama Old Man Rattlesnake mempergunakan kekuatan gaibnya untuk mengembalikan lagi keberadaan ikan salmon.. Dan orang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-27746" title="mail.google.com" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/05/mail.google.com_7.png" alt="" width="135" height="166" />Cerita ini adalah mengenai orang-orang yang mengabaikan petunjuk yang diberikan oleh<br />
Sang Pencipta untuk memilihara ikan salmon yang mengakibatkan hilangnya keberadaan<br />
ikan salmon.. Semua cara yang ditempuh mereka untuk mengembalikan ikan salmon telah<br />
gagal sampai pada saat seorang yang bernama Old Man Rattlesnake mempergunakan<br />
kekuatan gaibnya untuk mengembalikan lagi keberadaan ikan salmon.. Dan orang tidak bisa<br />
dikelabui oleh Anjing Hutan yang mengatakan bahwa dia dapat melakukannya&#8230;</p>
<p>Sang Pencipta mengajarkan orang bagaimana caranya untuk memelihara makanan ini</p>
<div id="attachment_27748" class="wp-caption alignright" style="width: 236px"><img class="size-full wp-image-27748" title="mail.google.com" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/05/mail.google.com_88.jpg" alt="" width="226" height="150" /><p class="wp-caption-text">Ikan Salmon</p></div>
<p>yang diciptakan bagi mereka. Dia mengatakan, &#8220;Jangan mengabaikan makanan ini.&#8221;Hati-<br />
hati bahwa anda tidak melanggar peraturan dalam memelihara ikan salmon ini. Jangan<br />
mengambil lebih dari yang anda perlukan. Dia mengatakan kepada mereka jika mereka<br />
mematuhi peraturan ini, ikan salmon akan berkembang-biak beberapa kali lipat dalam<br />
kehidupan mereka.</p>
<p>Pada mulanya orang sangat menaati peraturan dan mereka hidup dengan senang tanpa<br />
suatu masalah. Di sepanjang sungai ada segerombolan orang-orang yang beramai-ramai<br />
memancing dan menangkap ikan salmon sampai menghabiskan persediaan ikan ini.<br />
Sampai pada suatu hari sesuatu yang aneh terjadi. Orang-orang menjadi sembrono dan<br />
mereka lalai untuk mengikuti perintah yang dibuat oleh sang Pencipta. Mereka menjadi<br />
serakah. Mereka tidak menjaga keberadaan ikan salmon. Mereka menangkap lebih dari yang<br />
mereka perlukan untuk keluarga-keluarga mereka. Mereka tidak lagi mendengar nasehat dari<br />
orang-orang yang berusaha untuk mentaati peraturan. Tiba-tiba ikan salmon menghilang.</p>
<div id="attachment_27750" class="wp-caption alignleft" style="width: 236px"><img class="size-full wp-image-27750" title="mail.google.com" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/05/mail.google.com_89.jpg" alt="" width="226" height="136" /><p class="wp-caption-text">Yakima Indians</p></div>
<p>Ketika ikan salmon tidak ada lagi untuk mereka tangkap semua orang pada mencari di<br />
sungai-sungai tetapi semuanya sia-sia. Tidak ada satu ekor ikan salmon dapat diketemukan<br />
Segera mereka menjadi lapar, anak-anak mereka menangis dan orang tua dipaksa menjadi<br />
pengemis untuk meminta-minta makanan..</p>
<p>Pada suatu hari ketika mereka sedang menyelusuri sungai mereka menemukan bangkai<br />
seekor ikan salmon ditepi sungai. Mereka memandang bangkai ikan itu dengan tidak percaya.<br />
Seketika mereka menyadari apa yang telah terjadi. Mereka mulai menangis dan merasa malu<br />
atas kesalahan yang mereka perbuat, &#8220;Jika kami diberi satu kali kesempatan lagi, kami akan<br />
melakukannya lebih baik.&#8221; Jika saja kami bisa menghidupkan ikan salmon ini, mungkin ikan-<br />
ikan salmon yang lainnya akan berdatangan lagi di sungai-sungai”.</p>
<p>Orang-orang lalu mengadakan rapat untuk membicarakan bagaimana mereka bisa<br />
menghidupkan kembali ikan salmon itu.Di zaman dahulu orang yang memiliki kekuatan gaib<br />
bisa menghidupkan makhluk yang sudah tidak bernyawa dengan melangkahi bangkainya<br />
sebanyak lima kali. Orang-orang itu lalu mencobanya. Satu per satu mereka masing-masing<br />
melangkahi ikan salmon itu sebanyak lima kali namun usaha mereka sia-sia belaka..</p>
<p>Ada seorang pertapa bernama “Old Man Rattlesnake”. Dia tidak pernah pergi kemana-</p>
<p>mana dan selalu tinggal menyendiri.Dia masih berpikiran sangat kuno dan semua orang<img class="alignright size-full wp-image-27752" title="mail.google.com" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/05/mail.google.com_90.jpg" alt="" width="118" height="166" /><br />
memanggilnya &#8220;Kakek&#8221;. Seseorang mengusulkan untuk meminta bantuan dari si Kakek.<br />
Dia adalah seorang laki-laki yang mempunyai kekuatan gaib. Mari kita minta dia untuk<br />
menghidupkan kembali ikan salmon itu. Maka merekapun mengirimkan seorang utusan.<br />
Ketika bertemu dengan si Kakek berkatalah Utusan itu:&#8221;Oh Kakek, dapatkah anda datang<br />
ke desa kami dan menolong kami untuk menghidupkan ikan salmon yang telah mati.&#8221;<br />
Semua usaha dari orang-orang kami sudah gagal. “Old Man Rattlesnake” mendengarkan<br />
lalu bertanya: &#8220;Dari mana anda dapat tahu bahwa saya dapat menghidupkan ikan salmon<br />
itu sedangkan setiap orang yang telah mencobanya gagal? Saya adalah seorang laki-laki<br />
tua, bagaimana bisa melakukan sesuatu yang mustahil!” . Utusan itu merasa sedih dan<br />
berkata &#8220;Anda adalah harapan terakhir kami.Cobalah tolong kami, Kakek”. Akhirnya “Old<br />
Man Rattlesnake” menyetujuinya, &#8220;Saya akan berusaha sebisa saya&#8221;.Dia yang telah begitu<br />
tua akan merasa sangat nyeri baginya untuk berjalan dengan cepat. Dia bergerak sangat<br />
lambat sekali..</p>
<p>Ketika Utusan dan si Kakek masih dalam perjalanan kembali ke desa , si Anjing Hutan<br />
berusaha mati-matian untuk meyakinkan orang-orang di desa itu bahwa dia mempunyai<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-27754" title="mail.google.com" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/05/mail.google.com_91.jpg" alt="" width="222" height="166" />kekuatan gaib. Dia berpikir bahwa jika dia berhasil menghidupkan ikan salmon itu dia akan<br />
menjadi sangat terkenal. Dia melangkahi ikan itu sebanyak empat kali. Pada langkahnya<br />
yang kelima, dia mendorong ikan salmon itu dengan ujung jari kakinya seakan-akan<br />
membuat ikan itu telah berpindah tempat.. Lalu dia berkata dengan keras, &#8220;Lihatlah, saya<br />
telah menghidupkan ikan salmon itu. Apakah anda melihatnya dia telah berpindah?” Tetapi<br />
orang-orang telah mengetahui apa yang dilakukan oleh si Anjing Hutan dan mereka tidak<br />
menghiraukan dia lagi.</p>
<p>Akhirnya “Old Man Rattlesnake” bersama Utasan tiba. Dengan menahan rasa nyeri dia<br />
melangkahi bangkai ikan salmon itu sebanyak empat kali. Sewaktu langkahnya yang kelima<br />
sesuatu yang gaip terjadi! Si Kakek menghilang ke dalam tubuh ikan dan ikan salmon itu<br />
terbangun lalu menggelapar hidup dan terjun kembali ke dalam sungai. Orang-orang lalu<br />
mengambil pelajaran dari kejadian ini dan selanjutnya mereka sangat menaruh perhatian<br />
untuk melindungi keberadaan ikan salmon..</p>
<p>Sekarang ini jika anda menangkap seekor ikan salmon dan anda menyiapkannya untuk<br />
dimakan ataupun diawetkan dan ketika anda mematahkan tulang belakangnya anda akan<br />
menemukan selaput putih di dalamnya. Itu adalah si “Old Man Rattlesnake” yang telah<br />
mengembalikan kehidupan kedalam tubuh ikan salmon.<img class="alignright size-full wp-image-27756" title="mail.google.com" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/05/mail.google.com_92.jpg" alt="" width="221" height="166" /></p>
<p>Kami sendiri tidak mengetahui cerita ini. Kami diberitahu oleh bapak dan bapak oleh kakek<br />
kami, yang mendengarnya dari bapak dan kakek mereka. Tidak seorang pun tahu bahwa<br />
Roh Agung yang berada diatas langit bisa membalikkan gunung&#8230;Tetapi kami mengetahui<br />
bahwa roh hanya akan kembali ke jasad orang yang menyimpan kepercayaan dari kakek<br />
mereka. Dan hanya tulang merekalah yang akan dipelihara di bawah gunung. (dirangkum dan<br />
diterjemahkan dari dongeng kehidupan bangsa American Indians Yakima)</p>
<div class="printfriendly alignleft"><a href="http://www.indonesiamedia.com/2011/05/27/lagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon/?pfstyle=wp" rel="nofollow" ><img src="//cdn.printfriendly.com/pf-print-icon.gif" alt="Print Friendly"/><span class="printandpdf printfriendly-text"> Print <img src="//cdn.printfriendly.com/pf-pdf-icon.gif" alt="Get a PDF version of this webpage" /> PDF </span></a></div><p>This post was submitted by Eddy Djaja / IM.</p><div class="lightsocial_container"><a class="lightsocial_a" href="http://digg.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F05%2F27%2Flagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon%2F&amp;title=Lagenda+dari+Bangsa+American+Indians+Yakima+-+Lenyapnya+Ikan+Salmon" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/digg.png" alt="Digg This" title="Digg This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F05%2F27%2Flagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon%2F&amp;title=Lagenda+dari+Bangsa+American+Indians+Yakima+-+Lenyapnya+Ikan+Salmon" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/reddit.png" alt="Reddit This" title="Reddit This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F05%2F27%2Flagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon%2F&amp;title=Lagenda+dari+Bangsa+American+Indians+Yakima+-+Lenyapnya+Ikan+Salmon" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/stumbleupon.png" alt="Stumble Now!" title="Stumble Now!" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://buzz.yahoo.com/buzz?targetUrl=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F05%2F27%2Flagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon%2F&amp;headline=Lagenda+dari+Bangsa+American+Indians+Yakima+-+Lenyapnya+Ikan+Salmon" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/yahoo_buzz.png" alt="Buzz This" title="Buzz This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dzone.com/links/add.html?title=Lagenda+dari+Bangsa+American+Indians+Yakima+-+Lenyapnya+Ikan+Salmon&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F05%2F27%2Flagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dzone.png" alt="Vote on DZone" title="Vote on DZone" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.facebook.com/sharer.php?t=Lagenda+dari+Bangsa+American+Indians+Yakima+-+Lenyapnya+Ikan+Salmon&amp;u=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F05%2F27%2Flagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/facebook.png" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://delicious.com/save?title=Lagenda+dari+Bangsa+American+Indians+Yakima+-+Lenyapnya+Ikan+Salmon&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F05%2F27%2Flagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/delicious.png" alt="Bookmark this on Delicious" title="Bookmark this on Delicious" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dotnetkicks.com/kick/?title=Lagenda+dari+Bangsa+American+Indians+Yakima+-+Lenyapnya+Ikan+Salmon&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F05%2F27%2Flagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetkicks.png" alt="Kick It on DotNetKicks.com" title="Kick It on DotNetKicks.com" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://dotnetshoutout.com/Submit?title=Lagenda+dari+Bangsa+American+Indians+Yakima+-+Lenyapnya+Ikan+Salmon&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F05%2F27%2Flagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetshoutout.png" alt="Shout it" title="Shout it" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F05%2F27%2Flagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon%2F&amp;title=Lagenda+dari+Bangsa+American+Indians+Yakima+-+Lenyapnya+Ikan+Salmon&amp;summary=&amp;source=" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/linkedin.png" alt="Share on LinkedIn" title="Share on LinkedIn" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F05%2F27%2Flagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/technorati.png" alt="Bookmark this on Technorati" title="Bookmark this on Technorati" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://twitter.com/home?status=Reading+http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F05%2F27%2Flagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/twitter.png" alt="Post on Twitter" title="Post on Twitter" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.google.com/buzz/post?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F05%2F27%2Flagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/google_buzz.png" alt="Google Buzz (aka. Google Reader)" title="Google Buzz (aka. Google Reader)" /></a>&nbsp;&nbsp;</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamedia.com/2011/05/27/lagenda-dari-bangsa-american-indians-yakima-lenyapnya-ikan-salmon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>American Indians Sioux &#8211; Lagenda Seruling Bambu</title>
		<link>http://www.indonesiamedia.com/2011/04/24/american-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu/</link>
		<comments>http://www.indonesiamedia.com/2011/04/24/american-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 16:38:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Djaja - Indonesia Media</dc:creator>
				<category><![CDATA[Americana]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Eddy Djaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamedia.com/?p=25633</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.indonesiamedia.com/2011/04/24/american-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu/"><img align="left" hspace="5" width="90" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/04/EddyDjaja_Penulis.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="EddyDjaja_Penulis" /></a>Mungkin Anda telah mengenalkan akan seruling bambu yang dibuat oleh bangsa native American Indian. Begitu juga mungkin Anda sudah mendengar betapa indah bentuk desainnya serta betapa merdu bunyinya. Tadinya oleh mereka seruling bambu itu (siytanka) hanya diperuntukan satu macam irama lagu yaitu lagu mengenai asrama. Pada usia remaja kaum laki-laki bangsa American Indians umumnya akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Mungkin Anda telah mengenalkan akan seruling bambu yang dibuat oleh bangsa native American Indian. Begitu juga mungkin Anda sudah mendengar betapa indah bentuk desainnya serta betapa merdu bunyinya. Tadinya oleh mereka seruling bambu itu (siytanka) hanya diperuntukan satu</p>
<div id="attachment_25636" class="wp-caption alignright" style="width: 156px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/04/EddyDjaja_Penulis.jpg"><img class="size-full wp-image-25636" title="EddyDjaja_Penulis" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/04/EddyDjaja_Penulis.jpg" alt="" width="146" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Eddy Djaja - penulis</p></div>
<p>macam irama lagu yaitu lagu mengenai asrama. Pada usia remaja kaum laki-laki bangsa American Indians umumnya akan duduk menyendiri, bersandar tersembunyi pada sebuah pohon, tidak terlihat di kegelapan malam. Mereka akan melantunkan lagu mereka yang khusus yaitu sebuah melodi yang bernafaskan cinta..</p>
<p>Bangsa native American Indians umumnya mempunyai sifat pemalu. Sekalipun dia sudah menjadi seorang prajurit yang sudah berulang kali memenangkan perang dengan musuh, seorang pemuda hampir tidak mungkin memiliki cukup keberanian untuk berbicara kepada “winchinchala” – yaitu seorang gadis yang dia telah jatuh cinta. Juga, tidak ada tempat di mana seorang pemuda dan seorang gadis bisa berdua-an di sebuah desa. Didalam keluarga bangsa native American Indians selalu terdapat banyak orang. Dan secara alami, dia tidak bisa berjalan berdua-an bersama dengan gadis-nya, walaupun berpegang tangan <a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/04/0511budaya_flute1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-25638" title="0511budaya_flute1" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/04/0511budaya_flute1-59x300.jpg" alt="" width="59" height="300" /></a>sudah menjadi salah satu tradisi Jika bersembunyi didalam rerumputan yang tinggi atau semak-semak belukar dia kemungkinan bisa ditanduk oleh seekor banteng atau dicakar oleh seekor beruang.</p>
<p>Satu-satunya kesempatan bertemu dengan gadis pujaanya adalah dengan menunggu saat fajar menyingsing ketika para wanita akan turun ke sungai mengambil air. Ketika gadis yang  ditunggu itu akhirnya muncul dia langsung keluar dari semak-semak dan berdiri tersenyum agar si gadis dapat melihat dia. Dan itu adalah satu-satunya cara yang bisa dia lakukan untuk menunjukkan kepadanya bahwa dia menaruh minat kepadanya.</p>
<p>Si “winchinchala” juga tidak dapat berbuat banyak kecuali muka-nya memerah, tertawa sambil melemparkan bunga turlip liar ke sang pemuda.. Jika si gadis suka pada si pemuda, satu-satunya cara adalah dia akan memberitahu kepada si pemuda untuk memberikan dia cukup waktu untuk mengisi tas air-nya sambil sekali-sekali melirik ke si pemuda dibalik bahunya dengan perlahan-lahan..</p>
<p>Oleh sebab itu seruling merupakan suatu alat untuk berkomunikasi. Pada malam hari sambil berbaring diatas jubah kulit banteng yang dimiliki-nya dari dalam rumah (tipi) orang-tuanya, si gadis akan mendengar bunyi alunan irama siyotanka (seruling) yang dimainkan oleh si pemuda.Dan dia akan tahu bahwa itu adalah alunan irama seruling kekasihnya dari luar sana. Dan mungkin dia akan pergi secara diam-diam untuk mengikuti bunyi itu dan menemui kekasihnya tanpa diketahui oleh siapapun.</p>
<p>Seruling umumnya terbuat dari bahan bambu yang dibentuk menyerupai <a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/04/0511budaya_flutes1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-25639" title="0511budaya_flutes1" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/04/0511budaya_flutes1.jpg" alt="" width="259" height="194" /></a>leher panjang dari seekor burung dengan paruh terbuka. Bunyi seruling keluar dari paruh tersebut dan ini merupakah sebuah lagenda darimana bangsa Lakota asalnya membuat seruling.</p>
<p>Sudah sejak beberapa generasi, orang mempunyai gendang dan alat musik lainya tapi belum memiliki seruling.Di jaman dahulu seorang pemuda akan pergi keluar untuk berburu. Daging sukar didapat dan orang-orang di perkemahannya kelaparan. Dia menemukan jalan setapak dari seekor rusa besar dan mengikutinya. Rusa besar yang bijaksana dan dan memilik gerakan yang cepat juga memiliki daya tarik asmara.. Jika seorang laki-laki memiliki minyak dari rusa besar dan dia oleskan pada bagian tubuh si gadis yang dia sukai, si gadis itu tidak akan bisa menolak jika diajak tidur dengannya. Pemuda ini tidak mempunyai minyak rusa tersebut.</p>
<p>Sesudah sekian jam dia akhirnya melihat binatang buruannya. Pemuda ini sangat mahir menggunakan anak panah namun rusa besar itu selalu berhasil menjauhi jarak tembak anak panah pemuda itu. Akhirnya di pemuda <a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/04/0511budaya_native-american-indians.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-25640" title="0511budaya_native american indians" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/04/0511budaya_native-american-indians-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" /></a>kehilangan jejak rusa besar itu dan dia tidak mengetahui kemana rusa itu menghilang. Waktu malam tiba, dia mendapatkan dirinya berada dalam hutan lebat. Jalan setapak sudah hilang demikian juga sang rusa besar.Dan di langit tidak tampak bulan. Dia tersadar bahwa dia telah tersesat didalam kegelapan malam. Dia tidak dapat menemukan jalan keluarnya.</p>
<p>Untunglah dia menemukan sebuah sungai dengan airnya yang jernih dan sejuk. Dan dia sudah cukup ber-hati-hati untuk membawa tas kulit berisi “wasna”: yaitu, daging kering yang ditumbuk dan dicampur dengan buah berries dan lemak ginjal. Makanan yang dapat disimpan lama buat seseorang yang akan pergi untuk beberapa hari. Sesudah dia  makan dan minum dia menutupi badanya dengan jubah bulu dan menyandarkan punggungnya pada sebuah pohon untuk beristirahat. Tetapi dia tidak bisa tidur sebab hutan itu dipenuhi oleh suara-suara aneh yaitu jeritan dari binatang-binatang malam dan teriakan dari  burung hantu yang bercokol di pohon. Ia seolah-olah  mendengar suara-suara tersebut untuk pertama kalinya.</p>
<p>Tiba-tiba ada bunyi yang baru sama sekali, semacam bunyi yang tidak <a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/04/0511budaya_learn-to-play-the-flute.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-25641" title="0511budaya_learn to play the flute" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/04/0511budaya_learn-to-play-the-flute-300x216.jpg" alt="" width="300" height="216" /></a>pernah didengar oleh siapapun. Sebuah irama yang sangat memilukan sehingga membuat dia merasa takut. Dia langsung memakai jubahnya dan mengambil panahnya..Namun dari sisi yang lain bunyi tersebut seperti sebuah lagu yang melantunkan sebuah irama yang  sedih tetapi sangat indah, penuh cinta, harapan, dan hasrat. Lalu sebelum dia mengetahuinya, dia telah jatuh tertidur. Dia bermimpi bahwa “ wagnuka” yaitu seekor burung pelatuk yang berambut merah, terlihat olehnya menyanyikan lagu tersebut seraya mengatakan kepadanya &#8220;ikuti saya dan saya akan mengajarkan kamu memainkan lagu ini.&#8221;</p>
<p>Ketika pemuda itu terbangun, matahari sudah tinggi. Di cabang pohon dia melihat seekor burung pelatuk yang berambut merah. Burung itu terbang melompat ke pohon lainnya,  tetapi tak pernah jauh darinya, menoleh ke belakang ke pemuda itu  seolah-olah mengatakan, &#8220;ikutilah aku!&#8221; Lalu sekali lagi dia mendengar lagu yang sangat indah itu, dan dia ingin sekali untuk menemukan si penyanyinya. Burung itu akhirnya hinggap di sebuah pohon bamboo dan mematok-matok-kan cucupnya membuat lubang-lubang di dahan bambu tersebut. Tiba-tiba ada hembusan angin yang kencang dan kembali si pemuda mendengar alunan irama lagu yang sangat indah itu..</p>
<p><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/04/0511budaya_flute2.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-25643" title="0511budaya_flute2" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/04/0511budaya_flute2-300x120.gif" alt="" width="300" height="120" /></a>Dia sadar bahwa bunyi tersebut datang dari dahan bambu yang berlubang dan hembusan angin yang keluar dari lubang yang dibikin oleh burung pelatuk itulah yang membuatnya.Lalu dibawanya dahan itu pulang ke desanya. Sekalipun ia tidak membawa hasil binatang buruannya namun ia merasa sangat gembira. Di dalam gubuknya (tipi) dia mencoba untuk membunyikan dahan bambu tersebut tetapi setelah berkali-kali dicobanya tetap saja tidak berhasil. Lalu dia pergi kesebuah bukit dan berpuasa selama empat hari empat malam. Pada malam keempat didalam mimpinya burung pelatuk berkepala merah itu muncul dan mengajarkan dia untuk meniup seruling tersebut</p>
<p>Setelah dia terbangun dia mematahkan sebuah dahan bambu and berjam-jam dia membuat lubang-lubangnya dan mengukir pada bagian kepalanya seperti berbentuk burung dengan leher panjang. Lalu dia meniup lubang itu dan dengan seketika keluarlah sebuah irama yang indah. Maka dengan bantuan burung pelatuk dan hembusan angin dia telah berhasil membuat sebuah seruling yang pertama..</p>
<p>Di sebuah desa yang lain tinggal seorang Kepala Desa dengan seorang anak gadisnya yang cantik. Sambil berdiri dibawah sebuah pohon pemuda itu menciptakan sebuah lagu yang romantis dan dengan sebuah melodi nan indah yang dibawakan melalui serulingnya, dia berharap akan dapat memikat hati si gadis cantik itu. Dan diapun berhasil mempersunting gadis itu menjadi istrinya.</p>
<p>Para pemuda lainnya yang telah mendengar akan keberhasilannya mendapatkan seorang gadis dengan mempersembahkan sebuah irama lagu cinta melalui sebuah seruling bambu maka mereka pun membuat seruling yang serupa. Demikianlah kisah keberadaan seruling didalam kehidupan masyarakat native American Indians <em>(<strong>disadurkan/diedit/diterjemahkan dari lagenda native American Indians Sioux)</strong></em></p>
<div class="printfriendly alignleft"><a href="http://www.indonesiamedia.com/2011/04/24/american-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu/?pfstyle=wp" rel="nofollow" ><img src="//cdn.printfriendly.com/pf-print-icon.gif" alt="Print Friendly"/><span class="printandpdf printfriendly-text"> Print <img src="//cdn.printfriendly.com/pf-pdf-icon.gif" alt="Get a PDF version of this webpage" /> PDF </span></a></div><p>This post was submitted by Eddy Djaja - Indonesia Media.</p><div class="lightsocial_container"><a class="lightsocial_a" href="http://digg.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F04%2F24%2Famerican-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu%2F&amp;title=American+Indians+Sioux+-+Lagenda+Seruling+Bambu+" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/digg.png" alt="Digg This" title="Digg This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F04%2F24%2Famerican-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu%2F&amp;title=American+Indians+Sioux+-+Lagenda+Seruling+Bambu+" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/reddit.png" alt="Reddit This" title="Reddit This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F04%2F24%2Famerican-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu%2F&amp;title=American+Indians+Sioux+-+Lagenda+Seruling+Bambu+" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/stumbleupon.png" alt="Stumble Now!" title="Stumble Now!" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://buzz.yahoo.com/buzz?targetUrl=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F04%2F24%2Famerican-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu%2F&amp;headline=American+Indians+Sioux+-+Lagenda+Seruling+Bambu+" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/yahoo_buzz.png" alt="Buzz This" title="Buzz This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dzone.com/links/add.html?title=American+Indians+Sioux+-+Lagenda+Seruling+Bambu+&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F04%2F24%2Famerican-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dzone.png" alt="Vote on DZone" title="Vote on DZone" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.facebook.com/sharer.php?t=American+Indians+Sioux+-+Lagenda+Seruling+Bambu+&amp;u=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F04%2F24%2Famerican-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/facebook.png" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://delicious.com/save?title=American+Indians+Sioux+-+Lagenda+Seruling+Bambu+&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F04%2F24%2Famerican-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/delicious.png" alt="Bookmark this on Delicious" title="Bookmark this on Delicious" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dotnetkicks.com/kick/?title=American+Indians+Sioux+-+Lagenda+Seruling+Bambu+&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F04%2F24%2Famerican-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetkicks.png" alt="Kick It on DotNetKicks.com" title="Kick It on DotNetKicks.com" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://dotnetshoutout.com/Submit?title=American+Indians+Sioux+-+Lagenda+Seruling+Bambu+&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F04%2F24%2Famerican-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetshoutout.png" alt="Shout it" title="Shout it" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F04%2F24%2Famerican-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu%2F&amp;title=American+Indians+Sioux+-+Lagenda+Seruling+Bambu+&amp;summary=&amp;source=" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/linkedin.png" alt="Share on LinkedIn" title="Share on LinkedIn" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F04%2F24%2Famerican-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/technorati.png" alt="Bookmark this on Technorati" title="Bookmark this on Technorati" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://twitter.com/home?status=Reading+http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F04%2F24%2Famerican-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/twitter.png" alt="Post on Twitter" title="Post on Twitter" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.google.com/buzz/post?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F04%2F24%2Famerican-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/google_buzz.png" alt="Google Buzz (aka. Google Reader)" title="Google Buzz (aka. Google Reader)" /></a>&nbsp;&nbsp;</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamedia.com/2011/04/24/american-indians-sioux-lagenda-seruling-bambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Pow Wow – Bagian ke-3 &#8211; Tamat</title>
		<link>http://www.indonesiamedia.com/2011/01/31/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-3-tamat/</link>
		<comments>http://www.indonesiamedia.com/2011/01/31/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-3-tamat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 22:33:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Djaja - Indonesia Media</dc:creator>
				<category><![CDATA[Americana]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Eddy Djaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamedia.com/?p=21597</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.indonesiamedia.com/2011/01/31/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-3-tamat/"><img align="left" hspace="5" width="90" height="90" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/0211M_PowWow-Emblem-150x150.gif" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="0211M_PowWow-Emblem" /></a>Tarian antar-suku merupakan tarian yang dilakukan oleh satu orang tapi ada juga yang dilakukan secara berpasangan atau secara grup. Yang dilakukan berpasangan terdiri dari dua langkah seperti tarian burung pungguk (owl dance) dimana setiap pasangan mengikuti langkah pemimpin tarian dengan membentuk barisan dibelakangnya sedangkan dalam tarian burung pungguk (owl dance) setiap pasangan menari dengan pasangannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tarian antar-suku merupakan tarian yang dilakukan oleh satu orang tapi ada juga yang dilakukan secara berpasangan atau secara grup. Yang dilakukan berpasangan terdiri dari dua langkah seperti tarian burung pungguk (owl dance) dimana setiap pasangan mengikuti langkah pemimpin tarian dengan</p>
<div id="attachment_21600" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/0211M_PowWow-Emblem.gif"><img class="size-full wp-image-21600" title="0211M_PowWow-Emblem" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/0211M_PowWow-Emblem.gif" alt="" width="250" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">Pow Wow emblem</p></div>
<p>membentuk barisan dibelakangnya sedangkan dalam tarian burung pungguk (owl dance) setiap pasangan menari dengan pasangannya saja. Tarian grup (secara rombongan) termasuk tarian ular dan tarian lembu (snake dance and buffalo dance) dimana tarian tersebut memperagakan gerakan seekor ular diawal tariannya lalu merubah mimik mereka menyerupai gerakan seekor lembu.</p>
<p>Dalam festival Pow Wow dimana terdapat komunitas dari Southern Plains, tarian labu (gourd dance) sering diikutsertakan sebelum dimulainya satu sessi dari Pow Wow. Tarian labu berasal dari suku Indian Kiowa dan berkembang menjadi tarian masyarakat untuk veteran beserta keluarganya. Tidak seperti tarian yang lainnya, tarian labu umumnya diperagakan dengan drum diletakan ditengah arena dansa – tidak di bagian samping.</p>
<p><strong>Musik</strong></p>
<p>Musik dalam festival Pow Wow merupakan tradisi dari American Indian yang <a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/0211M_pow-wow.gif"><img class="alignright size-full wp-image-21601" title="0211M_pow-wow" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/0211M_pow-wow.gif" alt="" width="250" height="172" /></a>mencakup pemainan drum, nyanyian dan tarian. Walaupun terdapat berbagai macam musik dari berbagai suku, karakteristik dari musik Pow Wow berasal dari budaya suku yang berdiam di dataran (Plains).</p>
<p><strong>Drumming – permainan drum</strong></p>
<p>Permainan drum yang bagus menghasilkan banyak penari yang akan ikut menari, sedang nyanyian yang bagus menghasilkan sebuah tarian yang bagus. Tanpa grup drum tidak akan ada musik. Tanpa musik dan tarian tidak ada Pow Wow.</p>
<p>Dalam sebuah festival Pow Wow banyak pemain drum terutama pada akhir pekan atau pada festival yang berlangsung selama seminggu. Namun setiap Pow Wow menampilkan pemain tuan rumah masing-masing dimana mereka sangat dihargai. Anggota dari grup drum tersebut terdiri dari keluarga dan <a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/0211M_pow-wow2.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-21602" title="0211M_pow-wow2" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/0211M_pow-wow2.gif" alt="" width="190" height="285" /></a>teman-teman. Nama grup drum sering mengambil nama keluarga, nama lokasi asal mereka, nama golongan masyarakat mereka atau nama-nama yang menarik lainnya. Kebanyakan dari grup drum menampilkan nama mereka pada jaket, topi, kendaraan dan kursi.</p>
<p>Sudah merupakan satu tradisi bahwa hanya lelaki yang memainkan drum dan wanita akan duduk dibelakangnya sambil menyanyi. Namun sejak tahun 1970 wanita sudah mulai tampil dalam memainkan drum atau menyanyi bersama kaum lelaki.</p>
<p>Perlengkapan yang dibawa oleh sebuah grup drum antara lain terdiri dari drum, topi kulit, karung yang terbuat dari bahan kain guna menyimpan alat pemukul drum, dudukan drum, kursi lipat dan microphone. Alat-alat tersebut dicat dan diberi dekorasi dengan warna-warna yang indah.</p>
<p>Tarian Hoop diperagakan dalam beberapa festival Pow Wow. Tarian Hoop tidak mempunyai awal ataupun akhir. Ia mempresentasikan kesinambungan dari pada roh dari semua mahluk yang hidup.(IM)</p>
<div class="printfriendly alignleft"><a href="http://www.indonesiamedia.com/2011/01/31/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-3-tamat/?pfstyle=wp" rel="nofollow" ><img src="//cdn.printfriendly.com/pf-print-icon.gif" alt="Print Friendly"/><span class="printandpdf printfriendly-text"> Print <img src="//cdn.printfriendly.com/pf-pdf-icon.gif" alt="Get a PDF version of this webpage" /> PDF </span></a></div><p>This post was submitted by Eddy Djaja - Indonesia Media.</p><div class="lightsocial_container"><a class="lightsocial_a" href="http://digg.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-3-tamat%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-3+-+Tamat" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/digg.png" alt="Digg This" title="Digg This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-3-tamat%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-3+-+Tamat" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/reddit.png" alt="Reddit This" title="Reddit This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-3-tamat%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-3+-+Tamat" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/stumbleupon.png" alt="Stumble Now!" title="Stumble Now!" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://buzz.yahoo.com/buzz?targetUrl=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-3-tamat%2F&amp;headline=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-3+-+Tamat" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/yahoo_buzz.png" alt="Buzz This" title="Buzz This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dzone.com/links/add.html?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-3+-+Tamat&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-3-tamat%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dzone.png" alt="Vote on DZone" title="Vote on DZone" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.facebook.com/sharer.php?t=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-3+-+Tamat&amp;u=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-3-tamat%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/facebook.png" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://delicious.com/save?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-3+-+Tamat&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-3-tamat%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/delicious.png" alt="Bookmark this on Delicious" title="Bookmark this on Delicious" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dotnetkicks.com/kick/?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-3+-+Tamat&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-3-tamat%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetkicks.png" alt="Kick It on DotNetKicks.com" title="Kick It on DotNetKicks.com" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://dotnetshoutout.com/Submit?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-3+-+Tamat&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-3-tamat%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetshoutout.png" alt="Shout it" title="Shout it" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-3-tamat%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-3+-+Tamat&amp;summary=&amp;source=" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/linkedin.png" alt="Share on LinkedIn" title="Share on LinkedIn" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-3-tamat%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/technorati.png" alt="Bookmark this on Technorati" title="Bookmark this on Technorati" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://twitter.com/home?status=Reading+http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-3-tamat%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/twitter.png" alt="Post on Twitter" title="Post on Twitter" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.google.com/buzz/post?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F31%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-3-tamat%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/google_buzz.png" alt="Google Buzz (aka. Google Reader)" title="Google Buzz (aka. Google Reader)" /></a>&nbsp;&nbsp;</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamedia.com/2011/01/31/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-3-tamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Pow Wow – Bagian ke-1</title>
		<link>http://www.indonesiamedia.com/2011/01/20/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1-2/</link>
		<comments>http://www.indonesiamedia.com/2011/01/20/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 19:15:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Djaja _ Indonesia Media</dc:creator>
				<category><![CDATA[Americana]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Eddy Djaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamedia.com/?p=21062</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.indonesiamedia.com/2011/01/20/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1-2/"><img align="left" hspace="5" width="90" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/edpoto1_penulis.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="edpoto1_penulis" /></a>Kata Pow Wow berasal dari kata suku American Indian “narrangansett” yang berarti pemimpin spiritual. Pow Wow dalam dunia modern sekarang ini merupakah peristiwa dimana Native American maupun non-Native American bertemu untuk menari, menyanyi, bersosialisasi dan menghargai kultur dan budaya mereka. Pada umumnya dalam acara ini diadakan lomba menari dengan hadiah uang. Pow Wow berbeda dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata Pow Wow berasal dari kata suku American Indian “narrangansett” yang berarti pemimpin spiritual. Pow Wow dalam dunia modern sekarang ini</p>
<div id="attachment_21064" class="wp-caption alignright" style="width: 156px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/edpoto1_penulis.jpg"><img class="size-full wp-image-21064" title="edpoto1_penulis" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/edpoto1_penulis.jpg" alt="" width="146" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Eddy Djaja - penulis</p></div>
<p>merupakah peristiwa dimana Native American maupun non-Native American bertemu untuk menari, menyanyi, bersosialisasi dan menghargai kultur dan budaya mereka. Pada umumnya dalam acara ini diadakan lomba menari dengan hadiah uang. Pow Wow berbeda dalam waktu penyelenggaraannya – bisa hanya berlangsung dalam satu hari selama 5 – 6 jam atau bisa selama tiga hari dan bahkan selama seminggu dalam Pow Wow yang besar.</p>
<p>Pow Wow atau Festival Pow Wow bisa juga diartikan berkumpulnya Native Americans dari berbagai suku seperti yang dipertunjukan dalam film-film western/cowboy. Kata ini juga dipakai untuk mengartikan sebuah pertemuan dari orang-orang yang berpengaruh dalam dinas kemeliteran namun pemakaian ini bisa dianggap kurang menghargai budaya dari bangsa Native American.</p>
<p>Persiapan untuk menyelenggarakan Pow Wow umumnya dimulai beberapa bulan atau bahkan setahun sebelumnya oleh sekumpulan orang-orang yang umumnya disebut Pow Wow Committee/Komite Pow Wow. Festival ini bisa</p>
<div id="attachment_21065" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/1_pow-wow-opening-ceremony.jpg"><img class="size-medium wp-image-21065" title="1_pow wow opening ceremony" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/1_pow-wow-opening-ceremony-300x229.jpg" alt="" width="300" height="229" /></a><p class="wp-caption-text">Opening Ceremony</p></div>
<p>juga disponsori oleh organisasi dari salah satu suku dari American Indian, komunitas American Indian dari suatu daerah, Program Studi Native American atau American Indian Club yang terdapat di salah satu college atau universitas. Juga oleh suatu organisasi yang bisa menyediakan dana, asuransi dan para pekerja suka rela.</p>
<p><strong>Pow Wow Committee – Komite Pow Wow</strong></p>
<p>Pow Wow Committee terdiri dari kumpulan orang-orang yang melaksanakan segala sesuatunya sejak permulaan. Apabila Pow Wow mempunyai sebuah sponsor seperti dari salah satu suku, college atau organisasi, kebanyakan anggota dari committee tersebut berasal dari group yang bersangkutan. Committee bertanggung jawab dalam me-rekrut dan menggaji para Pimpinan Penyelenggara Pow Wow, mempublikasikan Wow Wow, mendapatkan lokasi dan mencari vendors yang membayar stand/booth untuk mereka berjualan makanan, minuman dan barang-barang lainnya selam Pow Wow berlangsung.</p>
<p>Para Pimpinan Penyelenggara Pow Wow terdiri dari orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas harian selama festival berlangsung. Mereka umumnya digaji oleh Pow Wow Committee beberapa bulan sebelumnya</p>
<div id="attachment_21067" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/2_pow-wow-master-of-ceremony.jpg"><img class="size-medium wp-image-21067" title="2_pow wow master of ceremony" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/2_pow-wow-master-of-ceremony-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">Master of Ceremony</p></div>
<p>berdasarkan kualitas, kapabilitas dan dedikasi yang dimiliki oleh mereka yang bisa mempengaruhi jumlah tamu yang akan datang di festival tersebut.</p>
<p><strong>Arena Director – Direktur Arena</strong></p>
<p>Arena Director adalah penanggung jawab selama Pow Wow berlangsung. Kadang-kadang ia juga disebut sebagai “seorang yang mencambuk” (whip man) dan whip man ini bisa juga bertindak sebagai seorang pembantu direktur. Tugas Arena Director menjamin pengadaan para penari selama Pow Wow berlangsung dan grup drum (penabuh tambur) mengerti akan tipe/macam lagu yang akan dinyanyikan. Jika akan diadakan kontes Arena Director bertanggung jawab dalam pengadaan para juri. Dia juga bertanggung jawab dalam pengorganisasian acara-acara yang diperlukan selama festival berlangsung. Salah satu tugas pokok dari Arena Director adalah menjaga arena dansa bebas dari para pengunjung.</p>
<p><strong>Master of Ceremony &#8211; MC</strong></p>
<p>Master of Ceremony atau MC merupakan suara dari .Pow Wow. Ia bertanggung jawab dalam pengaturan acara dan mengumumkannya kepada</p>
<div id="attachment_21068" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/4_pow-wow-grand-entry.jpg"><img class="size-medium wp-image-21068" title="4_pow wow grand entry" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/4_pow-wow-grand-entry-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" /></a><p class="wp-caption-text">Grand Entry</p></div>
<p>para penyanyi, penari dan masyarakat umum serta pengunjung. Jika ada waktu/slot yang kosong, ia juga akan mengisinya dengan berbagai lelucon. Seorang MC juga yang akan menarik nomer-nomer undian atau nomer-nomer kontes yang menang selama festival tersebut.</p>
<p><strong>Head Dancers – Pimpinan Penari</strong></p>
<p>Para pemimpin penari terdiri dari seorang kepala penari lelaki dan seorang kepala penari wanita yang umumnya adalah seorang kepala penari yang mewakili golongan penari muda (teen dancers), kepala penari yang mewakili golongan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan, golongan manula. Kepala penari berada di barisan paling depan dari para penari dalam parade yang akan memasuki lapangan (grand entry parade).</p>
<p><strong>Host Drums and Drum Groups – Tuan Rumah Pemain Drum atau Grup Pemain Drum</strong></p>
<p>Kontes musik dan aktivitas lainnya dalam Pow Wow terdiri dari “drum”</p>
<div id="attachment_21069" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/5_pow-wow-group-drummers.jpg"><img class="size-medium wp-image-21069" title="5_pow wow group drummers" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/5_pow-wow-group-drummers-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Group Drummers</p></div>
<p>(tambur), sekelompok orang-orang yang memainkan drum dan menyanyikan lagu-lagu tradisional. Jumlah pemain dalam satu grup pemain drum bisa berbeda tetapi umumnya terdiri dari empat orang. Diantara mereka berpakaian tradisional dan secara bergiliran dalam menari dan menyanyi atas petunjuk dari manajemen Pow Wow.</p>
<p>Pemain drum dari tuan rumah adalah grup utama yang bertanggung jawab dalam pengadaan musik dan lagu-lagu bagi penari dan penyanyi. Dalam suatu inter-tribal Pow Wow, dua atau lebih pemain drum digaji untuk bertindak sebagai tuan rumah. Dalam berbagai festival Pow Wow terdapat Host Northern Drum dan Host Southern Drum. Tergantung dari besar kecilnya Pow Wow dan di daerah mana festival ini berlangsung terdapat banyak macam drum yang merepresentasikan berbagai suku dan komunitas.. Pemain drum akan dinilai dari mutu dari permainannya dan diberikan hadiah uang kepada para pemenang.</p>
<div id="attachment_21070" class="wp-caption alignleft" style="width: 227px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/3_pow-wow-female-dancers.jpg"><img class="size-medium wp-image-21070" title="3_pow wow female dancers" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2011/01/3_pow-wow-female-dancers-217x300.jpg" alt="" width="217" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Female Dancers</p></div>
<p>Setiap grup drum terdapat seorang pemimpin drum yang mengarahkan para penyanyi dalam menyanyikan lagunya. Tuan rumah dari pemain drum bertanggung jawab menyediakan lagu-lagu dari permulaan sampai dengan akhir dari pada satu sessi mulai dari lagu pembukaan, lagu mengiringi parade masuk ke lapangan, lagu mengiringi pembawa bendera dan lain-lain nyanyian sebagai tanda dimulainya sebuah festival Pow Wow. (bersambung)</p>
<div class="printfriendly alignleft"><a href="http://www.indonesiamedia.com/2011/01/20/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1-2/?pfstyle=wp" rel="nofollow" ><img src="//cdn.printfriendly.com/pf-print-icon.gif" alt="Print Friendly"/><span class="printandpdf printfriendly-text"> Print <img src="//cdn.printfriendly.com/pf-pdf-icon.gif" alt="Get a PDF version of this webpage" /> PDF </span></a></div><p>This post was submitted by Eddy Djaja _ Indonesia Media.</p><div class="lightsocial_container"><a class="lightsocial_a" href="http://digg.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F20%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-2%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/digg.png" alt="Digg This" title="Digg This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F20%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-2%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/reddit.png" alt="Reddit This" title="Reddit This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F20%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-2%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/stumbleupon.png" alt="Stumble Now!" title="Stumble Now!" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://buzz.yahoo.com/buzz?targetUrl=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F20%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-2%2F&amp;headline=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/yahoo_buzz.png" alt="Buzz This" title="Buzz This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dzone.com/links/add.html?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F20%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dzone.png" alt="Vote on DZone" title="Vote on DZone" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.facebook.com/sharer.php?t=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;u=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F20%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/facebook.png" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://delicious.com/save?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F20%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/delicious.png" alt="Bookmark this on Delicious" title="Bookmark this on Delicious" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dotnetkicks.com/kick/?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F20%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetkicks.png" alt="Kick It on DotNetKicks.com" title="Kick It on DotNetKicks.com" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://dotnetshoutout.com/Submit?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F20%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetshoutout.png" alt="Shout it" title="Shout it" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F20%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-2%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;summary=&amp;source=" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/linkedin.png" alt="Share on LinkedIn" title="Share on LinkedIn" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F20%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/technorati.png" alt="Bookmark this on Technorati" title="Bookmark this on Technorati" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://twitter.com/home?status=Reading+http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F20%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/twitter.png" alt="Post on Twitter" title="Post on Twitter" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.google.com/buzz/post?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2011%2F01%2F20%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1-2%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/google_buzz.png" alt="Google Buzz (aka. Google Reader)" title="Google Buzz (aka. Google Reader)" /></a>&nbsp;&nbsp;</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamedia.com/2011/01/20/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Pow Wow – Bagian ke-1</title>
		<link>http://www.indonesiamedia.com/2010/12/16/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1/</link>
		<comments>http://www.indonesiamedia.com/2010/12/16/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 16:16:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Djaja - Indonesia Media</dc:creator>
				<category><![CDATA[Americana]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Eddy Djaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamedia.com/?p=19535</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.indonesiamedia.com/2010/12/16/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1/"><img align="left" hspace="5" width="90" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/EddyDjaja_Penulis.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="EddyDjaja_Penulis" /></a>Kata Pow Wow berasal dari kata suku American Indian “narrangansett” yang berarti pemimpin spiritual. Pow Wow dalam dunia modern sekarang ini merupakah peristiwa dimana Native American maupun non-Native American bertemu untuk menari, menyanyi, bersosialisasi dan menghargai kultur dan budaya mereka. Pada umumnya dalam acara ini diadakan lomba menari dengan hadiah uang. Pow Wow berbeda dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_19538" class="wp-caption alignright" style="width: 156px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/EddyDjaja_Penulis.jpg"><img class="size-full wp-image-19538" title="EddyDjaja_Penulis" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/EddyDjaja_Penulis.jpg" alt="" width="146" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Eddy Djaja - Penulis</p></div>
<p>Kata Pow Wow berasal dari kata suku American Indian “narrangansett” yang berarti pemimpin spiritual. Pow Wow dalam dunia modern sekarang ini merupakah peristiwa dimana Native American maupun non-Native American bertemu untuk menari, menyanyi, bersosialisasi dan menghargai kultur dan budaya mereka. Pada umumnya dalam acara ini diadakan lomba menari dengan hadiah uang. Pow Wow berbeda dalam waktu penyelenggaraannya – bisa hanya berlangsung dalam satu hari selama 5 – 6 jam atau bisa selama tiga hari dan bahkan selama seminggu dalam Pow Wow yang besar.</p>
<div id="attachment_19539" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/PowWow-Emblem.jpg"><img class="size-medium wp-image-19539" title="PowWow Emblem" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/PowWow-Emblem-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Pow Wow Emblem</p></div>
<p>Pow Wow atau Festival Pow Wow bisa juga diartikan berkumpulnya Native Americans dari berbagai suku seperti yang dipertunjukan dalam film-film western/cowboy. Kata ini juga dipakai untuk mengartikan sebuah pertemuan dari orang-orang yang berpengaruh dalam dinas kemeliteran namun pemakaian ini bisa dianggap kurang menghargai budaya dari bangsa Native American.</p>
<p>Persiapan untuk menyelenggarakan Pow Wow umumnya dimulai beberapa bulan atau bahkan setahun sebelumnya oleh sekumpulan orang-orang yang umumnya disebut Pow Wow Committee/Komite Pow Wow. Festival ini bisa juga disponsori oleh organisasi dari salah satu suku dari American Indian, komunitas American Indian dari suatu daerah, Program Studi Native</p>
<div id="attachment_19540" class="wp-caption alignright" style="width: 180px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/pow-wow-arena-director.jpg"><img class="size-full wp-image-19540" title="pow wow arena director" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/pow-wow-arena-director.jpg" alt="" width="170" height="297" /></a><p class="wp-caption-text">Arena Director</p></div>
<p>American atau American Indian Club yang terdapat di salah satu college atau universitas. Juga oleh suatu organisasi yang bisa menyediakan dana, asuransi dan para pekerja suka rela.</p>
<p><strong>Pow Wow Committee – Komite Pow Wow</strong></p>
<p>Pow Wow Committee terdiri dari kumpulan orang-orang yang melaksanakan segala sesuatunya sejak permulaan. Apabila Pow Wow mempunyai sebuah sponsor seperti dari salah satu suku, college atau organisasi, kebanyakan anggota dari committee tersebut berasal dari group yang bersangkutan. Committee bertanggung jawab dalam me-rekrut dan menggaji para Pimpinan Penyelenggara Pow Wow, mempublikasikan Wow Wow, mendapatkan lokasi dan mencari vendors yang membayar stand/booth untuk mereka berjualan makanan, minuman dan barang-barang lainnya selam Pow Wow berlangsung.</p>
<div id="attachment_19542" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/powwow_master-of-ceremony1.jpg"><img class="size-medium wp-image-19542" title="powwow_master of ceremony" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/powwow_master-of-ceremony1-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">Master of Ceremony</p></div>
<p>Para Pimpinan Penyelenggara Pow Wow terdiri dari orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas harian selama festival berlangsung. Mereka umumnya digaji oleh Pow Wow Committee beberapa bulan sebelumnya berdasarkan kualitas, kapabilitas dan dedikasi yang dimiliki oleh mereka yang bisa mempengaruhi jumlah tamu yang akan datang di festival tersebut.</p>
<p><strong>Arena Director – Direktur Arena</strong></p>
<p>Arena Director adalah penanggung jawab selama Pow Wow berlangsung. Kadang-kadang ia juga disebut sebagai “seorang yang mencambuk” (whip man) dan whip man ini bisa juga bertindak sebagai seorang pembantu direktur. Tugas Arena Director menjamin pengadaan para penari selama Pow Wow berlangsung dan grup drum (penabuh tambur) mengerti akan tipe/macam lagu yang akan dinyanyikan. Jika akan diadakan kontes Arena Director bertanggung jawab dalam pengadaan para juri. Dia juga bertanggung jawab dalam pengorganisasian acara-acara yang diperlukan selama festival</p>
<div id="attachment_19543" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/powwow_opening-ceremony.jpg"><img class="size-medium wp-image-19543" title="powwow_opening ceremony" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/powwow_opening-ceremony-300x229.jpg" alt="" width="300" height="229" /></a><p class="wp-caption-text">Opening Ceremony</p></div>
<p>berlangsung. Salah satu tugas pokok dari Arena Director adalah menjaga arena dansa bebas dari para pengunjung.</p>
<p><strong>Master of Ceremony &#8211; MC</strong><strong> </strong></p>
<p>Master of Ceremony atau MC merupakan suara dari .Pow Wow. Ia bertanggung jawab dalam pengaturan acara dan mengumumkannya kepada para penyanyi, penari dan masyarakat umum serta pengunjung. Jika ada waktu/slot yang kosong, ia juga akan mengisinya dengan berbagai lelucon. Seorang MC juga yang akan menarik nomer-nomer undian atau nomer-nomer kontes yang menang selama festival tersebut.</p>
<p><strong>Head Dancers – Pimpinan Penari</strong></p>
<div id="attachment_19544" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/0111budaya_pow-wow-head-dancer.jpg"><img class="size-medium wp-image-19544" title="0111budaya_pow wow head dancer" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/0111budaya_pow-wow-head-dancer-300x253.jpg" alt="" width="300" height="253" /></a><p class="wp-caption-text">Head Dancer</p></div>
<p>Para pemimpin penari terdiri dari seorang kepala penari lelaki dan seorang kepala penari wanita yang umumnya adalah seorang kepala penari yang mewakili golongan penari muda (teen dancers), kepala penari yang mewakili golongan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan, golongan manula. Kepala penari berada di barisan paling depan dari para penari dalam parade yang akan memasuki lapangan (grand entry parade).</p>
<p><strong>Host Drums and Drum Groups – Tuan Rumah Pemain Drum atau Grup Pemain Drum</strong><strong> </strong></p>
<p>Kontes musik dan aktivitas lainnya dalam Pow Wow terdiri dari “drum”</p>
<div id="attachment_19545" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/powwow_group-drummers.jpg"><img class="size-medium wp-image-19545" title="powwow_group drummers" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/powwow_group-drummers-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Group Drummers</p></div>
<p>(tambur), sekelompok orang-orang yang memainkan drum dan menyanyikan lagu-lagu tradisional. Jumlah pemain dalam satu grup pemain drum bisa berbeda tetapi umumnya terdiri dari empat orang. Diantara mereka berpakaian tradisional dan secara bergiliran dalam menari dan menyanyi atas petunjuk dari manajemen Pow Wow.</p>
<p>Pemain drum dari tuan rumah adalah grup utama yang bertanggung jawab dalam pengadaan musik dan lagu-lagu bagi penari dan penyanyi. Dalam suatu inter-tribal Pow Wow, dua atau lebih pemain drum digaji untuk bertindak sebagai tuan rumah. Dalam berbagai festival Pow Wow terdapat Host Northern Drum dan Host Southern Drum. Tergantung dari besar kecilnya Pow</p>
<div id="attachment_19546" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/powwow_grand-entry.jpg"><img class="size-medium wp-image-19546" title="powwow_grand entry" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/powwow_grand-entry-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" /></a><p class="wp-caption-text">Grand Entry</p></div>
<p>Wow dan di daerah mana festival ini berlangsung terdapat banyak macam drum yang merepresentasikan berbagai suku dan komunitas.. Pemain drum akan dinilai dari mutu dari permainannya dan diberikan hadiah uang kepada para pemenang.</p>
<p>Setiap grup drum terdapat seorang pemimpin drum yang mengarahkan para</p>
<div id="attachment_19547" class="wp-caption alignright" style="width: 227px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/powwow_female-dancers.jpg"><img class="size-medium wp-image-19547" title="powwow_female dancers" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/12/powwow_female-dancers-217x300.jpg" alt="" width="217" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Female Dancers</p></div>
<p>penyanyi dalam menyanyikan lagunya. Tuan rumah dari pemain drum bertanggung jawab menyediakan lagu-lagu dari permulaan sampai dengan akhir dari pada satu sessi mulai dari lagu pembukaan, lagu mengiringi parade masuk ke lapangan, lagu mengiringi pembawa bendera dan lain-lain nyanyian sebagai tanda dimulainya sebuah festival Pow Wow. (bersambung)</p>
<div class="printfriendly alignleft"><a href="http://www.indonesiamedia.com/2010/12/16/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1/?pfstyle=wp" rel="nofollow" ><img src="//cdn.printfriendly.com/pf-print-icon.gif" alt="Print Friendly"/><span class="printandpdf printfriendly-text"> Print <img src="//cdn.printfriendly.com/pf-pdf-icon.gif" alt="Get a PDF version of this webpage" /> PDF </span></a></div><p>This post was submitted by Eddy Djaja - Indonesia Media.</p><div class="lightsocial_container"><a class="lightsocial_a" href="http://digg.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F16%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/digg.png" alt="Digg This" title="Digg This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F16%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/reddit.png" alt="Reddit This" title="Reddit This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F16%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/stumbleupon.png" alt="Stumble Now!" title="Stumble Now!" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://buzz.yahoo.com/buzz?targetUrl=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F16%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1%2F&amp;headline=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/yahoo_buzz.png" alt="Buzz This" title="Buzz This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dzone.com/links/add.html?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F16%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dzone.png" alt="Vote on DZone" title="Vote on DZone" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.facebook.com/sharer.php?t=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;u=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F16%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/facebook.png" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://delicious.com/save?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F16%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/delicious.png" alt="Bookmark this on Delicious" title="Bookmark this on Delicious" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dotnetkicks.com/kick/?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F16%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetkicks.png" alt="Kick It on DotNetKicks.com" title="Kick It on DotNetKicks.com" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://dotnetshoutout.com/Submit?title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F16%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetshoutout.png" alt="Shout it" title="Shout it" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F16%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1%2F&amp;title=Festival+Pow+Wow+%E2%80%93+Bagian+ke-1&amp;summary=&amp;source=" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/linkedin.png" alt="Share on LinkedIn" title="Share on LinkedIn" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F16%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/technorati.png" alt="Bookmark this on Technorati" title="Bookmark this on Technorati" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://twitter.com/home?status=Reading+http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F16%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/twitter.png" alt="Post on Twitter" title="Post on Twitter" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.google.com/buzz/post?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F16%2Ffestival-pow-wow-%25e2%2580%2593-bagian-ke-1%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/google_buzz.png" alt="Google Buzz (aka. Google Reader)" title="Google Buzz (aka. Google Reader)" /></a>&nbsp;&nbsp;</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamedia.com/2010/12/16/festival-pow-wow-%e2%80%93-bagian-ke-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The apple that never goes brown: Biotech firm in bid to sell genetically modified fruit for lunchboxes</title>
		<link>http://www.indonesiamedia.com/2010/12/03/the-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes/</link>
		<comments>http://www.indonesiamedia.com/2010/12/03/the-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 08:07:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Daily Mail Reporter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Americana]]></category>
		<category><![CDATA[Eddy Djaja]]></category>
		<category><![CDATA[Iptek]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamedia.com/?p=18936</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.indonesiamedia.com/2010/12/03/the-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes/"><img align="left" hspace="5" width="90" src="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/12/02/article-0-0C46A02B000005DC-90_468x348.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="A worker sorts through apples at Crunch Pak, an apple slicing  company in Cashmere, Washington" title="" /></a>A Canadian biotechnology company has asked the U.S. authorities to approve a genetically modified apple that will not brown soon after it is sliced. The apple variety, which is being marketed as ‘Arctic’, has had the genes responsible for producing the enzyme that induces browning switched off. Okanagan Specialty Fruits say the new type could [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A Canadian biotechnology company has asked the U.S. authorities  to approve a genetically modified apple that will not brown soon after  it is sliced.</p>
<p>The apple variety, which is being marketed as  ‘Arctic’, has had the genes responsible for producing the enzyme that  induces browning switched off.</p>
<p>Okanagan Specialty Fruits say  the new type could boost sales of apples  for snacks and salads and lower costs.</p>
<div><img src="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/12/02/article-0-0C46A02B000005DC-90_468x348.jpg" alt="A worker sorts through apples at Crunch Pak, an apple slicing  company in Cashmere, Washington" width="468" height="348" />A worker sorts through apples at Crunch Pak, an  apple slicing company in Cashmere, Washington. A Canadian firm wants to  genetically modify apples so they do not go brown</p>
</div>
<p>Neal Carter, president of the company said: ‘They look like apple  trees and grow like apple trees and produce apples that look like all  other apples and when you cut them, they don&#8217;t turn brown.</p>
<p>&#8216;The  benefit is something that can be identified just about by everybody.&#8217;</p>
<p>The  U.S. Department of Agriculture&#8217;s Animal and Plant Health Inspection  Service has considered about 100 petitions for genetically engineered or  modified crops.</p>
<p>Those that have drawn the most attention have  been engineered to withstand certain weed killers, but among those the  agency has approved are tomatoes altered to ripen more slowly — the  first genetically modified crop approved in the U.S. in 1992 — and plums  that resist a specific virus. This is the first petition for apples.</p>
<p>The  approval process can take years, and it&#8217;s not clear the apples will be  accepted even if they pass government inspection.</p>
<p>Fryhover raised concerns about cross-pollination of conventional  trees with genetically modified ones if they were planted in close  proximity. He also questioned whether Arctic apples would generate  enough in sales to outweigh the $10,000 to $20,000 per acre cost of  replanting.</p>
<p>Carter said growers replant orchards all the time and  the company aims to have big growers plant the apples in large blocks so  cross pollination is minimised.</p>
<p>Carter said he is confident the  fruit will notharm the environment and he&#8217;s submitted paperwork to the  USDA and FDA to prove his point.</p>
<p>&#8216;Some people won&#8217;t like it just  because of what it is,&#8217; he said. &#8216;In the end, it&#8217;s a great product, no  question about it, and people will see the process used to get it had  very sound science.&#8217;</p>
<p>Andrew Kimbrell, executive director of the  Center for Food Safety said: &#8216;Scientists have been saying they&#8217;re only  turning one thing off, but that switch is connected to another switch  and another switch.</p>
<p>&#8216;You can&#8217;t just do one thing to nature.  It&#8217;s nice to think so, but it just doesn&#8217;t work that way.&#8217;</p>
<p>He also  said the non-browning technology appears to benefit apple growers and  shippers more than consumers by allowing companies to sell apples that  are older than they look.</p>
<p>&#8216;A botox apple is not what people are  looking for,&#8217; Kimbrell said. &#8216;I&#8217;m predicting failure.&#8217;</p>
<div class="printfriendly alignleft"><a href="http://www.indonesiamedia.com/2010/12/03/the-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes/?pfstyle=wp" rel="nofollow" ><img src="//cdn.printfriendly.com/pf-print-icon.gif" alt="Print Friendly"/><span class="printandpdf printfriendly-text"> Print <img src="//cdn.printfriendly.com/pf-pdf-icon.gif" alt="Get a PDF version of this webpage" /> PDF </span></a></div><p>This post was submitted by Daily Mail Reporter.</p><div class="lightsocial_container"><a class="lightsocial_a" href="http://digg.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F03%2Fthe-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes%2F&amp;title=The+apple+that+never+goes+brown%3A+Biotech+firm+in+bid+to+sell+genetically+modified+fruit+for+lunchboxes" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/digg.png" alt="Digg This" title="Digg This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F03%2Fthe-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes%2F&amp;title=The+apple+that+never+goes+brown%3A+Biotech+firm+in+bid+to+sell+genetically+modified+fruit+for+lunchboxes" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/reddit.png" alt="Reddit This" title="Reddit This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F03%2Fthe-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes%2F&amp;title=The+apple+that+never+goes+brown%3A+Biotech+firm+in+bid+to+sell+genetically+modified+fruit+for+lunchboxes" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/stumbleupon.png" alt="Stumble Now!" title="Stumble Now!" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://buzz.yahoo.com/buzz?targetUrl=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F03%2Fthe-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes%2F&amp;headline=The+apple+that+never+goes+brown%3A+Biotech+firm+in+bid+to+sell+genetically+modified+fruit+for+lunchboxes" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/yahoo_buzz.png" alt="Buzz This" title="Buzz This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dzone.com/links/add.html?title=The+apple+that+never+goes+brown%3A+Biotech+firm+in+bid+to+sell+genetically+modified+fruit+for+lunchboxes&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F03%2Fthe-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dzone.png" alt="Vote on DZone" title="Vote on DZone" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.facebook.com/sharer.php?t=The+apple+that+never+goes+brown%3A+Biotech+firm+in+bid+to+sell+genetically+modified+fruit+for+lunchboxes&amp;u=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F03%2Fthe-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/facebook.png" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://delicious.com/save?title=The+apple+that+never+goes+brown%3A+Biotech+firm+in+bid+to+sell+genetically+modified+fruit+for+lunchboxes&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F03%2Fthe-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/delicious.png" alt="Bookmark this on Delicious" title="Bookmark this on Delicious" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dotnetkicks.com/kick/?title=The+apple+that+never+goes+brown%3A+Biotech+firm+in+bid+to+sell+genetically+modified+fruit+for+lunchboxes&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F03%2Fthe-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetkicks.png" alt="Kick It on DotNetKicks.com" title="Kick It on DotNetKicks.com" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://dotnetshoutout.com/Submit?title=The+apple+that+never+goes+brown%3A+Biotech+firm+in+bid+to+sell+genetically+modified+fruit+for+lunchboxes&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F03%2Fthe-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetshoutout.png" alt="Shout it" title="Shout it" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F03%2Fthe-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes%2F&amp;title=The+apple+that+never+goes+brown%3A+Biotech+firm+in+bid+to+sell+genetically+modified+fruit+for+lunchboxes&amp;summary=&amp;source=" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/linkedin.png" alt="Share on LinkedIn" title="Share on LinkedIn" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F03%2Fthe-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/technorati.png" alt="Bookmark this on Technorati" title="Bookmark this on Technorati" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://twitter.com/home?status=Reading+http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F03%2Fthe-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/twitter.png" alt="Post on Twitter" title="Post on Twitter" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.google.com/buzz/post?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F12%2F03%2Fthe-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/google_buzz.png" alt="Google Buzz (aka. Google Reader)" title="Google Buzz (aka. Google Reader)" /></a>&nbsp;&nbsp;</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamedia.com/2010/12/03/the-apple-that-never-goes-brown-biotech-firm-in-bid-to-sell-genetically-modified-fruit-for-lunchboxes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Asal Mulanya Burung Gagak Berwarna Hitam</title>
		<link>http://www.indonesiamedia.com/2010/11/22/bagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam/</link>
		<comments>http://www.indonesiamedia.com/2010/11/22/bagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 23:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Djaja - Indonesia Media</dc:creator>
				<category><![CDATA[Americana]]></category>
		<category><![CDATA[Eddy Djaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamedia.com/?p=18450</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.indonesiamedia.com/2010/11/22/bagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam/"><img align="left" hspace="5" width="90" height="90" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/photo_eddydjaja_yglama-150x150.gif" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="photo_eddydjaja_yglama" /></a>Sebuah Legenda Bangsa American Indian Sioux Pada jaman dahulu kala dimana hari-hari terasa panjang semua burung gagak itu berwarna putih seperti salju.  Pada waktu itu orang-orang tidak mempunyai kuda dan senjata api ataupun senjata tombak yang ujungnya terbuat dari besi. Namun hidup mereka sangat bergantung pada berburu kerbau untuk makanan sehari-hari mereka. Berburu kerbau dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sebuah Legenda Bangsa American Indian Sioux </strong></p>
<p>Pada jaman dahulu kala dimana hari-hari terasa panjang semua burung gagak itu berwarna putih seperti salju.  Pada waktu itu orang-orang tidak mempunyai kuda dan senjata api ataupun senjata tombak yang ujungnya</p>
<div id="attachment_18453" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/photo_eddydjaja_yglama.gif"><img class="size-full wp-image-18453" title="photo_eddydjaja_yglama" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/photo_eddydjaja_yglama.gif" alt="" width="150" height="185" /></a><p class="wp-caption-text">Eddy Djaja - Penulis</p></div>
<p>terbuat dari besi. Namun hidup mereka sangat bergantung pada berburu kerbau untuk makanan sehari-hari mereka.</p>
<p>Berburu kerbau dengan berjalan kaki dengan senjata yang ujungnya terbuat dari lempeng batu sangat sulit, tidak pasti, dan berbahaya. Burung gagak membuat hal-hal yang bahkan lebih sulit bagi para pemburu, karena mereka adalah teman dari kerbau. Melambung tinggi di atas padang rumput, burung-burang gagak bisa melihat segala sesuatu yang sedang terjadi. Setiap kali mereka melihat si pemburu mendekati kawanan kerbau, mereka terbang ke teman-teman mereka dan, bertengger di antara tanduk mereka sambil memperingatkan mereka: &#8220;gak, gak, gak, para pemburu datang Mereka merambat naik melalui celah karang di sana Mereka datang dari belakang bukit sana. Awas!. gak, gak, gak! &#8221; Mendengar hal itu, kawanan kerbau akan berbondong-bondong lari dan orang-orang akan kelaparan.</p>
<p>Orang-orang mengadakan rapat untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Di antara burung-burung gagak ada seekor yang sangat, besar &#8211; dua kali lebih besar dari pada yang lainnya. Burung gagak yang besar ini adalah pemimpin mereka. Seorang Kepala Suku yang bijaksana memberikan saran bahwa mereka harus menangkap burung gagak yang besar dan berwarna putih itu untuk memberinya pelajaran. Langkah ini mereka harus kerjakan atau mereka akan menderita kelaparan.</p>
<div id="attachment_18454" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/1210gagak-putih.gif"><img class="size-full wp-image-18454" title="1210gagak-putih" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/1210gagak-putih.gif" alt="" width="250" height="140" /></a><p class="wp-caption-text">Burung gagak putih</p></div>
<p>Ia mengeluarkan selembar kulit kerbau yang besar dengan kepala dan tanduknya yang masih terpasang. Dia meletakkannya ke bahu belakang dari seorang pemburu muda yang berani sambil mengatakan: &#8220;Hai keponakanku, menyelinaplah di antara kerbau-kerbau itu Burung-burung gagak itu  akan berpikir bahwa Anda adalah salah satu dari kerbau tersebut. Dengan cara ini Anda dapat menangkap si gagak putih yang besar itu.&#8221;</p>
<p>Menyamar sebagai kerbau, pemuda itu merayap di antara kawanan kerbau</p>
<div id="attachment_18456" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/1210_bangsa-sioux-siap-berburu-kerbau1.gif"><img class="size-full wp-image-18456" title="1210_bangsa-sioux-siap-berburu-kerbau" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/1210_bangsa-sioux-siap-berburu-kerbau1.gif" alt="" width="250" height="184" /></a><p class="wp-caption-text">Persiapan untuk berburu kerbau</p></div>
<p>tersebut seolah-olah ia sedang memakan rumput. Kerbau-kerbau itu tidak memperhatikannya.. Kemudian para pemburu berbaris keluar dari perkemahan mereka dengan busur panah yang telah siap. Saat mereka mendekati kawanan kerbau, burung gagak datang seperti biasa memberi peringatan kepada kerbau: &#8220;gak, gak, gak, salah seorang sepupu dari para pemburu datang untuk membunuh Anda  Hati-hati terhadap panah mereka gak, gak, gak..!&#8221; dan seperti biasanya, semua kerbau berbondong-bondong lari – semua berlarian pergi kecuali pemuda yang menyamar di bawah kulit kerbau yang berpura-pura meneruskan memakan rumput</p>
<p>Kemudian gagak putih besar datang meluncur ke bawah, bertengger di bahu pemuda itu sambil mengepakkan sayap dan berkata: &#8220;gak, gak, gak,</p>
<div id="attachment_18457" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/1210burung-gagak.gif"><img class="size-full wp-image-18457" title="1210burung-gagak" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/1210burung-gagak.gif" alt="" width="250" height="236" /></a><p class="wp-caption-text">Burung gagak setelah menjadi hitam</p></div>
<p>hai saudaraku, apakah kau tuli Para pemburu sudah dekat hanya dibalik bukit itu  Cepat selamatkan dirimu.!&#8221; Tetapi si pemuda yang  berani itu mengulurkan tangannya dari bawah kulit kerbau yang menutupi dirinya dan  seketika menangkap kaki dari burung gagak itu.. Dengan tali yang terbuat dari kulit pohon si pemuda mengikat kaki burung besar itu serta diikatkannya ujung tali yang lain ke sebuah batu besar yang berada disitu sehingga si gagak tidak bisa melarikan diri..</p>
<p>Kembali orang-orang mengadakan rapat. &#8220;Apa yang harus kita lakukan dengan gagak, besar itu yang telah sering kali membuat kita kelaparan?&#8221; &#8220;Aku akan membakarnya!&#8221; jawab seorang pemburu yang sedang dalam keadaan marah, Sebelum orang-orang bisa menghentikannya, ia menarik burung gagak dari tangan penangkapnya dan melemparkannya ke dalam kobaran api. &#8220;Ini akan memberi dia pelajaran&#8221; katanya.</p>
<p>Tentu saja, tali yang terikat di batu ikut terbakar dan seketika si gagak besar itu berhasil terbang keluar dari kobaran api. Tapi bulunya hampir</p>
<div id="attachment_18458" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/1210south-dakota-indian-reservation.gif"><img class="size-full wp-image-18458" title="1210south-dakota-indian-reservation" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/1210south-dakota-indian-reservation.gif" alt="" width="250" height="204" /></a><p class="wp-caption-text">South Dakota Indian Reservation</p></div>
<p>semuanya dalam keadaan hangus. Meskipun ia masih bisa hidup namun ia tidak lagi berwarna putih. “gak, gak, gak” teriaknya sambil terbang kembali dengan sekuat tenaganya. “Aku tidak akan melakukannya lagi. Aku tidak akan memperingatan kerbau-kerbau itu lagi. Demikian janji yang diucapkannya. “Gak, gak, gak” Si gagak terbang tinggi dan sejak itu semua burung gagak berwarna hitam.</p>
<p>Demikianlah diceritakan oleh bangsa American Indian Sioux yang bernama “Good White Buffalo di Winner Rosebud Indian Reservation di Negara bagian South Dakota (<em><strong>disadur/dirangkum dan diterjemahkan dari cerita-cerita dongeng bangsa American Indian Sioux)</strong></em></p>
<div class="printfriendly alignleft"><a href="http://www.indonesiamedia.com/2010/11/22/bagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam/?pfstyle=wp" rel="nofollow" ><img src="//cdn.printfriendly.com/pf-print-icon.gif" alt="Print Friendly"/><span class="printandpdf printfriendly-text"> Print <img src="//cdn.printfriendly.com/pf-pdf-icon.gif" alt="Get a PDF version of this webpage" /> PDF </span></a></div><p>This post was submitted by Eddy Djaja - Indonesia Media.</p><div class="lightsocial_container"><a class="lightsocial_a" href="http://digg.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F22%2Fbagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam%2F&amp;title=Bagaimana+Asal+Mulanya+Burung+Gagak+Berwarna+Hitam" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/digg.png" alt="Digg This" title="Digg This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F22%2Fbagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam%2F&amp;title=Bagaimana+Asal+Mulanya+Burung+Gagak+Berwarna+Hitam" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/reddit.png" alt="Reddit This" title="Reddit This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F22%2Fbagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam%2F&amp;title=Bagaimana+Asal+Mulanya+Burung+Gagak+Berwarna+Hitam" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/stumbleupon.png" alt="Stumble Now!" title="Stumble Now!" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://buzz.yahoo.com/buzz?targetUrl=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F22%2Fbagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam%2F&amp;headline=Bagaimana+Asal+Mulanya+Burung+Gagak+Berwarna+Hitam" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/yahoo_buzz.png" alt="Buzz This" title="Buzz This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dzone.com/links/add.html?title=Bagaimana+Asal+Mulanya+Burung+Gagak+Berwarna+Hitam&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F22%2Fbagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dzone.png" alt="Vote on DZone" title="Vote on DZone" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.facebook.com/sharer.php?t=Bagaimana+Asal+Mulanya+Burung+Gagak+Berwarna+Hitam&amp;u=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F22%2Fbagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/facebook.png" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://delicious.com/save?title=Bagaimana+Asal+Mulanya+Burung+Gagak+Berwarna+Hitam&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F22%2Fbagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/delicious.png" alt="Bookmark this on Delicious" title="Bookmark this on Delicious" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dotnetkicks.com/kick/?title=Bagaimana+Asal+Mulanya+Burung+Gagak+Berwarna+Hitam&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F22%2Fbagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetkicks.png" alt="Kick It on DotNetKicks.com" title="Kick It on DotNetKicks.com" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://dotnetshoutout.com/Submit?title=Bagaimana+Asal+Mulanya+Burung+Gagak+Berwarna+Hitam&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F22%2Fbagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetshoutout.png" alt="Shout it" title="Shout it" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F22%2Fbagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam%2F&amp;title=Bagaimana+Asal+Mulanya+Burung+Gagak+Berwarna+Hitam&amp;summary=&amp;source=" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/linkedin.png" alt="Share on LinkedIn" title="Share on LinkedIn" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F22%2Fbagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/technorati.png" alt="Bookmark this on Technorati" title="Bookmark this on Technorati" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://twitter.com/home?status=Reading+http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F22%2Fbagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/twitter.png" alt="Post on Twitter" title="Post on Twitter" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.google.com/buzz/post?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F22%2Fbagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/google_buzz.png" alt="Google Buzz (aka. Google Reader)" title="Google Buzz (aka. Google Reader)" /></a>&nbsp;&nbsp;</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamedia.com/2010/11/22/bagaimana-asal-mulanya-burung-gagak-berwarna-hitam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagenda American Indians &#8211; Asal Mula Kura-Kura Mendapat Kulit Yang Keras</title>
		<link>http://www.indonesiamedia.com/2010/11/04/lagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras/</link>
		<comments>http://www.indonesiamedia.com/2010/11/04/lagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 21:02:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Djaja/IM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Americana]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya & Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Eddy Djaja]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[legenda.Indian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamedia.com/?p=17602</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.indonesiamedia.com/2010/11/04/lagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras/"><img align="left" hspace="5" width="90" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/mail.google.com_9.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="mail.google.com" /></a>Pada suatu hari-hari si Nanaboozhoo mendapatkan perasaan aneh. Dia baru saja terbangun dari tidurnya oleh suara gaduh dan caci maki yang dibuat oleh burung jay berwarna biru. Dia merasa marah atas gangguan ini lagi pula dia sedang lapar. Pikiran dia langsung ingin pergi ke desa untuk mencari makan. Memasuki desa, dia menemukan beberapa laki-laki sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-17603" title="mail.google.com" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/mail.google.com_9.jpg" alt="" width="130" height="166" />Pada suatu hari-hari si Nanaboozhoo mendapatkan perasaan aneh. Dia baru saja terbangun dari tidurnya<br />
oleh suara gaduh dan caci maki yang dibuat oleh burung jay berwarna biru. Dia merasa marah atas<br />
gangguan ini lagi pula dia sedang lapar. Pikiran dia langsung ingin pergi ke desa untuk mencari makan.<br />
Memasuki desa, dia menemukan beberapa laki-laki sedang memasak ikan. Mereka berkemah di dekat<br />
air dan si Nanaboozhoo melihat banyak ikan yang sedang dipanggang diatas api. Karena telah merasa<br />
sangat lapar, dia minta ikan itu untuk dimakan. Laki-laki tersebut dengan senang hati memberinya<br />
beberapa ikan , tetapi memperingatkannya bahwa ikan tersebut masih panas.</p>
<p>Tanpa memperdulikan peringatan mereka ia dengan cepat memegang ikan itu sehingga tangannya terasa<img class="alignright size-full wp-image-17604" title="mail.google.com" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/mail.google.com_10.jpg" alt="" width="226" height="149" /><br />
panas terbakar. Ia berlari ke danau terdekat untuk mendinginkan tangannya kedalam air. Karena masih<br />
mengantuk dia tersandung batu dan menimpah si Mishekae (seekor kura kura) yang sedang menjemur diri<br />
tepi danau. Pada waktu itu Mishekae belum mempunyai kulit keras seperti lazimnya kura-kura sekarang.<br />
Kulit Mi-she-kae masih berupa kulit yang halus, lembut dan tipis.</p>
<p>Mishekae menjerit dengan keras kepada si Nanaboozhoo dan menasehatinya untuk berhati-hati kalau<br />
sedang berjalan.Si Nanaboozhoo merasa malu atas keteledorannya dan meminta maaf kepada Mishekae.<br />
Didalam hatinya dia bertanya-tanya apakah dia bisa melakukan sesuatu buat Mishekae guna menebusnya<br />
kesalahannya. Dalam perjalanan pulang dia masih memikirkan untuk berbuat sesuatu Mishekae.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-17605" title="1110m_nanaboozho" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2010/11/1110m_nanaboozho.gif" alt="" width="227" height="175" />Belakangan dia kembali lagi ke tepi danau itu dan memanggil Mishekae. Si kura-kura menongolkan<br />
kepalanya dari lumpur. Nanaboozhoo lantas mengambil dua kerang besar dari tepi danau dan<br />
menempatkannya satu di atas yang lainnya. Dia mengangkat Mishekae dan memasukannya diantara<br />
kedua kulit kerang tersebut. Sambil menghelah napas panjang Nanaboozho berkata: &#8220;Anda tidak<br />
akan pernah terluka begitu lagi. Setiap kali bahaya mengancam anda bisa menarik kaki dan kepala anda<br />
kedalam kulit kerang tersebut untuk perlindungan.</p>
<p>Sambil duduk disamping Mishekae, Nanaboozho melanjutkan berkata: “Anda mempunyai empat kaki<br />
yang menunjukan arah ke Utara, Selatan, Timur dan Barat. Ketika kaki tersebut anda tarik kedalam semua<br />
arah akan hilang. Ekor anda akan menunjukan banyak daerah-daerah yang dapat ditempati dan kepala<br />
anda akan menunjukan arah yang akan anda tuju. Anda mempunyai kelebihan untuk bisa hidup didalam<br />
air maupun diatas tanah dan anda selamanya akan berada didalam rumah anda. Mishekae berterima kasih<br />
kepada Nanaboozhoo atas kebijaksanaannya. Sejak itu semua kura-kura dilindung oleh kulitnya yang<br />
keras.(dirangkum/diedit/diterjemahkan dari dongeng dalam kehidupan American Indians)</p>
<div class="printfriendly alignleft"><a href="http://www.indonesiamedia.com/2010/11/04/lagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras/?pfstyle=wp" rel="nofollow" ><img src="//cdn.printfriendly.com/pf-print-icon.gif" alt="Print Friendly"/><span class="printandpdf printfriendly-text"> Print <img src="//cdn.printfriendly.com/pf-pdf-icon.gif" alt="Get a PDF version of this webpage" /> PDF </span></a></div><p>This post was submitted by Eddy Djaja/IM.</p><div class="lightsocial_container"><a class="lightsocial_a" href="http://digg.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F04%2Flagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras%2F&amp;title=Lagenda+American+Indians+-+Asal+Mula+Kura-Kura+Mendapat+Kulit+Yang+Keras" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/digg.png" alt="Digg This" title="Digg This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F04%2Flagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras%2F&amp;title=Lagenda+American+Indians+-+Asal+Mula+Kura-Kura+Mendapat+Kulit+Yang+Keras" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/reddit.png" alt="Reddit This" title="Reddit This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F04%2Flagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras%2F&amp;title=Lagenda+American+Indians+-+Asal+Mula+Kura-Kura+Mendapat+Kulit+Yang+Keras" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/stumbleupon.png" alt="Stumble Now!" title="Stumble Now!" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://buzz.yahoo.com/buzz?targetUrl=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F04%2Flagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras%2F&amp;headline=Lagenda+American+Indians+-+Asal+Mula+Kura-Kura+Mendapat+Kulit+Yang+Keras" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/yahoo_buzz.png" alt="Buzz This" title="Buzz This" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dzone.com/links/add.html?title=Lagenda+American+Indians+-+Asal+Mula+Kura-Kura+Mendapat+Kulit+Yang+Keras&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F04%2Flagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dzone.png" alt="Vote on DZone" title="Vote on DZone" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.facebook.com/sharer.php?t=Lagenda+American+Indians+-+Asal+Mula+Kura-Kura+Mendapat+Kulit+Yang+Keras&amp;u=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F04%2Flagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/facebook.png" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://delicious.com/save?title=Lagenda+American+Indians+-+Asal+Mula+Kura-Kura+Mendapat+Kulit+Yang+Keras&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F04%2Flagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/delicious.png" alt="Bookmark this on Delicious" title="Bookmark this on Delicious" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.dotnetkicks.com/kick/?title=Lagenda+American+Indians+-+Asal+Mula+Kura-Kura+Mendapat+Kulit+Yang+Keras&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F04%2Flagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetkicks.png" alt="Kick It on DotNetKicks.com" title="Kick It on DotNetKicks.com" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://dotnetshoutout.com/Submit?title=Lagenda+American+Indians+-+Asal+Mula+Kura-Kura+Mendapat+Kulit+Yang+Keras&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F04%2Flagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/dotnetshoutout.png" alt="Shout it" title="Shout it" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F04%2Flagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras%2F&amp;title=Lagenda+American+Indians+-+Asal+Mula+Kura-Kura+Mendapat+Kulit+Yang+Keras&amp;summary=&amp;source=" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/linkedin.png" alt="Share on LinkedIn" title="Share on LinkedIn" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F04%2Flagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/technorati.png" alt="Bookmark this on Technorati" title="Bookmark this on Technorati" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://twitter.com/home?status=Reading+http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F04%2Flagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/twitter.png" alt="Post on Twitter" title="Post on Twitter" /></a>&nbsp;&nbsp;<a class="lightsocial_a" href="http://www.google.com/buzz/post?url=http%3A%2F%2Fwww.indonesiamedia.com%2F2010%2F11%2F04%2Flagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras%2F" ><img class="lightsocial_img" src="http://www.indonesiamedia.com/wp-content/plugins/light-social/google_buzz.png" alt="Google Buzz (aka. Google Reader)" title="Google Buzz (aka. Google Reader)" /></a>&nbsp;&nbsp;</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesiamedia.com/2010/11/04/lagenda-american-indians-asal-mula-kura-kura-mendapat-kulit-yang-keras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

