RI Ketinggalan 50 Tahun dari Malaysia

Posted on November 23 2011 by PR / IM

JAKARTA, – Pakar jaminan sosial dari Universitas Indonesia Prof. Dr. Hasbullah Thabrany menilai, Indonesia ketiggalan 50 tahun dari Malaysia di bidang jaminan sosial. Saat ini, seluruh masyarakat Malaysia kesehatannya sudah terlindungi, sedangkan masyarakat Indonesia hanya sebagian kecil.

“Makanya Indonesia kalah dari Malaysia dalam final sepakbola SEA Games. Pemain Malaysia lebih ngotot karena kalau kakinya patah langsung diobati. Kalau pemain Indonesia kakinya patah, belum tentu,” katanya Hasbullah di Jakarta, Selasa (22/11).

Hasbullah menyampaikan hal itu saat penyampaian “Hasil studi AIA terhadap tingkat proteksi masyarakat Indonesia”, bersama Presdir AIA Peter J. Crewe dan Chief Marketing Officer AIA Ade Bungsu.

Sebelum menyampaikan materinya, Hasbullah sempat bertanya kepada para wartawan yang hadir. “Siapa yang sudah mempunyai asuransi kesehatan?” tanyanya kepada wartawan. Dari sekitar 30 wartawan, hanya empat orang yang mengacungkan jarinya. Begitu pula ketika ia bertanya siapa yang sudah mempunyai asuransi jiwa, ternyata hanya lima wartawan.

“Ini menunjukkan bahwa memang masyarakat kita belum menyadari tentang resiko yang terjadi di masa depan. Kita semua beresiko. Kalau tidak mau beresiko, ya tidak usah hidup,” tutur Hasbullah menegaskan.

Menurut dia, semakian tinggi pendidikan seseorang akan makin memahami arti pentingnya resiko. Namun, di Indonesia masih ada masalah. Walaupun sudah banyak yang sadar dengan resiko, tetapi masalah kematian dianggap sebagai takdir. “Karena itu, kalau ada penawaran asuransi, maka dijawab dengan marah, ‘lu mau nyuruh gua mati’,” katanya

Pentingnya memahami risiko, juga dituturkan dalam testimoni penyanyi lawas Diana Nasution yang terserang penyakit kanker payudara. Ia bersyukur bisa terlepas dari penderitaan itu setelah menjalani pengobatan yang biayanya ditanggung pihak asuransi.

Menurut Hasbullah, biaya pengobatan kanker payudara tidak murah. “Sekali suntik harus ada biaya Rp 19 juta dan itu harus 12 kali penyuntingkan. Berarti biayanya lebih dari Rp 200 juta,” katanya

This post was submitted by PR / IM.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

3 Responses to “RI Ketinggalan 50 Tahun dari Malaysia”

  1. BPJS YANG AKAN MULAI BEROPERASI SEPENUH-NYA MULAI 2014, TETAH MENJAWAB KEPRIHATINAN ITU

  2. Sahijah says:

    Sangat baik bila ada jaminan untuk kesehatan dan asuransi jiwa bagi seluruh warga negara Indonesia yang
    diongkosi negara. Tentunya pengobatan dasar yang tidak komplikasi. Yang lain adalah jaminan social (welfare) yang chusus bagai yang benar2 tidak berdaya. Indonesia begitu banyaknya koruptor2 yang kaya raya masakan tidak dapat mendukung program untuk kesehatan rakyat miskin yang menderita yang telah mereka hisap darahnya. Mereka harus di pajaki untuk mengeluarkan dana dengan neraca kekayaan yang didapati secara tiba2.

  3. Wal Suparmo says:

    Dulunya Malaysia ketinggalan 20 tahun dari Indonesia.Sekarang malah Indonesia yg ketingalan 50 tahun.Jadi total 70 tahun.Petronas, Perbankan Malaysia , Perkebunan kepala sawit Malaysia bisa beroperasi di Indonesia.Tetapi tidak sebaiknya.Demikian juga Malaysia mempunyai PROTON( Product Oto Nasional).Sedangkan Indonesia masih tetap jadi budak Jepang.
    Lebih dari 60% penduduk bumiputera Malaysia adalah orang Indonesia yg benci pada bangsa Indoneia sendiri.Karena perbuatan para pemimpin dan penyenggara negara Indones yg tidak bermoral tetapi beragama.

Leave a Reply