Tak Jarang Staf KJRI Jeddah Diintimidasi

Posted on January 4 2012 by Eny Prihtiyani | Marcus Suprihadi / Kps

Selama tahun 2011, KJRI Jeddah berhasil menyelesaikan sedikitnya 1.157 kasus permasalahan hukum TKI. Dalam kurun waktu itu pula, KJRI berhasil menyelamatkan gaji TKI bermasalah sebesar 3.140.360 real dan 16.629 dollar, atau total setara lebih dari Rp 8,9 miliar.

Demikian data yang dirilis KJRI Jeddah, Rabu (4/1/2012). Menurut data itu, perwakilan RI berhasil melakukan mediasi dalam memperjuangkan gaji yang menjadi hak TKI. Dalam beberapa kasus, penyelesaiannya turut melibatkan pihak kepolisian, pengadilan, maupun kantor dinas tenaga kerja setempat.

Dalam catatan KJRI, salah satu masalah yang kerap kali dihadapi oleh TKI adalah persoalan hak gaji yang tidak dibayarkan oleh majikan atau perusahaan yang mempekerjakannya. Masalah gaji pula yang kerap kali menjadi pemicu TKI melarikan diri dari tempat mereka bekerja ke KJRI Jeddah.

Usaha untuk mendapatkan hak gaji TKI sendiri tidak selalu mudah dan mulus. Ada majikan atau perusahaan yang kooperatif dan mau diajak duduk bersama menyelesaikan masalah gaji secara baik-baik. Namun, tidak sedikit yang enggan memenuhi panggilan KJRI Jeddah. Bahkan sebaliknya, mereka malah mengintimidasi staf KJRI yang menghubunginya.

Dari data selama kurun waktu tahun 2010, KJRI Jeddah telah berhasil menyelamatkan gaji TKI sebesar 4.048.358 real dan 5.001 dollar atau setara dengan lebih dari Rp 11,3 miliar. Sedangkan pada tahun 2009, jumlah gaji T KI yang berhasil diupayakan oleh KJRI Jeddah mencapai SR 4.489.282 real dan 17.514 dolar atau setara dengan Rp 12,7 miliar.

This post was submitted by Eny Prihtiyani | Marcus Suprihadi / Kps.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

One Response to “Tak Jarang Staf KJRI Jeddah Diintimidasi”

  1. Aryati says:

    bukan saja perkara gaji tetapi hak azasi manusia , hak wanita yang teraniaya, hukuman2 siksaan badan dll di negara2 totaliter dengan pandangan2 rohani yang kita elu2kan. Sudah waktunya umat manusia berpikir secara terbuka dan adil untuk meneliti pandangan2 teror, fanatik, munafik dan keji. Musim Semi di negara2 yang meng-elu2 kan kerohanian damai hanya dengan mengumandangkan macam2 ayat2, adzan sekeliling jam dll seperti tong kosong bila tidak terbukti dengan tindakan2 yang ber peri kemanusiaan.. Kekerasan pemaksaan menghalangi umat berpandangan filsafat berbeda dengan pembunuhan agar patuh tanpa kebebasan berpikir. tidak pantas di anut. Lihat saja betapa kejinya di Syria seluruh kota dihabiskan, Egypt, Sudan, dll.

Leave a Reply