[BOGOR] Pasca pendeklarasian Gerakan Nasional Hidup Bersama Pancasila yang disertai dengan kunjungan para tokoh agama, pada Minggu (2/10) ratusan jemaat GKI Yasmin kembali diintimidasi oleh puluhan massa yang mengatasnamakan diri dari Forum Komunikasi Muslim Indonesia (Forkami).
Lokasi ibadah jemaat yang berada di trotoar antara GKI Yasmin yang disegel hingga Rumah Sakit Hermina, dipasangi tali dan terdapat tulisan atas nama LPM Curug dengan alasan sedang dilakukan penataan taman. Akibatnya, jemaat terpaksa beribadah sedikit mengarah ke badan jalan dan di tengah-tengah celah truk kepolisian.
“Trotoar yang biasa kami gunakan sebagai tempat ibadah dipasangi tali. Kami tidak memotong tali tersebut. Namun, untuk beribadah kami menggunakan sedikit celah di antara truk kepolisian yang diparkir di depan halaman gereja,†kata Juru Bicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging, Minggu (2/10).
Atas kejadian ini, menurutnya, ada upaya dari Wali Kota Bogor untuk mengadu domba antara jemaat dengan LPM Curug. Apalagi sepanjang proses peribadatan, puluhan massa dari Forkami, termasuk Satpol PP yang berjaga justru melakukan upaya pembubaran ibadah.
Diceritakannya, Satpol PP yang berjaga di lokasi sempat hendak mengambil anggur dan roti yang digunakan jemaat beribadah perjamuan kudus. Namun, upaya tersebut gagal karena jemaat kembali mengingatkan bahwa upacara perjamuan kudus yang dilakukan merupakan proses ibadah sakral umat kristiani.
“Pada saat saat menjelang perjamuan kudus, anggur sempat mau diambil petugas Satpol PP. Sempat terjadi dorong-dorongan. Namun, ibadah tetap berlangsung dengan dihadiri 100 orang,†kata Bona
Menurut Bona, saat ini di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor yang dipimpin Wali Kota Diani Budiarto sudah patut diduga telah tersusupi kelompok-kelompok yang mendukung disintegrasi negara. Kecurigaan adanya gerakan tersebut menguat dan dimulai dari upaya pembangkangan hukum Mahkamah Agung (MA) dan rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia
This post was submitted by SP / IM.






















Indonesia stated that they believed in Bhineka Tunggal Ika and if you go to their tourist site, they proudly talked about the freedom of religious/believed and the people honor each other religions, but more facts are pointed to the opposite, so question is…which part of Bhineka Tunggal Ika that these 'people' believe? or it's just simply a hypocritical!!!! You know what, the world knows about what these people are doing ( burn down the churches and intimidate the worshiper). Shame on these people……and their corrupt goverment!
If they can 't even give or refuse to protect their own (christian) citizens, who would want to go visit this place?????
inilah yang membuat saya murtad dari islam, kasar dan anarkis, tidak beradab dan asusila.