Seorang pengunjuk rasa, petani asal Tasikmalaya, Jawa Barat, Wawan Juanda mengaku sangat kecewa atas sikap polisi yang memperlakukan dirinya secara tidak manusiawi.
“Saya diinjak-injak kayak babi sama polisi. Padahal saya enggak tahu apa-apa,” ungkap Wawan kepada wartawan di Pos Pengamanan DPR, Jakarta, Kamis (12/1).
Setelah ditelusuri ternyata hanya satu orang pendemo yang ditangkap. Selain itu, demonstran yang tertangkap tidak akan dibawa ke Polda Metro Jaya.
Anggota Komisi III DPR-RI, Syarifuddin Sudding memastikan demonstran dari Sekretariat Bersama Pemulihan Hak-hak Rakyat Indonesia yang tertangkap usai bentrok dengan aparat kepolisian tidak akan diproses di Polda Metro Jaya.
Kepada perwakilan demonstran, Sudding mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan agar demonstran yang tertangkap oleh pihak kepolisian usai terjadinya penjebolan gerbang pintu DPR dan bentrokan dengan aparat keamanan agar tidak diproses secara hukum.
“Saya minta diperiksa di sini. Jangan sampai dibawa ke Polda. Karena penjebolan pintu itu merupakan bentuk sikap kecewa masyarakat. Ini juga bagian dari demokrasi,” tegas politisi dari Partai Hanura
This post was submitted by SP / IM.





















