Kursi-kursi impor yang berada di ruang kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR diungsikan ke daerah Parung, Bogor Jawa Barat, Kamis (2/2/2012) jelang dini hari. Berdasarkan Iring-iringan mobil boks pengangkut puluhan kursi impor tersebut dibawa ke sebuah gudang di kawasan Parung, tepatnya di KM 42 Parung, Bogor, Jawa Barat.
Di dalam gudang tersebut truk kemudian masuk dan membongkar muatannya. Salah satu sopir yang mengendarai truk itu mengaku, tempat yang dipergunakan untuk meletakkan kursi-kursi impor Banggar itu milik sebuah perusahaan, yaitu PT Decorindo.
“Ya, mas PT Decorindo,” kata salah satu supir truk itu di Parung, Jumat (3/2/2012) dini hari.
Suasana gudang tersebut tampak sepi. Gudang itu hanya dijaga oleh beberapa orang yang bersiaga di sebuah pos penjagaan. Lokasi gudang itu sendiri ada tepat di pinggir Jalan Raya Parung-Bogor, KM. 42, Desa Jampang.
Pergantian beberapa barang impor di ruang kerja Badan Anggaran (Banggar) di lantai 2 Gedung Nusantara II DPR akhirnya dilakukan pada Kamis (2/2/2012) menjelang dini hari tadi.
Akhirnya, Kursi Banggar Rp 24 Juta Itu Ditukar
Pergantian beberapa barang impor di ruang kerja Badan Anggaran (Banggar) di lantai 2 Gedung Nusantara II DPR akhirnya dilakukan pada Kamis (2/2/2012) menjelang dini hari. Tahap pertama, puluhan petugas dari pihak kontraktor mengeluarkan satu per satu kursi yang diklaim seharga Rp 24 juta.
Kursi buatan Jerman tersebut dibawa menuruni tangga melalui pintu samping gedung. Belasan petugas pamdal ikut mengawal pergantian kursi itu.
Kursi-kursi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam lima mobil boks di parkiran DPR. Total kursi yang ditukar sebanyak 178 kursi, dengan rincian empat kursi untuk pimpinan, 85 kursi untuk anggota, dan sisanya untuk tamu yang terlibat pembahasan anggaran. Harga total kursi itu disebut mencapai Rp 4 miliar.
Menurut pihak Sekretariat Jenderal DPR (Setjen DPR), barang lain yang akan ditukar adalah lampu impor dari Belanda seharga Rp 1,9 miliar dan sound system nirkabel. Rencananya, kursi itu akan ditukar dengan kursi buatan lokal berharga antara Rp 1,5 juta dan Rp 2 juta, begitu pula lampu lokal dan perangkat suara dengan kabel. Pihak Setjen DPR menyebutkan, penukaran barang itu dapat menghemat sekitar Rp 5 miliar.
Seperti diberitakan, penukaran barang-barang di ruangan Banggar itu dilakukan pascakritikan dari berbagai pihak. Biaya renovasi yang menelan dana hingga Rp 20,3 miliar terhadap ruangan tersebut dinilai tak masuk akal. Pihak Setjen menyebut besarnya biaya itu lantaran mahalnya interior yang mencapai Rp 14 miliar.
Saat ini, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) tengah mengusut proyek itu atas permintaan pimpinan DPR. Belum diketahui ada atau tidaknya korupsi dalam proyek renovasi tersebut.
This post was submitted by Willy Widianto/Prawira Maulana / Sandro Gatra | Latief / kps.






















apakah kpk sudah menginventarisir barang bukti menindak lanjuti laporan Ketua DPR-RI dan Sekjen DPR-RI ? kenyataannya beberapa barang bukti TELAH DIRUBAH PAKSA…