Terkait Perubahan Kebijakan Pertahanan AS, Tiongkok Ingaktkan Obama

Posted on January 8 2012 by SP / IM

Otoritas Tiongkok menanggap serius pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama soal pergeseran fokus pertahanan luar negeri negara itu dari Timur Tengah ke Asia Pasifik.

Media massa Tiongkok mengatakan, kehadiran militer AS di Asia Pasifik bisa mengganggu perdamaian kawasan.  Dalam editorial kantor berita Tiongkok,Xinhua, Sabtu (7/1),  mengatakan, kebijakan Presiden Barack Obama untuk meningkatkan kehadiran militer di kawasan, bisa dilihat sebagai ucapan selamat datang ke daerah stabil dan makmur.

Tetapi laporan itu juga menyebutkan bahwa setiap kehadiran militer AS akan menciptakan kesakitan dan ‘membahayakan perdamaian.” Dalam pengumuman kebijakan baru militer Amerika Serikat, Obama menyebut akan memangkas anggaran sebesar US$ 450 miliar untuk merampingkan militer AS. Tetapi meski akan ada perampingan,

Obama menyatakan “Kami akan memperkuat kehadiran di Asia Pasifik, dan pengurangan anggaran tidak akan terjadi untuk pengeluaran di kawasan penting ini.” Kantor berita Xinhua mengatakan, peran AS bisa menjadi bagus untuk menolong Tiongkok dalam mengamankan ‘lingkungan perdamaian’ yang dibutuhkan untuk melanjutkan pertumbuhan ekonomi.

Tetapi, tulis Xinhua, ”’Sementara menambah kehadiran militer di Asia Pasifik, Amerika Serikat harus tetap absen dari peregangan otot, karena hal itu tidak akan membantu memecahkan masalah perselisihan kawasan”. “Jika AS secara diam-diam melancarkan militerisme di kawasan, itu akan menjadi seperti seekor banteng di toko Cina, dan membahayakan perdamaian ketimbang meningkatkan stabilitas kawasan.

This post was submitted by SP / IM.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply