3 responses

  1. wAL SUPARMO
    July 7, 2012

    J.P.COEN ITU TINGGAL DI DALAM BENTENG BATAVIA YG TIDAK MUNGKIN DAPAT DIMASUKI OLEH PEJUANG DARI MATARAM. MESKIPUN TELAH BERBULAN-BULAN TERKEPUNG DAN AKHIRNYA MALAH TENTARA MATARAM YG TERUSIR KARENA TIDAK MEMPUNYAI MERIAM UNTUK MENGHACURKAN TEMBOK DAN TERUSIR SEHINGGA SEBAGAIAN MENINGGALKAN BATAVIA KEMBAI NAIK PERAHU DAN SEBAGIAN BERJALAN DARAT.YG BANYAK TIDAK SAMPAI KE YOGYA LAGI TETAPI TERSEBAR DISEKITAR BANTEN.ADAPUN JP.COEN SENDIRI MASIH MELALUKAN KEBAKTIAN AGAMA SEBELUM MAKAN MALAM DENGAN LAHAPNYA ( JADI TIDAK SAKIT) TETAPI MENJELANG TENGAH MALAM SEKONYONG-KONYONG MENINGGAL DGN MENDADAK YG PASTI IA KENA SERANGAN JANTUNG.
    SEJARAH BERULANG UNTUK MENYELEWENGKAN SEJARAH MENGENAI PENGUASA TERTINGGI BELANDA DI HINDIA BELANDA ( INDONESIA), YAITU JENDRAL J.H.SPOOR YG BUNUH DIRI KARENA KECEWA HARUS MUNDUR SETELAH DGN SUSAH PAYAH BERHASIL MENDUDUKI YOGYA. TETAPI JUGA DIPROVOKASI TELAH DIBUNUH OLEH PEJUANG KEMERDEKAAN.SEDANGKAN MENURUT FIHAK BELANDA. IA JUGA KENA SERANGAN JANTUNG. YG HAMPIR TIDAK MUNGKIN TERJADI KARENA SEBAGAI PENGUASA TERTINGGI IA MENDAPAT KONTROL KETAT DARI PARA DOKTER DAN MEMANG SEBELUMNYA TIDAK PERNAH ADA LAPORAN IA MENGIDAP PENYAKIT ITU.

  2. rafel
    December 5, 2012

    Di makam raja mataram di Imogiri,Bantul,DIY ada satu makam yang konon adalah makamnya Coen, yang sengaja diletakkan di tengah-tengah tangga yang menuju ke makamnya Sultan Agung. Peletakan kuburan tersebut disengaja agar setiap peziarah yang akan menuju makam Sultan Agung menginjak-injak dan menistakan jenazah "Coen". Konon itu adalah penggalan kepala dari JP Coen…

  3. Dinda Dwi Fauziah
    October 3, 2013

    Waktu itu salah satu pasukan mataram adalah tangan kanan JP.Coen lalu ia mengusulkan untuk membebaskan rakyat Indonesia , namun Jp. Coen marah besar karena itu pasukan mataram memenggal kepala Jp. Coen dan membawanya dari Jakarta ke Jogja (kalo gk salah) lalu diletakkan si bawah makam raja mataram yang pernah menyerang Jp. Coen dan ggal 2 kalo

Leave a Reply

 

 

 

Back to top
mobile desktop