Tanggapan: Politisi PKS Sewot SULUT akrab dengan Amerika.
Posted on February 5 2012 by Ferdinand Pandey / IM
Ferdinand Pandey
Pernyataan seperti berita dibawah ini.mengenai pernyataan ketua komisi satu DPR RI Mahfud Siddig yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS),sudah bisa diduga lama sebelumnya oleh banyak orang akan maksud dan tujuannya dengan pernyataannya ini,apalagi bagi para politisi di negara ini.PKS adalah partai yang selama ini keberadaannya dikenal sebagai partai yang beraliran Islam garis keras yang memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi negara berazazkan Islam/menerapkan Hukum Syariah Islam.
Pernyataan keras,curiga dan bernada provokasi dari beliau tersebut diatas,adalah bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya.Yang benar, pertemuan PEMDA SULUT dengan Kedutaan USA,adalah dalam rangka persiapan latihan bersama yang bersifat kemanusian(menolong sesama manusia) antara ALRI dengan AL USA dan akan diikuti juga oleh beberapa negara lain.
Oleh banyak pihak di SULUT justru menilai pernyataan yang bernada provokator tesebut hanya mengingatkan beberapa peristiwa berupa malapetaka mengerikan yang belum lama/beberapa tahun lalu terjadi dibeberapa daerah Indonesia Timur,dan peristiwa tersebut yang bersifat kekerasan SARA/agama yang sampai sekarang ini masih saja berlangsung dibeberapa daerah yang dikenal sebagaikantong Kristen di Indonesia Timur.
Perjuangan mereka/PKS belakangan ini banyak memperoleh kemajuan antara lain, mereka dapat merebut banyak kursi di DPR.posisi di Pemeritahan di pusat maupun daerah,serta sudah masuk mempengaruhi dan menguasai aparat pemerintahan yang meliputi, kejaksaan, kehakiman, polisi, militer, BAKIN. Begitu juga lembaga lembaga keuangan.
Dampak dari perpolitikan dari aliran garis keras tersebut diatas menyebabkan Hukum KUHP,Hukum Tata Negara(Trias Politika) dan HAM mulai runtuh alias penerapannya tidak bisa ditegakkan karena sengaja dirusakan dengan tujuan hukum yang sebenarnya yang dari dulunya sudah diperlakukan diganti secara paksa dengan Hukum Syariah Islam.Akibatnya masyarakat luas sudah dicuci otak dimana tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah,salah bisa jadi benar dan benar bisa jadi salah.Dan apabila tidak ada yang mencegah usaha perjuangan mereka bisa dipastikan malapetaka yang mengerikan akan berulang kembali dan mungkin sama dengan berbagai peristiwa kekerasan pemaksaan agama yang sedang belangsung dibanyak negara negara Islam selama ini.
Pembusukan dari dalam dapat terlihat melalui berbagai media pers nasional maupun internasional dimana selama ini sering memuat berita berbagai pelanggaran Hukum dan HAM,antara lain kejahatan berat berupa kuropsi dan pelanggaran HAM yang bersifat SARA.Dimana para pelaku rekayasa belakangan ternyata adalah para politikus atau penguasa itu sendiri.Kejahatan berat tersebut ditutup dengan menggunakan pembungkus demi agama allah,demi Panca Sila,demi persatuan dan kesatuan bangsa,dan dengan bebagai rekayasa dengan menciptakan kerusuhan dan peristiwa kekerasan yang bersifat SARA tujuannya hanya untuk mengalihkan perhatian masyarakat luas.Usaha pembusukan dari dalam untuk mempecepat berlakunya Hukum Syariah Islam di seluruh NKRI.Sialnya mereka lupa dengan adanya perkembangan teknologie informasi,semua peristiwa/kejadian rekayasa tersebut diberitakan oleh berbagai media pers internasional.Tekecuali Media Pers nasional sering takut karena diancam apabila memuat berita berita tersebut.
Memang benar pernyataan politisi dari partai Islam garis keras tersebut sangat cocok dibilang sewot.Karena selama ini para politisi dan penguasa penganut garis keras sampai saat ini SULUTÂ adalah satu satunya kantong Kristen yang tidak bisa mereka taklukan.Meskipun berbagai cara telah mereka coba lakukan, berupa pembusukan dari dalam,teror/ kekerasan,ancaman,transmigrasi dengan mengirim orang orang mereka yang sudah dipersiapkan dari semula,pembodohan dengan cara memutar balikan fakta dan data,dll.Sedangkan daerah kantong Kristen yang lain di Indonesia Timur,Ambon/Maluku,Dayak Kalimantan,Poso/Sulawesi Tengah,Tanah Papua,kelihatannya mulai bisa mereka taklukan.Oleh sebab itu mereka sewot,usaha selama ini untuk menutup Indonesia Timur/mencegah dari pergaulan internasional yang semakin mengglobal, malahan pada kenyataannya SULUT beberapa tahun belakangan ini telah meloncat jauh kedepan sudah mulai masuk bergaul dan berbisnis dengan negara2 maju yang selama ini negara negara maju tersebut mereka anggap haram dan najis dengan tuduhan kafir,neolib,kapitalis,imperialis.
Persoalan sebenarnya dengan adanya konsep pembangunan “SULUT Go To Pacifik” inspirasi konsep tersebut mengikuti apa yang diprediksi oleh pejuang nasional Sam Ratulangie asal SULUT sekitar 75 tahun yang lalu ternyata sudah menjadi kenyataan.Dimana telah terjadi loncatan Perdagangan,Industri barang dan jasa,Parawisata,dan kegiatan Transportasi laut dan Udara secara besar besaran di kawasan Pacifik.Sehingga tentunya juga memicu persaingan kegiatan pertahanan yang melibatkan negara2 besar di dunia di sekitar kawasan kepulauan Pacifik.
Mulai terlibatnya SULUT dengan “Go To Pacifik” sudah pasti akan mempengaruhi banyak daerah di Indonesia Timur.Dan oleh Islam garis keras melihat pengaruh perkembangan tersebut sebagai penghalang dan mengancam usaha perjuangan mereka untuk secepatnya menjadikan NKRI negara berdasarkan azas Islam/penerapan Hukum Syariah.
Keberadaan SULUT yang letak geografisnya di Pacifik ini sangat strategies.Hal ini sudah terbukti,sejak beberapa tahun lalu berbagai event yang berbobot Internasional berturut turut telah dilakukan di daerah ini.Dan ternyata banyak pendatang dari negara negara besar dan maju dengan membawa berbagai peralatan besarnya berdatangan ke SULUT.Pertumbuhan ekonomi SULUT semakin menunjukan peningkatannya,para pembisnis dari luar negeri maupun dalam negeri berdatangan/masuk ke SULUT.Usaha penerbangan,angkutan laut.usaha dalam bidang pendidikan dan bisnis sumber daya alam,parawisata,dan lain2 meningkat dengan pesat.Letak strategies SULUT di pacifik sudah diuji secara ilmiah di Universitas Gajah Mada melalui disertasi Sinyo H Sarundayang (SHS) Gubernur SULUT sewaktu mengambil gelar Doktornya.
Saya kira sudah bukan rahasia lagi bahwa sebagian besar penguasa atau kelompok dinasti penguasa merasa terancam akan eksistensinya sebagai penguasa,apabila ada daerah yang maju apalagi seperti SULUT sekarang ini sedang maju dengan loncatan cukup jauh kedepan.Karena dari sudut pandang mereka/penguasa,kalau rakyat maju atau daerah maju,akan sangat mempengaruhi kekuasaan mereka yang selama ini kekuasaan kelompok dinasti tersebut sudah merasa diri kekuasaannya sudah sebegitu kuat,luas dan tidak terbatas.Akan terancam kekuasaannya menjadi tumpul dan kemudian hilang tanpa bekas.Sebab,apabila rakyat/daerah2 miskin dan melarat akan menjadikan sangat bergantung akan segala galanya pada para penguasa.Ketergantungan menjadikan rakyat gampang diperlakukan semaunya,dibodohi,diancam dan dipojokan.Dan sebaliknya apabila rakyat/masyarakat luas/daerah2 maju,makmur,adil dan sejahtera akan semakin menjadi percaya diri,cerdas/kualitas hidup meningkat,berwawasan luas karena sering terlibat dalam pergaulan/kegiatan internasional yang semakin mengglobal.Sehingga kehidupan tidak harus bergantung kepada orang lain atau kepada kelompok/orang tertentu saja.Sehingga dengan demikian dalam kehidupan masyarakat tidak akan saling mendominasi antar satu sama kainnya.Dan tentunya tidak ada lagi kelompok dinasti penguasa yang terus menerus berkuasa secara turun temurun dan sebegitu luas tanpa ada pembatasannya seperti pemerintahan raja2 tempo doeloe dimana sudah menempatkan diri mereka diatas hukum yang berlaku alias tidak tersentuh hukum.
Menurut pendapat saya,pernyataan yang dikeluarkan oleh Mahfud Siddiq sebagai ketua komisi satu DPR adalah ungkapan dari isi hati Partai keadilan Sejahtra (PKS) atau jelasnya merupakan pandangan,rencana,strategie,sasaran,goal kedepan yang akan mereka capai.Dalam hal ini berdasarkan berbagai pengalaman,kejadian,kasus,dan berbagai peristiwa yang sudah dan sementara terjadi di berbagai daerah maupun di berbagai belahan dunia, pernyataan tersebut harus dilihat sebagai warning!yang berbahaya.Sebab dari berbagai kejadian/peristiwa tersebut;Ambon,Poso,Papua,Jakarta Mei 98,Timor Timur,Dayak Kalimantan,daerah daerah ini sengaja di rekayasa dihancur leburkan sehingga menjadi mundur sekian puluh tahun dengan tujuan hanya untuk menggoalkan ideologie dan kekuasan kelompok tertentu.   Â
Saya setuju dengan konsep pemikiran sistem pemerintahan NKRI diganti dengan sistem pemeritahan Negara Federal Republik Indonesia.Dengan adanya negara federal Kekuasaan yang selama ini yang hanya dimonopoli oleh kalangan kelompok dinasti tertentu yang kekuasaan mereka sudah sebegitu mencengkram kuat diseluruh daerah (dengan menggunakan semua aparat yang ada dibawahnya),sehingga kekuasaan sangat terasa sudah sebegitu luas dan tidak ada batasnya.Kekuasaan yang seperti ini pada kenyataannya semakin terasa lama kelamaan hanya membawa malapetaka bagi rakyat/masyarakat luas.Hal ini disebabkan Hukum KUHP,HAM,Hukum Tata negara berdasarkan Trias Politica,sedang diruntuhkan.Padahal semua hukum ini apabila ditegakkan dilaksanakan dengan benar akan membawa/memelihara keadilan,kesejahterahan,kemakmuran dalam kehidupan masyarakat luas.Karena hukum hukum tersebut akan membatasi kekuasaan,dengan cara pembagian kekuasaan.Kekuasaan harus dibagi atau di pecah,tidak boleh hanya berada dalam satu tangan atau hanya dipegang oleh suatu kelompok tertentu.Hal ini dikarenakan sifat manusia yang pada dasarnya ada sifat baik(mau berdamai dengan sesamanya),tetapi disisi lainnya ada sifat buruk(nafsu menjadi serigala terhadap sesamanya).Oleh karena itu kekuasaan dalam suatu pemerintahan apabila tidak dibagi sedemikian rupa akan membahayakan kehidupan masyarakat.Apabila NKRI menjadi Negara Federal RI,saya pikir ketiga sistem Hukum tersebut akan dapat diterapkan dan dilaksanakan sebagaimana seharusnya.Sehingga kehidupan dalam masyarakat akan berjalan sesuai dengan apa yang dikatakan diatas tadi.Karena dalam sistem pemerintahan Federal,pemerintahan di daerah daerah maupun pemerintahan di pusat kekuasaannya saling berimbang atau setara,sehingga dengan demikian pusat dan daerah akan saling mengawasi antar satu dengan lainnya.Dengan demikian kekuasaan mutlak berada disatu tangan/kelompok dan tidak ada batasnya,yang selama ini dalam sistem pemeritahan NKRI dimana kuku kukunya sudah sebegitu mencengkram kuat di berbagai daerah dimana rantai kekuasaannya yang sudah sebegitu menggurita dengan adanya negara federal kekuasaan tersebut dapat diputuskan.Begitupun daerah daerah dapat mengekspresikan dan mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan kebudayaannya berupa bakat,pengalaman,pengetuhuan dan memanfaatkan suber daya alamnya untuk kesejahteraan masyarakatnya.Kehidupan berbagai kelompok masyarakat Indonesia yang plural(majemuk) akan saling menghormati antar satu sama lainnya tanpa sentimen SARA,karena tidak ada kelompok masyarakat yang mendominasi antar satu sama lainnya.FP
Februari 4, 2012
Harian Komentar SULUT
Kamis, 02 Februari 2012 , 10:26:00
Politisi PKS Sewot Sulut Akrab dengan Amerika
Minta Kemenlu Panggil Dubes AS , Kansil: Mana Mungkin Kita Mau Melampaui Kewenangan
JAKARTA-Ketua Komisi I DPR-RI yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq, sewot melihat hubungan Sulawesi Urara yang makin akrab dengan pemerintah Amerika Serikat. Karena itu Siddiq meminta pemerintah pusat menertibkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
‘’Jika Pemda dibiarkan secara langsung bekerjasama dengan pihak luar negeri, maka negara bisa menjadi kacau. Apalagi menyangkut masalah pertahanan dan keamanan,” kata Mahfudz kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/2).
Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) PKS mengatakan hal itu, menyusul adanya pertemuan Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil dengan pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) guna membicarakan usulan dukungan pengamanan wilayah perbatasan laut Sulawesi.
Mahfudz mengatakan, perbatasan antarnegara bukanlah kewenangan Pemda. “Urusan ini bukan kewenangan Pemda, tapi urusan pemerintah pusat dalam hal ini tugas Kemlu (Kementerian Luar Negeri) dan Kemhan (Kementerian Pertahanan),” jelas Mahfudz.
Ia menambahkan, pemerintah pusat tidak hanya harus menertibkan tindakan Pemprov Sulut. Kemenlu, katanya, juga harus meminta klarifikasi dari Kedubes AS di Jakarta. “Urusan pengamanan wilayah perbatasan adalah tugas dan tanggungjawab negara,” katanya.
Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengatakan, kerjasama dalam hal ini harus melalui nota kerjasama antar negara. “Dan didasari kebutuhan mendesak dan saling menguntungkan,” ujar dia.
Wagub Sulut Dr Djouhari Kansil sendiri langsung memberikan klarifikasi terkait dugaan kerjasama pengamanan perbatasan dengan Pemerintah Amerika Serikat itu. “Tentu tidak seperti yang diperkirakan Ketua Komisi I DPR RI itu.
Mana mungkin kita mau melampaui kewenangan sejauh itu dan atas dasar apa kita mau dibantu Amerika Serikat untuk mengurus keamanan perbatasan. Apakah kita sudah dalam keadaan terancam atau seperti apa. Lalu atas dasar apa kita harus minta bantuan. Saya tidak tahu darimana isu itu, tapi biarlah kita doakan saja, karena kebenaran sama sekali tidaklah seperti itu,” kata Kansil.
Bagi Kansil, pertemuan yang dilakukan dengan perwakilan Amerika Serikat wajar dilakukan karena terkait dengan kesiapan Sulut sebagai tuan rumah latihan bersama kemanusiaan kerjasama Mabes TNI dan Angkatan Laut AS yang akan dilakukan pada 31 Mei- 15 Juni 2012 nanti.
“Mereka semacam tim advance yang datang mengecek kesiapan kita sebagai tuan rumah, jadi otomatis kita layani. Itu saja. Tapi kalau ada yang berprasangka, saya juga bingung harus menjawab seperti apa karena tidak ada fakta seperti itu. Sekali lagi mari kita gumuli dengan doa dan ketulusan hati,” tukas Kansil kepada Manado Post tadi malam.
Kansil tampak terus mengumbar senyum sambil berharap agar isu ini tidak mengganggu persiapan Sulut sebagai tuan rumah acara Pacific Partnership 2012 nanti. “Kita ini kan tuan rumah yang ditunjuk langsung Mabes TNI atas nama pemerintah Indonesia.
Jadi sebaiknya fokus menghadapi acara latihan bersama nanti, dimana akan ada aksi kemanusiaan kapal Rumah Sakit USNS Mercy di beberapa kabupaten kota di Sulut. Kan, aksi kemanusiaan itu sifatnya universal,” kata putra Siau yang dikenal murah senyum ini