
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau agar negara lebih peka terhadap berbagai kasus yang menimpa rakyat kecil. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan,
negara harus mempunyai rasa keadilan yang besar terhadap rakyatnya.
“Karena masalah keadilan bukan hanya dalam konteks hukum, tapi juga harus ada hati nurani dan perasaan. Negara ini harus punya sense keadilan untuk rakyatnya. Keadilan bangsa ini sudah sakit,” ujar Said Aqil saat dimintai pendapatnya tentang kasus “sandal jepit” di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (6/1/2012).
Kasus sandal jepit belakangan ini menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Kasus itu berawal ketika seorang siswa SMK 3 Palu, AAL (15), dituduh mencuri sandal jepit milik Briptu Ahmad Rusdi Harahap, anggota Brimob Polda Sulteng. Kasus itu membawa AAL ke persidangan di Pengadilan Negeri Palu dan terancam hukuman lima tahun penjara.
Pada persidangan, ada beberapa kejanggalan soal kasus itu. Barang bukti yang diajukan ke persidangan bukan sandal yang awalnya dikatakan hilang. Awalnya, Rusdi mengaku kehilangan sandal merek Eiger Nomor 43. Namun, yang dibawa jaksa sebagai barang bukti bermerek Ando Nomor 9,5. Tak ada satu pun saksi yang melihat langsung apakah sandal merek Ando itu memang diambil AAL di depan kamar Rusdi.
AAL kemudian memang dibebaskan dari hukuman dan dikembalikan kepada orangtuanya. Namun, majelis hakim memutus AAL bersalah karena mencuri barang milik orang lain.
Menurut Said, kasus sandal jepit itu kini telah membuat rakyat kecil tersingung. Ia menilai, sangat tidak pantas ketika sejumlah koruptor banyak dibebaskan dengan hukuman hanya dua tiga tahun, lalu kemudian rakyat kecil terjepit hukum, dan dianggap salah besar dalam kasus tersebut.
“Lihat saja koruptor BLBI, Century, pengemplang pajak itu hanya dihukum dua tahun. Walaupun teksnya pencurian, dan memang pencurian itu salah. Tapi cobalah pakai hati nurani. Coba pertimbangkan pencuri sandal dengan koruptor yang membangkrutkan negara ini. Ini bangsa sudah sakit,” kata Said.
This post was submitted by Ary Wibowo | Heru Margianto / kps.


bagemana keadilan berpihak ke rakyat klau para pengurus bangsa ini hanya mementingkan kelompoknya.pancasila sudah di tinggalkan amanah para pendiri bangsa inipun sudah di lupakan ahirnya yang menangung beban rakyat.