PERAMPOKAN SPBU CONDET
Korban lainnya yang disekap perampok di SPBU Condet, Ahmad Mualim, saat ditemui di Mapolsek Kramatjati, sesaat sebelum menjalani pemeriksaan mengatakan, saat kejadian sedang tidur di ruang pertemuan di Kantor SPBU. Mualim mengaku sama sekali tak mendengar ada orang masuk ke dalam kantor SPBU nya. “Saya sedang tidur di ruang pertemuan di dekat ruang tamu,” kata Mualim.
Menurutnya ia terbangun saat mendengar suara ribut-ribut dari dalam ruangan tempat dimana bosnya Saut, berada. “Tak lama saya dengar ada teriakan maling,” katanya.
Menurut Mualim secara reflek saat itu ia melihat ada sepeda motor Yamaha Mio F 6161 TRN warna merah di luar kantornya. “Saya lihat di luar ada sepeda motor dan kuncinya masih di kontak. Sepeda motornya sengaja di standby. Saya yakin itu sepeda motor pelaku, lalu saya ambil kuncinya,” kata Mualim.
Menurut Mualim, karena kunci sepeda motor ditangannya, pelaku yang keluar melalui jendela dan hendak menyalakan sepeda motornya kebingungan. “Mereka lalu menodong dan merampas sepeda motor tukang bensin eceran yang mau datang ke SPBU,” kata Mualim.
Hilwan (40), sekuriti SPBU, mengatakan saat kejadian ia sedang berada di kamar mandi. Namun ia akhirnya mendengar suara teriakan bosnya. “Saya hadang pelaku, di jalan keluar dari jendela,” kata Hilwan di Mapolsek Kramatjati.
Saat itulah dia mendapati dua pelaku hendak memutar menuju sepeda motornya. “Saya sempat pukul pake linggis pelaku yang pake helm. Tapi karena pake helm, tak kenapa-kenapa,” kata Hilwan.
Menurut Hilwan, pelaku yang mengenakan helm dan bersenjata api itu sempat menembakkan senjata api ke arahnya sebanyak dua kali. Namun tampaknya senjata apinya macet. “Alhamdulilah senpinya macet,” kata Hilwan.
This post was submitted by WK ./ IM.





















