Bakteri Berusia 3,5 Juta Tahun Diklaim Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh


2C96B75600000578-3243056-They_revealed_they_have_unlocked_the_DNA_of_this_cold_immune_sci-a-4_1442825986618Moscow – Anatoli Brouchkov, kepala Departemen Geocryology di Moscow State University, ilmuwan kontroversial asal Rusia telah menyuntik dirinya sendiri dengan bakteri berusia 3,5 juta tahun yang ditemukan di permafrost Siberia, dan mengklaim dirinya kini lebih kuat dan tidak pernah sakit. Ia mengatakan tidak terserang flu selama dua tahun setelah injeksi tersebut.

“Saya bisa lagi bekerja lebih lama, saya tidak pernah terserang flu selama dua tahun terakhir. Setelah percobaan sukses pada tikus dan lalat buah, saya pikir akan menarik untuk mencoba kultur bakteri tidak aktif ini,” katanya

Bakteri ini bernama Bacillus F, tetap hidup dalam permafrost selama jutaan tahun.

Para ilmuwan telah menguji coba pada tikus dan sel darah manusia, namun Brouchkov memutuskan untuk menjadi kelinci percobaan untuk eksperimen ini.

Bakteri ini mungkin juga dapat menjadi kunci untuk kesuburan, memungkinkan tikus betina tua untuk kembali bereproduksi.

Brouchkov mengaku tidak tahu apa yang dilakukan bakteri kepadanya.

“Tetapi kita belum tahu persis bagaimana cara kerjanya. Bahkan, kita tidak tahu persis bagaimana aspirin bekerja. Jika kita dapat menemukan bagaimana bakteri tersebut tetap hidup kita mungkin akan dapat menemukan alat untuk memperpanjang kehidupan kita sendiri,” katanya . (okz/IM)

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *