Tongkat Keramat Bung Karno yang Diperebutkan

Posted on May 27 2012 by Viva / IM


GAUNG peringatan satu abad Soekarno seakan tak mau sirna. Seabrek kegiatan yang dimulai menjelang kelahirannya, 6 Juni lalu, selalu marak. Agenda acara paling bontot, pameran “Jumpa Bung Karno” di Gedung Pola, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, pun mendapat perhatian luar biasa dari masyarakat. Ajang pamer benda peninggalan Bung Karno, yang berlangsung hingga 15 September, itu disesaki pengunjung tak kurang dari 5.000 orang setiap hari.

Pameran itu seakan menabalkan Bung Karno sebagai sosok yang tak lekang dimakan waktu. Sampai-sampai, peranti tetek-bengek Bung Karno pun dikeramatkan pengagum beratnya. Tak sedikit yang menyebutnya sebagai pusaka. Termasuk “kasus tongkat komando Bung Karno” yang menyeret Lia Aminuddin, tokoh Salamullah, ke pengadilan, Rabu pekan lalu.

Gara-gara melenyapkan tongkat Bung Karno itulah, Lia digugat Rudi Fachrudin, yang mengklaim sebagai “ahli waris” si tongkat. Toh, banyak kalangan menyangsikan bagaimana juntrungannya tongkat keramat itu berpindah ke tangan Rudi. Apalagi, yang disebut tongkat komando Bung Karno, menurut Enong Ismail, anggota tim inventaris pameran “Jumpa Bung Karno”, ya, cuma satu.

Tongkat komando tersebut kini dipajang di lantai V Gedung Pola. Sedangkan belasan lainnya yang disimpan di Istana Merdeka adalah tongkat biasa, pemberian pimpinan negara sahabat, ketika Soekarno masih menjabat presiden. Meski begitu, para pemegang tongkat komando Soekarno banyak bermunculan. Mereka mengklaim sebagai tongkat asli, lengkap dengan sejarah dan cerita kesaktiannya.

Koeshartadi, misalnya. Pengusaha asal Surabaya ini mengaku pernah memiliki tongkat berjuluk Tunggul Drajat Ndaru Puspito -tonggak lurus penopang bunga hasil perburuannya pada 1990. Wujudnya jauh berbeda dibandingkan dengan tongkat milik Rudi. Tunggul memiliki badan dari logam warna cokelat sepanjang 40 sentimeter. Pada bagian atas, warnanya lebih muda ketimbang bawahannya.

Pemburu benda klenik itu mengklaim tongkat Tunggul-nya adalah yang asli. “Sejarahnya paling jelas,” kata pengurus daerah Ikatan Pencak Silat Indonesia Jawa Timur itu. Yang dimaksud sejarah oleh Koeshartadi rupanya tak jauh dari dunia mistik yang sulit dicerna akal sehat.

Menurut Koes, si Tunggul adalah tongkat komando yang pernah dipegang Mahapatih Majapahit, Gajah Mada. Asal-muasalnya, konon, dibuat Empu Barada, pembuat keris yang tersohor di era Raja Airlangga, 10 abad silam. Seterusnya, perjalanan sang tongkat kian musykil, yang tak ketemu rujukannya dari ahli sejarah.

Koes yang demen ilmu kebatinan itu berkisah bahwa sang tongkat sempat moksa -raib ke alam gaib- sebelum tiba-tiba muncul di Blitar, Jawa Timur. Koes menjelajah sekujur tanah Jawa untuk mendapat pusaka Bung Karno. Tapi, ia hanya ketemu satu barang, ya tongkat itu tadi.

Perjumpaan dengan si tongkat, kata Koes, lewat seorang warga Blitar yang tak jelas asal-usulnya. Ia membelinya dengan harga jutaan rupiah. Meski akhirnya, tongkat itu dilepas Koes, karena ia merasa tak berhak memilikinya. Namun, Koes merahasiakan pembelinya dan bes- arnya “mas kawin” pengganti tongkat.

Hikayat tongkat versi Romo Yoso, tokoh kasus Brigade X Malang yang mengaku titisan Bung Karno, lebih aneh bin ajaib. Koleksi barang keramat Soekarno milik Romo Yoso tak cuma tongkat. Selain tiga pucuk tongkat, Romo Yoso juga mengaku punya burung Garuda Emas, pedang Kiai Sengkelad, keris Nogo Sosro dan Setro Banyu, serta seabrek nama aneh yang disebut Romo Yoso sebagai barang keramat Bung Karno.

Anehnya, semua barang tersebut didapat dari hasil pertapaan Romo Yoso di gua-gua yang dianggap keramat. “Semua pusaka di Nusantara milik Bung Karno sudah saya miliki,” kata Romo Yoso, yang berburu harta Soekarno sejak 11 tahun silam.

Keberadaan tongkat dari antah berantah itu berlainan dengan kesaksian Kanjeng Raden Haryo Tumenggung Hardjonagoro, ahli budaya senior Keraton Surakartahadiningrat. Seingat Hardjonagoro, yang dikenal dekat dengan Soekarno di awal 1960-an, tongkat koleksi Bung Karno jumlahnya sekitar 10. Bahan dasarnya dari kayu. “Ada yang dari cendana, gading, akar bahar, dan dipadu dengan sungu,” kata abdi dalem keraton yang punya nama asli Go Tik Swan itu.

Sayangnya, Hardjonagoro tak bersedia merinci wujud tongkat asli milik Bung Karno itu. “Saya hanya mau mengatakan kepada Bu Megawati,” katanya. Gusti Raden Ayu Koes Moertiyah, putri raja Surakarta Paku Buwono XII, pun meragukan keaslian benda peninggalan Bung Karno yang beredar di masyarakat. Anggota legislatif dari PDI Perjuangan itu menduga, benda-benda milik tokoh terkenal seperti Soekarno hanya dijadikan komoditas bisnis.

Seperti kejadian bulan lalu, ketika Gusti Mung, panggilan akrabnya, kedatangan tamu bernama Salimi yang membawa sebilah keris. Menurut penuturan Salimi kepada Gusti Mung, keris tersebut punya “garis kerabat” dengan keris-keris Bung Karno. Salimi bermaksud menyerahkan keris itu kepada Megawati Soekarnoputri lewat Gusti Mung.

Permintaan Salimi ini ditolak Gusti Mung. “Orang itu punya maksud tak jujur,” katanya. Gusti Mung yakin, bila dituruti, ujung-ujungnya hanya soal duit. Biasanya, masih kata Gusti Mung, mereka akan minta duit untuk biaya selamatan yang besarnya jutaan rupiah.

Sebagai komoditas menggiurkan, di mata para pemburu, barang peninggalan Soekarno tak ubahnya harta karun. Selain benda pusaka, Soekarno disebut-sebut juga menyimpan dana revolusi berwujud emas lantakan dan jutaan poundsterling di Union Bank of Switzerland (UBS), Swiss. Tersebutlah Gunarjo dan Pujo Warno, para pemburu harta “warisan” itu.

Gunarjo, pendiri lembaga pendidikan Gama 81, Yogyakarta, konon menghamburkan duit hingga Rp 4 milyar untuk mencairkan simpanan Soekarno itu, dalam kurun 1988-1990. Pria asal Solo ini meyakini, aset atas nama Mr. Soekarno di bank Swiss tersebut benar adanya. Dalam sertifikat UBS, tertera berat emas lantakan Soekarno mencapai 72.000 ton. Tapi, harta ini tak bisa dicairkan. “Mereka punya aturan main yang tidak bisa ditembus,” katanya ketika itu.

Informasi emas simpanan Bung Karno itu juga menyeret Pujo Warno, pengusaha semen asal Jakarta, untuk mengubernya. Emas versi Pujo Warno jumlahnya “cuma” 4,5 ton. Toh, meski bertandang ke UBS, yang diyakini sebagai tempat penyimpanan, Pujo pulang dengan tangan hampa.

Sultan Sulu Filipina, Maulana Jamalul Kiram III, pun terpedaya isu emas lantakan Soekarno. Ia tergiur membeli sertifikat emas Soekarno di UBS, yang dipegang Parman, warga Klaten, April tahun lalu. Duit Rp 7 juta telah diserahkan kepada Parman, eh, ternyata, sertifikat itu palsu.

Bisa jadi, tongkat dan keris peninggalan Soekarno yang diributkan orang adalah benda tiruan belaka. Guruh Soekarnoputra sendiri meyakini, benda-benda peninggalan Soekarno tak ada yang tersebar di masyarakat. “Kalaupun ada, harus jelas pembuktiannya,” kata bungsu lima bersaudara dari istri Soekarno, Fatmawati, itu kepada Dewi Sri Utami dari Gatra.

Tampaknya, soal buru-memburu benda pusaka Soekarno itu, menurut Prof. Dr. Simuh, lebih dilatari kepercayaan mistik. Dalam pengamatannya, Soekarno tergolong figur yang tak bersih dari mistik. “Barang-barang Soekarno itu representasi kepemimpinan gaya kerajaan, yang diyakini berdaya magic,” kata pakar sinkretisme yang juga guru besar Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta,

This post was submitted by Viva / IM.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

15 Responses to “Tongkat Keramat Bung Karno yang Diperebutkan”

  1. basonden arsyad says:

    sebelumnya saya minta maaf,,
    bukankah kris atau tongkat bung karno yang itu tak bisa dipisahkan dari meja bulatnya hingga sekarang ini,,

  2. brightes says:

    pak karno aja bukan orang sembarangn, lah bagaimna bsa sgampang itu dpetin pusakanya…….. mungkin bner2 udah ditelen am bumi paling bawah x. lahaulawalaquata'ilabilla……..

  3. basonden arsyad says:

    kunfaya kum, jadi maka jadi lah,,

  4. charles says:

    Tongkat yg asli saat ini di pakai buat sulap.
    “Dibantu ya,,, bim salabim jadi apa prok, prok, prok, prok”.

    Ehhh,, maaf. Itu tongkatnya Pak Tarno. Bukan Bung Karno. Hehehehe

  5. arsyad putera wahid says:

    suatu saat akan muncul lagi Krisnya bung karno kalo orang yang tepat yang bisa mengambilnya,,

    • Kumba wutung says:

      pak kalo memang bnar itu tongkat bung karno yang asli yang hanya bisa di ambil oleh orang-orang tertentu/pilihan
      apakah bapak mengatakan itu tongkatnya pak Tarno..???

  6. arsyad putera wahid says:

    orang-orang pilihan akan muncul tuk menonjolkan krisx bung karno..

    • kumba wutung says:

      pak kalo memang bnar itu tongkat bung karno yang asli yang hanya bisa di ambil oleh orang-orang tertentu/pilihan bagai mana,,..??
      apakah bapak mengatakan tiu tongakt atau kris itu kpunyaan pak tarno,,..?

  7. Sundari says:

    Aduh sedih banget masih banyak bangsaku yang masih terpengaruh tahyul. Pelajarilah secara reset anthropology semua ilmu kebatinan animisme. Coba baca tuh catatan Carlos Castaneda tentang orang Indian di Mexico setelah didalam trance mengkonsumsi cactus (peyote?) lalu pergi ke realitas yang lain didalam pikirannya.

  8. dadang says:

    setuju iku dong ha ha

  9. iswadi says:

    setahu saya barang2 pribadi Pak Karno dipegang oleh pengawal pribadi pak soekarno

  10. R.M. ******* says:

    asallam’ muallaikum… yg asli ad d wilayah dapil 1 jabar….
    baranya dateng sendiri cmn tida sma serangkanya… pas dateng barangnya bau amis bekas darah… dan itu titipan jadi tidak untuk d perjual belikan.,,, berapapun harganya tidak akan d jual ( ITU CUMAN TITIPAN )

  11. R,S,aJI says:

    Assalamu Alaikum, maaf, sebelumnya, Pusaka tongkat maupun, keris atau benda lain milik Bung karno tidak mustahil, bisa turun kepada siapa saja yang di kehendaki olehNya, demi membantu menjembatani mensejahterakan umat, itu sebagai jembatan atau sebagai sareat saja,, InsyaALLOH dengan izinNYA, saya pegang 3 benda Pusaka Beliau,

Leave a Reply