
Presiden Taiwan Ma Ying-jeou belum lama ini menelepon seorang karyawan toko Duty Free  di Bandara Internasional Taoyuan di Taiwan, yang bernama Chen Shu Hui. Presiden memuji perilaku Chen yang mengembalikan uang orang yang hilang dalam jumlah yan sangat besar. Tindakan Presiden Ma ini luar biasa, dia menelepon karyawan kecil, bukan pengusaha seperti kebanyakan presiden.
Presiden Ma menekankan, untuk mendorong iklim sosial yang positif, perilaku mengembalikan uang yang hilang ini adalah salah satu soft power  untuk Taiwan.
Chen sama sekali tidak menyangka bisa dihubungi langsung oleh Presiden Ma, hal yang  memotivasi dia bekerja lebih semangat. Padahal Chen menyebutkan apa yang dilakukannya merupakan hal yang biasa. Apabila rekan kerja yang lain mengalami kejadian yang sama, mereka pasti akan mengantarkan uang tersebut ke kantor polisi.
Chen Shu Hui sangat gembira ketika mengatakan kepada ibunya bahwa Presiden Ma memujinya. Sebelumnya ibunya tidak percaya, bahkan menegurnya untuk berhati hati, mungkin ini telepon dari penipu.
Seperti diberitakan, Chen Shu Hui yang bekerja  di toko Duty Free Airport menemukan uang tunai sebesar US$ 11.000 dan segera menyerahkan uang tersebut kepada petugas keamanan bandara. Chen  menolak imbalan dari si pemilik uang.
Pada Sabtu (4/2), saat masih tertidur nyenyak, telepon selular Chen Shu Hui  bunyi. Keluarganya mengatakan bahwa Presiden Ma Ying-jeou ingin berbicara dengannya. Chen terkejut dan berpikir ini mungkin mimpi.
Chen Shu Hui menuturkan, Presiden Ma memuji perbuatannya setelah membaca berita di koran. Tindakan pria itu memberikan contoh teladan yang baik bagi masyarakat. Presiden Ma juga mengatakan, bekerja di Taoyuan Internasional Airport sangatlah unik, karena secara tidak langsung membantu mempromosikan pariwisata negara. ”Perilaku baik memberikan kesan yang baik bagi pengunjung domestik maupun manca negara,” katanya.
Di saat perbincangan dengan Presiden Ma berjalan sekitar tiga menit, tiba-tiba sinyal telepon terputus, karena baterai telepon selular Chen mati. Ia khawatir Presiden salah paham. Chen pun buru-buru menelepon kembali setelah mengisi ulang baterai telepon, dan menjelaskan kepada asisten Presiden  bahwa dia tidak bermaksud menutup telepon dari Presiden Ma. Kemudian ia menceritakan kronologi kejadiannya.
Tak lama kemudian, Presiden menelopn balik. Sambil bercanda, sang Presiden mengatakan, “Saya benar benar Presiden Ma, ini bukan telepon penipuan.”
Presiden Ma kemudian berbagi cerita dengannya tentang kisah nyata masyarakat Taiwan lainnya yang juga berperilaku sama seperti Chen.
Juru Bicara Kepresidenan Fan Jiang Ji mengutip pernyataan Presiden yang menyebutkan bahwa Taiwan selain mempunyai panorama alam yang indah, kuliner yang lezat, juga terkenal dengan masyarakatnya yang ramah, hangat, dan jujur. Perilaku dan perbuatan baik rakyat Taiwan ini juga merupakan soft power Taiwan yang terbaik
This post was submitted by SP / IM.

