
Menteri Agama Suryadharma Ali membantah keras dugaan jikalau pihaknya tidak memiliki itikad baik untuk berkompromi dengan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor.
Menurutnya, meskipun gagal melakukan rapat gabungan antara lembaga negara dan GKI Yasmin, hal itu bukan berarti tidak memiliki itikad baik.
”Kalau karena rapat tidak berlangsung maka ada kesimpulan pemerintah tak beritikad baik, itu salah besar. Karena wali kota juga terus lakukan dialog, Menko Polhukam juga membahas, dirjen saya juga sudah dua kali bertemu, Mendagri juga lakukan upaya penyelesaian. Jadi salah kalau anggap rapat tak berlangsung berarti pemerintah tak peduli,” ungkap dia di sela-sela rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/1).
Namun, dia menegaskan, jikalau pihak gereja menutup ruang untuk kompromi, maka hal itu akan diserahkan ke proses hukum. Sementara, saat ditanya wartawan terkait apakah ada penjadwalan ulang atas pertemuan dengan pengurus GKI Yasmin, Suryadharma mengatakan akan mempertimbangkannya. ”Kita lihat langkah yang efektif saja,” ucapnya
This post was submitted by SP / IM.

