Dilempar Bom Asap, Gedung Putih “Siaga 1”

Posted on January 19 2012 by Rikando Somba / SH

WASHINGTON –  Pasukan Khusus  Pengawal Presiden Barack Obama (Secret Service) menurunkan tim khusus untuk merespons pelemparan bom asap ke Gedung Putih, Selasa (17/1) malam waktu setempat atau Rabu pagi WIB.

Saat bom dilemparkan, keluarga Obama tengah makan malam memperingati hari ulang tahun ibu negara, Michele Obama. Namun, mereka diminta untuk menunda kepulangan ke kediamannya karena masih banyak pemrotes dari gerakan Occupy Wall Street yang berada di sekitar lokasi. Diperkirakan, ada 1.000-an pemrotes di wilayah paling penting di negeri adidaya itu.

Meski belum ada penahanan dan pengumuman siapa yang melakukan tindakan tersebut, Secret Service meningkatkan status Siaga di seputar kediaman dan tempat kerja Presiden AS tersebut.

Secret Service juga menurunkan robot pengecek bom untuk mengawasi ada tidaknya bom asap atau bom lain di sekitar utara Gedung Putih. Kini semua orang juga dilarang memasuki arena paling penting di negeri adidaya itu melalui gerbang utara. Para tamu diawasi dan diperiksa lebih ketat.

Ditahan

Ketegangan suasana terjadi di sekitar Gedung Putih sejak Selasa siang. Para pemrotes berkumpul di halaman Capitol, gedung parlemen. Mereka meneriakkan antikapitalisme dan antikorupsi.

Akibat demonstrasi ini, empat orang ditahan aparat. Mereka yang ditangkap adalah yang membentangkan spanduk besar di gerbang gedung parlemen. Aparat menangkap mereka dengan alasan vandalisme. “Kami ini adalah 99 persen dari warga AS,” demikian bunyi salah satu spanduk besar di depan gedung parlemen.

“Kongres tak memperhatikan warga biasa karena mereka sudah tercemar dana politik dari berbagai perusahaan besar. Suara rakyat tak lagi didengar,” kata Lozada, salah satu pengacara yang memimpin gerakan Occupy Wall Street dan Occupy White House.

Sementara itu, Oscar Ramiro Ortega-Hernandez (21), pria yang menembak Gedung Putih pada November lalu, kini didakwa pidana percobaan pembunuhan Obama. Ortega juga didakwa menyerang polisi sebagaimana diberitakan AFP, Rabu (18/1).

Jaksa federal meminta Ortega menjalani tes dilakukan lebih baik lagi sehingga Hernandez dapat mempertangungjawabkan perbuatannya secara hukum melalui proses peradilan.

“Pada sekitar November tanggal 11, 2011, terdakwa Oscar Ortega Hernandez secara sengaja berusaha membunuh Presiden Amerika Serikat Barack Obama,” bunyi petikan dakwaan itu.

Polisi Pennsylvania menangkap Ortega di sebuah hotel di Indiana tak lama usai ia melakukan perbuatannya. Ia menembak Gedung Putih dengan dua kali tembakan. Satu peluru berhasil menembus kaca jendela.

Sementara peluru lainnya ditemukan pada eksterior bangunan. Saat Ortega melakukan penembakan, Obama dan istrinya, Michelle, tengah menghadiri pertandingan basket di San Diego, California.

This post was submitted by Rikando Somba / SH.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply