OBROLAN MALAM – Bagian ke-10 Imlek dan Musim Semi

Posted on January 8 2012 by Sobron Aidit / IM

Imlek adalah permulaan Tahun Baru. Artinya tanggal satu bulan satu pada tahun sekian. Imlek tahun
ini jatuh pada tanggal 23 Januari 2012 dengan tanggal Tiongkoknya 1 – 1 – 4710. Imlek juga disebut
Xin Cia atau Xin Nian = juga pengertiannya Tahun Baru. Imlek biasanya akan jatuh pada tanggal
antara 20 Januari sampai 20 Februari. Tidak mungkin kurang dari itu dan lebih dari itu. Saya masih
ingat pada belasan tahun yang lalu bahkan puluhan tahun yang lalu, pernah Imlek jatuh pada tanggal
25 Januari dan juga pernah jatuh pada tanggal 18 Februari. Oleh orang pedesaan Tiongkok, tanggal

Chinese-lunar-calendar

sekian begitu, imleknya muda dan imleknya tua. Kenapa? Sebab biasanya imlek akan jatuh pada minggu
pertama sampai kedua bulan Februari. Tanggal 18 Februari sudah “agak terlambat” atau kalau tanggal 25
Januari “agak kecepatan”.

Kenapa dihitung demikian? Karena Imlek juga dianggap menyambut Musim Semi – musim-tanam -
musim mulainya membenahi tanah -bibit dan perlengkapan pertanian. Orang pedesaan Tiongkok akan
sangat bersenang hati pabila hari Imlek jatuh salju. Saya lihat di Eropa-pun akan banyak yang senang
pabila hari Natal, jatuh salju. Salju sangat banyak berperanan akan kegemburan dan kesuburan tanah.
Kurang jatuh salju, sama dengan musim kemarau yang berkepanjangan. Musim-tanam,musim-tandur
dan penyemaian-bibit, haruslah selalu bersesuaian dengan musim. Kalau di Indonesia, akan banyak
tergantung pada curah air hujan dan kekeringan tanah. Demikian juga di tanah empat-musim seperti di
Tiongkok. Kalau salju tidak turun sampai lama sekali, alamat pertanian tahun itu akan sangat mengalami
kekeringan dan panen takkan berhasil.

Ada yang harus dicatat. Buat penanggalan Tiongkok, Musim Semi selalu datangnya sesudah Tahun Baru
Imlek! Beberapa hari sesudah hari Imlek. Lain dengan penanggalan masehi, mulainya Musim Semi sudah
tertentu dan tetap. Musim Semi bagi penanggalan masehi, selalu akan jatuh pada tanggal 20 s/d 22 Maret!
Penanggalan masehi sudah terjadwal secara tetap. Musim Gugur bagi penanggalan masehi akan selalu

Musim Semi di Tiongkok

jatuh pada bulan September antara tanggal 20 s/d 22 September. Di Tiongkok pemberontakan Musim
Semi terjadi dan meletus pada bulan Agustus, karena ketika itu mulainya Musim Gugur jatuh pada bulan
Agustus. Karena tanah Tiongkok itu cukup luas dan boleh dikatakan sangat luas, maka perbedaan iklim
sangat mempengaruhi musim tanam. Di selatan sudah hangat, di utara masih bersalju lebat. Musim tanam
di utara sedikit berbeda dengan musim tanam di selatan. Kita di Indonesia, banyak mendekatkan diri
dengan Tiongkok bagian selatan, termasuk soal budaya – adat yang dibawakan oleh orang Tiongkok
dalam ber-Imlek dan bercap-gomeh. Yang saya maksud bukan tanggalnya dan bulannya, tetapi mulainya
musim tanam – musim-tandur dan musim pembibitan. Sebab kalau sama, akan sangat sulit bagi bagian
utara, sebab masih penuh salju lebat. Jadi yang saya tuliskan semua ini, berpedomankan pada tanah
Tiongkok bagian selatan.

Dan kiranya bukan kebetulan, banyak peninggalan kebudayaan – ilmu pengetahuan – adat-istiadat
yang sangat tebal ke Tiongkok-an-nya, berasal dari selatan. Termasuk nama seorang akhli navigasi dan
pelayaran Tiongkok yang bernama Cheng Ho. Cheng Ho penuh dengan kehidupan yang kontraversial.

Klenteng Sam Po Kong Semarang

Dia lahir dan dibesarkan di tanah yang tidak ada lautnya! Di tanah Yunnan – Kunming.
Dia beragama Islam! Dia orang kasim, dikebiri. Dia sangat akhli tentang pelayaran, dan akhli ilmu
pengetahuan, dan termasuk penyebar agama Islam! Menurut sejarahnya yang kami ketahui dari kampong

halamannya di Yunnan –Kunming tahun 1963, dia itu perawakannya besar tinggi, sekitar dua meter!
Akh, yang hebatnya dia sampai juga ke Semarang sana! (Holland, Febr 03/IM)

This post was submitted by Sobron Aidit / IM.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply