
atraksi tusuk lidah oleh tang sin
Manado-Bombastis, dan Spektakuler ! kata ini sangat tepat untuk menggambarkan prosesi perayaan Cap Go Meh yang ditandai dengan turunnya 6 orang Tang Sin ke jalan, di kompleks Pecinan Manado Senin (06/02). Ratusan ribu warga tumplek-blek, berdesak-desakan untuk menyaksikan prosesi tahunan yang sudah masuk agenda wisata Kota Manado tersebut. Terlihat sejumlah turis dari berbagai Negara sahabat ikut membaur bersama warga Kota.
Tepat pukul 15.00 wita, acara dimulai yang didahului oleh barisan Festival Figura atau Perayaan Kunci Taong yang dikolabirasi dengan prosesi Cap Go Meh. Acara dibuka dengan ditandai pemukulan gong oleh Wakil Gubernur DR Djouhari Kansil dan Kapolda Sulut Brigjen Pol Carlo Tewu secara bergantian.
Satu persatu barisan mulai keluar dari Klenteng Kwan Kong yang bersebelahan dengan Klenteng Ban Hin Kiong.

Prosesi dimulai dengan arakan bendera yang disusul dengan pasukan berkuda. Kemudian para putri dari khayangan, menyusul tarian Naga bersama Barongsai yang di tutup dengan barisan 6 orang Tang Sin dengan mengendarai Kio (Tenda yang dipukul).
Giliran Cap Go Meh yang ditandai dengan turunnya para Tang Sin inilah, atraksi sesungguhnya Cap Go Meh atau puncaknya acara tersebut.
Terlihat sesekali, salah satu Tang Sin pemotong lidah dan badannya. Bahkan para Tang Sin menusuk pipi mereka dengan jarum paku sepanjang 30 centimeter hingga tembus. Adegan ekstrim ini tentu saja

membuat para penonton bergidik., terutama para turis mancanegara.
Antusiasme warga untuk melihat dari dekat prosesi ini, membuat jalan utama jalur Tang Sin menyempit. Alhasil, Kapolda turun dari panggung untuk menertibkan warga yang mulai histeris. Sebelumnya, Ketua Paguyuban Warga Tionghoa Sulut, Hengky Wijaya menyampaikan, prosesi Cap Go Meh ini memang telah di kolaborasi bersama Festival Figura supaya menjadi lebih menarik.
“Jadi ada 2 tontonan menarik dalam satu acara,”timpal Ketua Panitia Kadis Pariwisata Manado, P Assa. Sementara dalam sambutannya Wakil Gubernur DR Djouhari Kansil,
Cap Go Meh di Tahun Nagaberpesan agar warga Kota untuk tetap menjaga kerukunan bersama. “Asset kita yang paling berharga adalah kerukunan, untuk itu marilah kita jaga terus,”katanya.
This post was submitted by Ferdinand Pandey / BR / IM.

