Pahit-Manis Punya Anak Gorila

Posted on January 4 2012 by Albertina SC / SH / IM

 Pierre dan Elaine Thivillon adalah pasangan yang terkenal di sebuah desa di dekat Lyon, tenggara Prancis. Mereka bukan artis atau tokoh politik. Keduanya menjadi selebritas karena “anak angkat” mereka bernama Digit.

Digit adalah primata betina yang mereka rawat sejak 1999. Dia dijadikan “anak” tiga hari setelah lahir. Dan, tahun ini, Digit sudah 13 tahun menjadi anggota keluarga  Thivillon. Keluarga Thivlon mengungkapkan pengalaman pahit-manisnya menjadi ayah dan ibu Digit kepada BBC yang dikutip Selasa (02/01).

Kisahnya berawal di Kebun Binatang Saint Martin la Plaine, tempat Digit dilahirkan. Tiga hari setelah menjadi penghuni Bumi, Digit kecil ditolak oleh ibu biologisnya.

Pasangan Thivillon yang juga manajer kebun binatang itu jatuh iba dan mulai mengasuh bayi gorila. Mereka telaten memberikan susu dan mengantarnya kembali ke kandang pada malam hari.

Ternyata tidak mudah mendapatkan hati Digit kecil. Baru pada usia 18 bulan, Digit mulai menunjukkan kedekatan kepada “orang tua angkatnya.”

Bagian dari Keluarga
Digit pernah sakit dan memerlukan perawatan penuh. Pierre dan Elaine pun membawa dia tidur bersama mereka. Dasar manja, sejak itu, Digit selalu tidur di kamar “orang tua angkatnya” itu.

Dalam 10 tahun pertama, Digit selalu tidur di sela pasangan asal Prancis itu. Tapi, berat badannya yang mencapai 130 kilogram memaksa dia untuk punya tempat tidur sendiri.

Sejak itulah dia dibuatkan “kamar” di samping apartemen. Jadi, Digit bisa berkeliaran di apartemen kecil keluarga Thivillon dan menghabiskan waktu di kandangnya.

Meski begitu, tidak sembarang orang boleh masuk kamar agar tidak menganggu privasi Digit. “Saya tidak pernah masuk ke sana, karena itu rumah Digit,” kata Elaine. “Hanya Pierre yang boleh masuk ke sana,” dia menambahkan.

Tinggal bersama gorila yang doyan makan coklat ini memang tidak selalu penuh senyum dan tawa.

“Pagi ini, saya bawa empat roti untuk sarapan,” kata Pierre. Begitu dia berbalik semua makanan sudah lenyap. “Dia juga minum kopi Elaine,” ujar Piere.

Memang pasangan Pierre dan Elaine tidak memiliki anak. Keduanya sering ditanya apakah mereka menganggap Digit sebagai putri mereka.

“Saya tidak bisa katakan apakah ia kami anggap anak. Namun, ia adalah seseorang yang sangat kami sayangi,” kata Elaine. “Ia adalah bagian dari keluarga kami dan saya menjaganya seperti layaknya seorang ibu.”

Mengerti Bahasa
Namanya juga ibu, jika anak nakal atau berlebihan pasti ditegur. Elaine juga melakukan itu. “Terkadang saya katakan, ‘tidak boleh makan permen lagi Digit!’”

Digit juga seperti anak lainnya yang pandai mencuri hati ibunya. Jika dilarang makan permen, “Dia akan menciumi saya, sampai saya menyerah,” Elaine.

Selain, suka merebut makanan, persoalan lain yang harus diatasi pasangan  Thivillon adalah komunikasi. Dan, mereka sudah mengenali suara-suara Digit.

Elaine mencontohkan pada pagi hari Digit akan mengeluarkan bunyi yang menunjukkan dia senang. “Dia mengerti apa yang kami katakan,” ujar Elaine.

“Saat kami duduk di sofa, saya katakan padanya, ‘ayo Digit, duduk di sini’ dan dia datang,” lanjut Elaine.

Pada pagi hari, ketika ingin mainan, entah lego atau buku, Digit cukup menunjuk ke jendela tempat mainannya disimpan. Digit memang senang buku karena ayah dan ibunya membiasakan dia membaca sejak kecil.

“Ia punya buku tentang binatang,” kata Elaine. “Terkadang ia melihat buku dan ia akan berhenti di satu halaman dan saya memberi penjelasan, seperti ini kucing dan ini binatang lain.”

Pierre dan Elaine kini berusia 60-an tahun. Mereka juga tidak tahu siapa yang kelak akan mengganti mereka menjalankan kebun binatang. Siapa yang akan mengasuh Digit juga menjadi pertanyaan di  masa tua pasangan ini. Keduanya juga punya kekhawatiran apalah Digit bisa menjaga dirinya kelak.

“Dia sangat istimewa, itulah sebabnya kami sangat bahagia Digit bisa bersama kami. Kami tahu ia tidak bisa tinggal dengan kami, namun dengan gorila lain.”

Dalam beberapa tahun terakhir, Pierre dan Elaine berupaya mempertemukan Digit dengan keluarganya. Mereka gembira karena Digit mau bermain dengan kakaknya.

Namun, yang pasti saat ini, keluarga Thivillions tengah membeli lahan seluas 3.000 hektare. Mereka akan mewariskan itu sebagai tempat tinggal untuk Digit dan keluarga gorilanya.

This post was submitted by Albertina SC / SH / IM.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply