BANDUNG, – Maraknya aksi jalanan yang diduga dilakukan oleh berandalan motor disesalkan anggota DPRD Kota Bandung karena aksi itu sudah meresahkan masyarakat dan membuat tidak nyaman warga Kota Bandung keluar pada malam hari.
“Rasa aman keluar pada malam hari di Kota Bandung menjadi terganggu oleh ulah berandalan motor. Ini harus segera dicarikan solusinya jangan sampai menjadi dampak buruk dan menelan banyak korban,” ujar anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Lia Noer Hambali di ruang kerjanya, Rabu (4/12).
Lia mengatakan, geng motor di Kota Bandung sudah dibubarkan tapi aksi jalanan yang diduga berandal motor kembali marak disebabkan pemerintah kurang berwibawa dan kurang tegasnya aparat penegak hukum.
“Kasus kejahatan di jalanan oleh berandalan motor tidak bisa ditoleransi harus ditindak tegas meskipun mereka berstatus pelajar karena sudah mengusik rasa aman warga Kota Bandung,” ujarnya.
Menurut Lia, aparat penegak hukum selama ini kurang tegas khususnya terhadap pelaku kejahatan jalanan yang dilakukan anak di bawah umur. ‘”Aparat penegak hukum sering mempertimbangkan alasan status pelajar dan di bawah umur padahal jika sudah tindakan kriminal dan meresahkan dihukum saja biar ada efek jera,” katanya.
Lia mengatakan, warga Kota Bandung butuh perlindungan 24 jam dan minta kepada Wakikota Bandung untuk segera rapat koordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah. “Dulu Muspida tapi sekarang Forum komunikasi Pimpinan daerah agar menggelar rapat untuk memberikan kenyamanan warga Kota Bandung,” ujar Lia.
Sementara Ketua Sundawani Achmad Nugraha mengaku prihatin dengan beberapa kasus pengeroyokan dan kurang cepatnya aparat menindak pelaku. “Sundawani siap membantu polisi menjaga keamanan dan menyamankan Kota Bandung,” ujar Achmad.
Sedangkan Ketua Umum Paguyuban Banten Kota Bandung Meivy Adha Krisnan menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa meninggal Andri mahasiswa UPI yang juga anggota Paguyuban warga Banten.
Meivy minta kepada rekan-rekan Andri dan warga Paguyuban Banten untuk tidak terpancing emosi dan kasusnya percayakan kepada polisi. “Kami mengutuk keras perbuatan anarkis yang menelan korban jiwa dan peara pelakunya diharapkan segera tertangkap,” ujar Meivy. Anggota Paguyuban Banten di Kota Bandung, tambahnya, yang tercatat sebanyak 2.600 orang.
Dua Orang Tewas Ditusuk Geng Motor
Geng motor kembali menebar teror. Kali ini memakan korban tewas yaitu Afif(18) dan Ricky (20). Seorang lagi yaitu Syukur Zebua (18) masih kritis dan dirawat di Instalasi Gawat Darurat RS HS Bandung. Sementara seorang korban lainnya selamat dan masih menjalani pemeriksaan di kepolisian.
Berdasarkan data yang diperoleh wartawan, peristiwa itu terjadi Selasa (8/6) kira-kira pukul 2.00 WIB. Kejadian bermula ketika keempat korban hendak pulang dari daerah Sukajadi dan Gegerkalong. Afif dan Rizky pulang duluan memakai motor Yamaha Nouvo.
Di fly over Pasupati (sekitar Balubur), Afif dan Ricky dicegat sekitar 10 motor yang diduga geng motor. Korban diduga dipaksa menyerahkan kendaraannya tapi berusaha melawan. Pelaku pun menghajar kedua korban memakai golok dan tongkat.
Syukur dan Agus yang datang belakangan, melihat Ricky dan Afif dalam kondisi terkapar di jalan. Keduanya berusaha menolong korban dengan menabrakkan motor ke pelaku. Keduanya juga menjadi sasaran para pelaku yang berjumlah lebih banyak. Namun Agus berhasil meloloskan diri.
Berhasil menghabisi korbannya, para pelaku membawa motor Jupiter Z milik korban. Sementara motor Yamaha Nouvo milik Ricky, tak sempat dibawa.
Afif dan Ricky tewas di tempat. Afif mengalami 1 luka tusukan di dada sedangkan Ricky mendapat 3 luka tusukan di dada. Syukur mengalami dua luka tusukan di bawah tulang iga bagian kiri. Tusukan tersebut mengenai paru-paru Syukur dan kini korban masih dalam perawatan intensif di IGD RSHS
This post was submitted by PR / IM.





















