
SERPONG, Â - Boen Hay Bio, wihara atau kelenteng ini terletak di Jalan Pasar Lama, Desa Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Letaknya sekitar 15 meter dari jalan utama yang sering dilalui truk-truk besar.
Terdapat papan petunjuk berwarna merah bertuliskan “Vihara Boen hay Bio” di pinggir jalan masuk. Saat pertama kali memasuki kawasan ini, terdengar suara burung riuh berkicauan dibalik gedung bertingkat yang membelakangi kelenteng. Suasana sungguh berbeda saat sebelum memasuki kelenteng.
Aroma khas dupa atau hio menusuk tajam indera penciuman. Lilin-lilin raksasa menghiasi seisi kelenteng pada perayaan Tahun Baru Imlek 2.563. Ornamen-ornamen cantik yang sarat makna dari budaya Tiongkok menyelimuti bangungan kuil. Di atas pintu gerbang masuk kuil, bertengger kepiting raksasa. Dalam budaya China, kepiting juga dipercaya dapat melindungi kelenteng dan mampu mengusir roh-roh jahat.
Di kiri dan kanan kelenteng berdiri menara bertingkat lima sebagai tempat pembakar kertas sembahyang. Pada dua pilar utama yang gagah berdiri melingkar naga besar berwarna hijau.
Kelenteng Boen Hay Bio dibangun pada tahun 1694 dan telah mengalami pemugaran sebanyak tiga kali. Menurut Lie Sui Cang, salah satu pengurus kelenteng, pemugaran terakhir kali dilakukan pada 1998.
Bangunan Boen Hay Bio terlihat sangat kokoh dan terawat dengan baik, tak terlihat sudah berumur lebih dari 300 tahun. Boen Hay Bio merupakan kelenteng tertua di Serpong dan ketiga tertua di Tangerang. Kelenteng Boen Tek Bio di Pasar Lama Kota Tangerang menjadi kelenteng pertama yang dibangun pada 1684. Disusul Kelenteng Boen San Bio di kawasan Pasar Baru Tangerang pada tahun 1689.
Bangunan Kelenteng Boen Hay Bio melambangkan laut dan samudera yang diartikan sebagai kuil samudera tanpa batas. Boen Hay Bio bertuan rumah Kwan See Tee Kun atau Satya Dharma Bodhisattva yang berarti Dewa Pelindung Ajaran.
Boen Hay Bio memiliki sebelas altar pemujaan dewa-dewi. Altar pemujaan tersebut di antaranya Dewa Perang, Dewa Bumi, Dewa Rezeki, Dewa Keberkahan, Dewi Welas Asih, Dewa Keselamatan, dan Dewa Obat. Sembilan di antaranya berada di bawah dan dua altar lainnya berada di lantai dua. Lantai dua juga terdapat ruang meditasi dan ruang pemujaan untuk para umat Buddha.
Dalam Tahun Baru China 2.563, sejumlah umat Tionghoa memenuhi Kelenteng Boen Bay Bio untuk melakukan ritual keagamaan untuk memohon keberkahan dan keberuntungan di tahun naga air. Boen Hay Bio merupakan salah satu cagar budaya di Serpong yang patut dijaga kelestariannya.
This post was submitted by Dian / kps.


Ajaran2 damai, lemah lembut, disiplin, ramah tamah, rajin, dan jujur mempengaruhi watak damai di dalam psyche Indonesia yang mengakibat kan kerukunan masyarakat. Watak di bumi pertiwi sejak zaman Purba sangat alamiah seperti animisme, Hindu, Buddha sejak purbakala menjiwai watak masyarakat Indonesia dahulu. Ajaran2 ini membawa kedamaian, gotong royong, saling menghormati martabat semua machluk tidak exclusive maupun mengucilkan, menuduh, memaksa pendapat nya terhadap sesama machluk. Pengaruh2 ajaran2 keras, keji, totaliter main paksa, main tuduh, mau menang sendiri, tidak terbuka untuk kritik hendaknya ditelaah dengan seksama agar terbentuk watak kejujuran, rajin, menghormati hak azasi manusia berperi kemanusiaan.